WHO Sebut Vaksinasi Covid-19 Belum Bisa Dilakukan Awal 2021

Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan vaksinasi Covid-19 belum bisa dilakukan awal 2021. Foto: Perusahaan farmasi Zydus Cadila pada 3 Juli 2020 merilis foto seorang pekerja farmasi yang memperlihatkan vaksin yang dikembangkan perusahaan itu untuk mencegah infeksi virus corona.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Uji coba awal vaksin Covid-19 menunjukkan hasil baik dan beberapa vaksin sedang diuji klinis fase tiga.

Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan penggunaan pertama vaksin Covid-19 belum bisa dilakukan hingga awal 2021, dilansir dari Channel News Asia, Kamis (23/7/2020).

Kepala Program Kedaruratan WHO, Mike Ryan, mengatakan pihaknya sedang bekerja untuk memastikan distribusi vaksin yang adil.

Namun, lanjut dia, upaya menekan penyebaran virus akan terus dilakukan mengingat setiap hari kasus baru di seluruh dunia hampir mencapai rekor.

"Kami membuat kemajuan yang baik," kata Ryan.

Ryan mencatat bahwa beberapa vaksin sekarang dalam uji coba fase 3 dan sejauh ini tidak ada yang gagal, baik dalam hal keamanan atau kemampuan untuk menghasilkan respons kekebalan dari tubuh.

Baca: Ini Alasan Vaksin Covid-19 Buatan Sinovac dari China Diuji Klinis Fase 3 di Indonesia

Gambar selebaran yang dikeluarkan oleh kantor pers Pemerintah Negara Bagian Sao Paulo memperlihatkan Gubernur Negara Bagian Sao Paulo Joao Doria memegang vaksin COVID-19 selama tahap uji coba vaksin yang diproduksi oleh perusahaan China Sinovac Biotech di Rumah Sakit das Clinicas (HC) di negara bagian Sao Paulo , Brasil, pada 21 Juli 2020. Uji coba vaksin akan dilakukan di Brasil dalam kemitraan dengan Brasil Research Institute Butanta. (Handout / Pemerintah Negara Bagian Sao Paulo / AFP)

Vaksin potensial

Ryan menjelaskan bahwa WHO bekerja untuk memperluas akses ke vaksin potensial dan untuk membantu meningkatkan kapasitas produksi.

"Kita harus adil tentang ini, karena ini adalah barang global. Vaksin untuk pandemi ini bukan untuk orang kaya maupun untuk orang miskin. Vaksin untuk semua orang," katanya.

Sebelumnya, Pemerintah AS akan membeli 100 juta dosis vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Pfizer Inc dan bioteknologi Jerman, BioNTech jika terbukti aman dan efektif.

Ryan juga memperingatkan sekolah untuk berhati-hati dalam membuka kembali sampai transmisi komunitas Covid-19 terkendali.

Baca: 5 Fakta Vaksin Covid-19 dari China yang Diuji Coba di Indonesia, Harga hingga Waktu Distribusi

Baca: Direktur Bio Farma Ungkap Alasan Indonesia Pilih Vaksin Covid-19 Asal China

Perdebatan di Amerika Serikat tentang memulai kembali pendidikan telah meningkat, bahkan ketika pandemi itu menjalar di banyak negara bagian.

"Kita harus melakukan segala yang mungkin untuk membawa anak-anak kita kembali ke sekolah, dan hal paling efektif yang bisa kita lakukan adalah menghentikan penyakit di komunitas kita," katanya.

"Karena jika kamu mengendalikan penyakit di komunitas, kamu bisa membuka sekolah," imbuh Ryan.

Uji coba awal vaksin Covid-19

Sementara itu, profesor epidemiologi di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Michigan, Aubree Gordon,  juga mengatakan hal yang sama.

Aubree mengungkapkan bahwa hasil uji coba awal soal vaksin telah menunjukkan harapan.

"Hasil uji coba fase 1 dan atau fase 2, sangat menjanjikan. Kami harus percaya hasil ini, sementara mengakui bahwa ada pihak yang tidak membuktikan vaksin itu efektif," katanya.

"Percobaan fase awal ini membahas keamanan dan apakah vaksin tersebut memunculkan respons kekebalan yang baik. Berita baiknya adalah kita memiliki beberapa vaksin yang telah atau sedang bergerak maju ke uji coba fase 3 hingga fase yang diperlukan untuk membuktikannya berfungsi untuk perizinan," kata Aubree.

Ilmuwan senior di Pusat Keamanan Kesehatan Universitas Johns Hopkins, Amesh Adalja mengatakan "sulit untuk menarik kesimpulan tegas" dari hasil uji coba awal dan mencatat bahwa vaksin AstraZeneca-Oxford akan ampuh.

Halaman
12


Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Melia Istighfaroh
BERITA TERKAIT

Berita Populer