Kasus Covid-19 di Indonesia Lampaui 100 Ribu, Presiden Jokowi Peringatkan Adanya Gelombang Kedua

Penulis: Abdurrahman Al Farid
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Joko Widodomenyampaikan pandangannya dalam KTT ASEAN ke-36 yang digelar secara virtual di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (26/6/2020).

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kasus positif Covid-19 di Indonesia kini sudah lampaui 100 ribu kasus.

Presiden Jokowi pun mengingatkan masyarakat tentang gelombang kedua virus corona.

Berdasarkan laporan data pada akun Twitter @BNPB_Indonesia, Selasa (28/7/2020) sore, tercatat ada 1.748 kasus baru.

Sehingga total kasus virus corona di Indonesia menjadi 102.051 orang.

Sementara jumlah pasien yang sembuh bertambah sebanyak 2.366 orang.

Total pasien sembuh yakni 60.539 orang.

Sedangkan 4.901 pasien positif virus corona dilaporkan meninggal dunia.

Jumlah tersebut bertambah 63 dari pengumuman di hari sebelumnya.

Baca: Universitas Oxford Beri Nilai D untuk Pemerintah Indonesia dalam Penanganan Kasus Covid-19

Baca: Ini Syarat Baru Naik Pesawat di Saat Pandemi Covid-19, Wajib Tunjukan Hasil Rapid Test

Meski sudah melebihi 100 ribu namun para ahli epidemiolog menyebut bahwa kasus Covid-19 di Indonesia belum mencapai puncaknya.

Pakar Epidemiolog Universitas Airlangga (Unair) Windhu Purnomo mengatakan, laporan kasus harian belum mengalami penurunan signifikan.

Dengan penambahan kasus yang banyak setiap harinya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun mengimbau agar masyarakat mengingat adanya gelombang kedua Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat membuka rapat terbatas terkait postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021, dari Istana Bogor, Selasa (28/7/2020).

Jokowi menyebutkan, ekonomi dunia saat ini tengah dilanda ketidakpastian akibat pandemi Covid-19 yang melanda lebih dari 200 negara.

Ia mengingatkan jajarannya untuk tetap mewaspadai gelombang kedua Covid-19.

"Kita tetap harus waspada kemungkinan dan antisipasi kita terhadap resiko terjadinya gelombang kedua, second wave, dan masih berlanjutnya sekali lagi ketidakpastian ekonomi global di tahun 2021," kata dia, dikutip dari Kompas.com.

Presiden Joko Widodo meninjau progres penanganan Covid-19 di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Rabu (10/6/2020). Presiden mengunjungi Kantor Gugus Tugas Nasional Covid-19 yang berada di BNPB guna memantau penanganan COVID-19 pada masa new normal. (TRIBUNNEWS/SETPRES/AGUS SUPARTO)

Untuk itu, Jokowi memberi 5 arahan agar tak ada gelombang kedua Covid-19.

Pertama, Presiden mengingatkan pentingnya prakondisi yang ketat.

Sosialisasi kepada masyarakat harus dilakukan secara masif terutama mengenai sejumlah protokol kesehatan yang harus diikuti, seperti menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan atau keramaian, hingga menjaga imunitas tubuh.

Kedua, Presiden mengingatkan pentingnya perhitungan cermat dalam mengambil kebijakan yang didasarkan pada data dan fakta di lapangan.

Terkait hal ini, Presiden meminta tiap kepala daerah yang ingin memutuskan daerahnya masuk ke fase new normal agar berkoordinasi dengan Gugus Tugas.

"Datanya seperti apa, pergerakannya seperti apa, faktanya seperti apa, karena saya lihat di sini datanya ada semua. Jadi lihat perkembangan data epidemiologi, terutama angka Ro dan Rt. Perhatikan juga tingkat kepatuhan dan masyarakat. Pastikan manajemen di daerah siap atau tidak melaksanakan," ucap Jokowi.

Ketiga, Presiden juga mengingatkan soal penentuan prioritas mengenai sektor dan aktivitas mana saja yang bisa dimulai dan dibuka secara bertahap.

Sektor ekonomi, sektor dengan penularan Covid-19 yang rendah tapi memiliki dampak ekonomi tinggi harus didahulukan.

Keempat, Kepala Negara ingin agar konsolidasi dan koordinasi antara pemerintah pusat dengan daerah, mulai dari provinsi hingga tingkat RT, terus diperkuat.

Begitu juga dengan koordinasi di internal Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda).

Kelima, Presiden meminta agar evaluasi dilakukan secara rutin.

Presiden mengingatkan agar jajarannya tidak lengah terutama karena kondisi di lapangan masih sangat dinamis.

Menurutnya, keberhasilan pengendalian Covid-19 sangat ditentukan oleh kedisiplinan dan protokol kesehatan.

Baca: Ratusan Pegawai Kementerian dan BUMN Tertular Covid-19, Epidemiolog Minta WFH Diberlakukan Kembali

Baca: Presiden Jokowi Beri Peringatan soal Gelombang Kedua Covid-19: Kita Harus Waspada

(Kompas.com/gridhealth/Nikita Yulia Ferdiaz)(Tribunnewswiki/Farid)

Artikel ini telah tayang di Grid Health dengan judul: Kasus Virus Corona di Indonesia Belum Sampai Puncak, Jokowi Peringatkan Gelombang Kedua Covid-19



Penulis: Abdurrahman Al Farid
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
BERITA TERKAIT

Berita Populer