Hal itu menyusul viralnya kawasan Dieng yang tengah diselimuti embun es.
Bahkan, suhu di sana disebut mencapai -3,5 derajat Celcius.
Meski demikian, suhu di Dataran Tinggi Dieng belum dikonfirmasi secara pasti oleh alat ukur suhu terstandar milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), seperti diberitakan Kompas.com.
“Suhu Dieng di tengah musim kemarau menuju puncaknya memang dapat mencapai suhu minus setiap tahunnya. Umumnya terjadi pada periode Juli hingga September,” tutur Siswanto, M.Sc., selaku Kepala Sub Bidang Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG kepada Kompas.com, Minggu (26/7/2020).
Siswanto menjelaskan, tahun lalu pihaknya melakukan verifikasi suhu minus dengan memasang alat Automated Weather Station (AWS).
Baca: Siap Bangkit dari Keterpurukan, Wisata Dieng Akan Kembali Dibuka dengan Skema Protokol Kesehatan
“Kami menemukan bahwa pada saat terjadi embun es, suhu mencapai -2 derajat Celcius. Terjadi beberapa kali, namun tidak setiap hari. Ini memvalidasi pengukuran suhu yang dilakukan masyarakat, yang mengatakan suhu minus hingga -11 derajat Celcius,” papar Siswanto.
Informasi serupa diungkapkan oleh Dr Indra Gustari, ST., M.Si., selaku Kepala Bidang Analisis Variabilitas Iklim.
“AWS ini alat pengukuran yang terstandar, mengukur suhu 1,5 meter dari permukaan tanah. Beda dengan cara pengukuran yang dilakukan masyarakat, yaitu dengan meletakkan termometer langsung di atas tanah,” tuturnya.
Indra mengatakan memang belum ada alat ukur yang terstandar di Dataran Tinggi Dieng.
“Mungkin bulan ini tim akan memasang alat tersebut,” lanjutnya.
Embun Es Muncul Tiga Hari Berturut-Turut
Baca: Telaga Menjer Wonosobo
Fenomena embun es kembali terjadi di kawasan dataran tinggi Dieng, tepatnya Kompleks Candi Arjuna, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
Karyawan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banjarnegara, Aryadi Darwanto mengungkapkan, embun es atau yang disebut embun upas oleh warga lokal, muncul selama tiga hari berturut-turut, sejak Jumat (24/7/2020) hingga Minggu (26/7/2020) pagi.
"Jumat suhu udara 0 derajat celsius, ada embun es, tapi tipis. Kemudian Sabtu embun es lebih tebal, tapi tidak ada data yang akurat berapa suhunya," kata Aryadi saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (27/7/2020).
Aryadi memprediksi pada Sabtu malam suhu udara di kompleks Candi Arjuna di bawah 0 derajat celsius. "Saya Sabtu malam naik ke Gunung Bisma, pukul 08.30 suhunya sudah 7 derajat celsius, sudah mulai turun (embun es)," ujar Aryadi.
Baca: Kawah Sikidang Dieng
Fenomena embun es, kata Aryadi, juga muncul pada Minggu pagi. Suhu udara pada pukul 04.30 WIB hampir mendekati 3,5 derajat celsius.
Namun berdasarkan pantauan Senin pagi ini, embun es tidak muncul di dataran tinggi Dieng.
"Kemarin embun es muncul di sekitar Candi Arjuna dan Telaga Balekambang, belum sampai ke perkebunan warga. Tanaman eceng gondok yang di telaga tertutup embun es," kata Aryadi.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dataran Tinggi Dieng Diselimuti Embun Es, Suhu Udara di Bawah Nol Derajat Celsius" dan "BMKG: Suhu Dieng Belum Tentu sampai -3,5 Derajat Celcius"