Soal Rencana Belajar Tatap Muka di Sekolah, KPAI: Kebijakan Harus Berbasis Data, Bukan Coba-coba

Penulis: Nur Afitria Cika Handayani
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi belajar di sekolah - KPAI sarankan pemerintah untuk tidak membuka sekolah di tengah pandemi Covid-19.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sekolah tatap muka belum kunjung dilakukan di tengah pandemi Covid-19.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) telah melakukan pegawasan langsung ke beberapa sekolah jenjang SD, SMP, SMA/SMK pada Juni 2020 lalu.

Berdasarkan pengawasan tersebut, dari 15 sekolah hanya 1 sekolah yang telah siap secara infrastruktur menghadapi kenormalan baru atau new normal.

Sementara, lima sekolah lain baru menyiapkan infrastruktur seperti wastafel.

Di samping itu, sembilan sekolah lagi belum menyiapkan apa pun kecuali sabun cuci tangan di wastafel.

Menurut Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, KPAI juga melakukan survei kepada para guru di berbagai daerah.

"Survei menyasar ke para guru bertujuan untuk mengetahui seberapa sekolah siap menghadapi kenormalan baru," kata Retno Listyarti, Selasa (28/7/2020).

Survei itu diikuti 6.664 guru dari sekolah berbeda. Satu sekolah diwakili satu guru.

"Hasil sementara survei, hanya sekitar 20 persen sekolah yang siap menghadapi kenormalan baru dari infrastruktur yang sudah disiapkan saat ini," kata Retno.

Dari hasil survei ini, menurut Retno, Kemendikbud seharusnya menjadi motor penggerak dalam mempersiapkan kenormalan baru di pendidikan.

Misalnya, melakukan persiapan protokol kesehatan dan daftar periksa, kemudian disampaikan ke seluruh Dinas Pendidikan untuk dilakukan rapat koordinasi secara berjenjang.

Baca: Pemerintah Berencana Izinkan Sekolah Tatap Muka di Luar Zona Hijau, Hasil Survei: 80 Persen Setuju

Baca: Kasus Positif Covid-19 Lampaui 100 Ribu, Pemerintah Bakal Buka Sekolah Tatap Muka di Luar Zona Hijau

Mulai dari Kemendikbud dengan kepala dinas pendidikan, kemudian dinas pendidikan melakukan rapat koordinasi dengan sekolah.

Setelah itu, sekolah melakukan rapat koordinasi dengan para guru.

Selanjutnya para wali kelas melakukan sosialisasi kepada seluruh orang tua dan siswa di kelasnya.

“Kami belum melihat ada upaya-upaya semacam itu, lalu bagaimana Kemdikbud (Kemendikbud) hendak membuka sekolah di semua zona yakni hijau, orange, kuning maupun merah, ketika tidak memiliki data apa pun di level sekolah," katanya.

Ilustrasi new normal di sekolah. Sejumlah siswa mengenakan masker saat mengikuti pelajaran di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sunter Agung 09, Jakarta Utara, Rabu (4/3/2020). (Tribunnews.com)

Sementara itu, menurutnya saat ini tidak bisa menggunakan slogan 'merdeka belajar' yang seakan-akan semua daerah sudah siap untuk sekolah tatap muka.

"Kebijakan seharusnya berbasis data, bukan coba-coba. Apalagi ini soal keselamatan dan kesehatan anak-anak Indonesia, untuk anak sebaiknya jangan coba-coba," kata Retno.

Rencana Pemerintah

Sebelumnya, pemerintah berencana akan mengizinkan pelaksanaan belajar tatap muka untuk sekolah yang berada di luar zona hijau Covid-19.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo, Senin (27/7/2020).

Pemerintah akan memberi izin penyelenggaraan sekolah tatap muka.

Baca: Pemerintah Segera Izinkan Pembelajaran Tatap Muka untuk Sekolah di Luar Zona Hijau, Kapan?

Baca: Orangtua Murid Mengaku Resah Jika Sekolah Dibuka Kembali pada Tahun Ajaran Baru di Tengah Covid-19

Menurut Doni, pemberian izin ini akan segera diumumkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah melakukan langkah-langkah. Dan mungkin tidak lama lagi akan diumumkan daerah-daerah yang selain zona hijau itu juga akan diberikan kesempatan melakukan kegiatan belajar tatap muka," kata Doni dalam jumpa pers seusai rapat dengan Presiden Jokowi, Senin (27/7/2020).

Namun, Doni menegaskan bahwa sekolah tatap muka di luar zona hijau ini harus digelar secara terbatas.

Dalam hal ini jumlah siswa yang hadir harus dibatasi.

Selain itu, durasi belajar di kelas juga harus dipersingkat.

Doni Monardo (TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI)

Meski demikian, Doni menyebut bahwa pembelajaran jarak jauh ini efektif untuk mencegah penularan Covid-19.

Di sisi lain, banyak siswa di daerah yang mengalami kesulitan belajar jarak jauh.

Hal ini dikarenakan keterbatasan sinyal internet dan gadget.

Doni pun memuji kreativitas daerah yang memberlakukan kebijakan belajar menggunakan radio pada masa pandemi ini.

"Beberapa daerah yang telah berinisiatif menggunakan radio panggil sebagai sarana pembelajaran oleh guru tentunya kita berikan apresiasi karena tidak ada rotan, akar pun jadi," ujar Doni.

"Jadi inilah kreativitas yang berkembang di masyarakat dan kami tentunya memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah melakukan berbagai langkah dan upaya sehingga kegiatan belajar-mengajar tetap dilakukan dengan segala keterbatasan yang ada," tuturnya.

(Tribunnewswiki/Afitria) (Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul KPAI: Sekolah Belum Siap Kenormalan Baru, Pemerintah Jangan Buka Sekolah Tatap Muka



Penulis: Nur Afitria Cika Handayani
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi

Berita Populer