Wakil Ulama Kota Banda Aceh Dukung Kebijakan Turki Ubah Haghia Sophia Jadi Masjid

Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Orang-orang mengunjungi museum Hagia Sophia pada 26 Juni 2020 di Istanbul. Pengadilan tinggi Turki dijadwalkan pada 2 Juli 2020 untuk memberikan vonis kritis pada status landmark landmark Istanbul yang menjadi museum masjid yang berubah menjadi masjid, Hagia Sophia, sebuah keputusan yang dapat mengobarkan ketegangan terutama dengan negara tetangga Yunani. Gedung abad keenam - sebuah magnet bagi para wisatawan di seluruh dunia dengan arsitekturnya yang menakjubkan - telah berfungsi sebagai museum sekuler sejak tahun 1930-an yang menjadikannya terbuka bagi umat beragama dari semua agama.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Wakil Ketua Majelis Permusyawratan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh Tgk Bulqaini Tanjungan mendukung sepenuhnya kebijakan pemerintah Turki mengubah Hagia Sophia kembali menjadi masjid.

Menurut Tgk Bulqaini, selama ini Turki di bawah kepemimpinan Presiden Receb Tbayeb Erdogan sudah menunjukkan kepeduliannya yang besar terhadap dunia Islam dan membantu orang-orang yang lemah di berbagai belahan dunia.

"Maka tidak ada alasan untuk tidak mendukungnya dalam isu Hagia Sophia. Apalagi yang sedang dilakukannya kali ini adalah mengubah fungsi Hagia Sophia kembali menjadi masjid tempat dimana umat Islam akan dapat beribadah," ujar Tgk Bulqaini melalui siaran pers seperti dikutip dari Tribun Aceh, Minggu (26/7/2020).

Sebagai umat Islam, kata Tgk Bulqaini, pihaknya menyambut gembira kebijakan Erdogan ini. Apalagi Hagia Sophia pernah berabad-abad lamanya menjadi masjid sebelum kemudian diubah menjadi museum hampir selama satu abad oleh rezim Turki sebelumnya yang sangat sekuler.

Menurut Tgk Bulqaini yang juga pimpinan pesantren Markaz Ishlah Al Aziziyah di Banda Aceh ini, kebijakan Presiden Erdogan ini dapat dipahami sebagai upaya mengangkat martabat umat Islam di pentas dunia.

"Apa yang dilakukan Erdogan dengan mengubah Hagia Sophia menjadi masjid menunjukkan bahwa umat Islam di Turki telah mampu keluar dari intervensi asing yang selama ini membelenggu tekad umat Islam untuk bangkit," ujar Tgk Bulqaini.

Baca: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Umumkan Perubahan Museum Hagia Sophia Menjadi Masjid

Gambar selebaran ini dirilis oleh kantor pers kepresidenan Turki pada 23 Juli, menunjukkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (C), Menteri Pariwisata Mehmet Nuri Ersoy (kanan) dan Kepala Direktorat Urusan Agama Turki Ali Erbas (kiri) berpose berpose pada Hagia Masjid Sophia di Istanbul. Doa pertama di Hagia Sofiaa sejak landmark Istanbul diubah menjadi masjid akan berlangsung pada 24 Juli 2020. Pengadilan tinggi Turki membuka jalan bagi konversi dalam keputusan untuk mencabut status museum bangunan yang diberikan hampir seabad lalu. Bangunan abad keenam telah dibuka untuk semua pengunjung, terlepas dari kepercayaan mereka, sejak diresmikan sebagai museum pada tahun 1935. (Murat CETINMUHURDAR / LAYANAN PERS PRESIDEN TURKI / AFP)

Hal serupa disampaikan akademisi UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Dr Teuku Zulkhairi MA.

Ia mengatakan bahwa Turki saat ini perlahan-lahan sudah berhasil bangkit dari keterpurukan panjangnya.

"Di bawah rezim Turki yang sekuler sebelum era Erdogan, Turki dijuluki negara sakit di Eropa. Sekarang Turki menjadi negara penting dan tidak bisa didikte negara lain, khususnya dalam kasus Hagia Sophia ini, " ujar Zulkhairi.

Baca: Kisah Kucing Gli yang Tinggal di Hagia Sophia selama 14 Tahun, Pernah Dielus Presiden Obama

FOTO: Hagia Sophia, warisan situs budaya UNESCO (Ozan KOSE / AFP)

Zulkhairi juga mengatakan, reaksi kemarahan yang ditunjukkan oleh Yunani kepada Turki menunjukkan bahwa cara berpikir mereka sangat intoleran.

"Yunani dan negara-negara Barat lainnya menyoal Turki yang mengubah Hagia Sophia kembali menjadi masjid, tapi pada saat yang sama negara-negara Barat justru mengubah ratusan masjid warisan Ottoman menjadi gereja.

Jadi reaksi Barat itu menunjukkan cara berpikir mereka yang sangat intoleran, " terang Zulkhairi.

Baca: Beralih Fungsi Jadi Masjid, Hagia Sophia Gelar Salat Jumat Perdana sejak 86 Tahun Silam

Baca: Salat Jumat Pertama di Hagia Sophia, Ornamen Kristiani Tetap Dipajang Namun akan Ditutup Tirai

Foto udara ini diambil pada 28 Juni 2020 di Istanbul menunjukkan museum Hagia Sophia di Istanbul. Pengadilan tinggi Turki dijadwalkan pada 2 Juli 2020 untuk memberikan vonis kritis pada status landmark landmark Istanbul yang menjadi museum masjid yang berubah menjadi masjid, Hagia Sophia, sebuah keputusan yang dapat mengobarkan ketegangan terutama dengan negara tetangga Yunani. Gedung abad keenam - sebuah magnet bagi para wisatawan di seluruh dunia dengan arsitekturnya yang menakjubkan - telah berfungsi sebagai museum sekuler sejak tahun 1930-an yang menjadikannya terbuka bagi umat beragama dari semua agama. (Ozan KOSE / AFP)

Baca: Dikritik karena Ubah Hagia Sophia Jadi Masjid, Presiden Erdogan Tepis Semua Kecaman Internasional

Baca: Masih Kontroversial, Pejabat Turki Sebut Kewenangan Ubah Hagia Sophia Jadi Masjid Ada pada Erdogan

(TRIBUNNEWSWIKI.COM)



Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Archieva Prisyta

Berita Populer