Informasi
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Agranulositosis merupakan kondisi saat sumsum tulang tidak memproduksi sel darah putih jenis tertentu, sering kali neutrofil, dan dalam jumlah yang cukup.
Agranulositosis terkadang dapat tidak menunjukkan tanda dan gejala pada saat tidak terjadi infeksi. Tanda dan gejala awal dari agranulositosis dapat mencakup:
- Demam yang timbul tiba-tiba;
- Menggigil;
- Nyeri tenggorok;
- Kelemahan pada ekstremitas;
- Nyeri pada rongga mulut dan gusi;
- Sariawan; dan
- Gusi berdarah.
Tanda dan gejala lainnya dari agranulositosis dapat mencakup:
- Denyut jantung yang meningkat;
- Frekuensi pernapasan yang cepat;
- Tekanan darah yang menurun; dan
- Abses pada kulit
Baca: Anemia
Baca: Rubella
Penyebab
Agranulositosis bisa terjadi akibat cacat lahir (kongenital) atau didapat akibat penyakit, obat, dan prosedur medis.
Agranulositosis kongenital disebabkan oleh kelainan genetik langka, yaitu sindrom Kostmann.
Kelainan ini diturunkan kepada anak-anak dari orang tua.
Suatu penelitian membuktikan bahwa sebanyak 70 persen kasus agranulositosis terkait dengan pemakaian obat antipsikotik (misalnya, clozapine), antimalaria, antiinflamasi, serta antitiroid (seperti, carbimazole).
Penyebab agranulositosis yang didapat meliputi:
- Kondisi autoimun, seperti lupus dan rheumatoid arthritis;
- Penyakit yang menyerang sumsum tulang, seperti anemia aplastik, leukemia, dan sindrom mielodisplasia;
- Hepatitis;
- HIV;
- Tindakan kemoterapi dan transplantasi sumsum tulang;
- Paparan senyawa kimiawi, seperti arsenik atau merkuri; dan
- Obat-obatan, seperti obat antipsikotik, obat malaria (misalnya pil kina), OAINS, dan obat hipertiroid (contoh thiamazole).
Baca: Asbestosis
Baca: Amputasi
Pengobatan
Bila agranulositosis terjadi akibat adanya penyakit yang mendasari, maka kondisi tersebut harus mendapatkan penanganan terlebih dahulu.
Bila dibutuhkan pengobatan untuk kondisi lain yang menyebabkan agranulositosis, dokter dapat meresepkan penanganan lain sebagai substitusi.
Pada orang yang mengonsumsi beberapa jenis obat, dapat dilakukan penghentian konsumsi obat-obatan tersebut untuk membantu menentukan pengobatan manakah yang menyebabkan masalah tersebut.
Dokter juga dapat meresepkan pengobatan antibiotik atau antijamur apabila terdapat infeksi.
Salah satu jenis penanganan yang disebut sebagai colony-stimulating factor dapat digunakan pada sebagian orang, seperti individu yang mengalami agranulositosis yang didapat sebagai akibat dari kemoterapi.
Penanganan ini mendukung sumsum tulang untuk memproduksi neutrofil dalam jumlah yang lebih banyak, dan dapat digunakan bersamaan dengan siklus
Pencegahan
Salah satu cara untuk mencegah terjadinya agranulositosis adalah menghindari konsumsi pengobatan yang dapat menyebabkannya.
Bila seseorang harus mengonsumsi pengobatan jangka panjang yang dapat memicu kondisi tersebut, dapat dilakukan pemeriksaan darah secara berkala untuk memeriksa kadar neutrofil.
Dokter juga dapat menyarankan untuk menghentikan asupan pengobatan apabila terdapat penurunan hitung neutrofil dalam darah.