Padahal, AS dan China terus bersitegang dalam beberapa waktu terakhir.
"Kami bersedia bekerja dengan siapa pun yang akan memberi kami hasil yang baik," kata Trump, ketika ditanya apakah pemerintah akan berkolaborasi dengan China pada vaksin yang ditujukan bagi warga Amerika.
Diberitakan Kontan, pertanyaan itu muncul sehari setelah peneliti mengatakan sebuah vaksin terhadap virus corona yang dikembangkan oleh CanSino Biologics Inc China dan unit penelitian militer China tampaknya aman dan memicu respons kekebalan pada sebagian besar subjek dalam studi tahap tengah yang diawasi dengan ketat.
Reuters memberitakan vaksin CanSino merupakan satu di antara sedikit vaksin yang memungkinkan diuji pada manusia.
Baca: Vaksin Covid-19 Buatan Oxford Mungkin Tersedia Akhir Tahun Ini, Namun Tak Ada Kepastian
Vaksin lainnya yang juga bersiap untuk uji coba tersebut termasuk vaksin dari Moderna Inc yang berbasis di AS dan BioNTech SE Jerman, dalam kemitraan dengan produsen obat Amerika Pfizer Inc.
Data percobaan yang dikembangkan oleh Univesitas Oxford dan AstraZeneca juga dirilis pada hari Senin.
Melihat semua kemungkinan yang ada, Presiden Donald Trump merasa optimis.
"Saya pikir kita akan memiliki beberapa hasil yang sangat bagus. Kami sudah dalam pengujian. Tidak ada yang berpikir itu mungkin,” katanya.
"Saya pikir Anda akan melihat sesuatu selama periode waktu yang cukup singkat berikutnya -mungkin periode yang sangat singkat- berkaitan dengan terapi dan vaksin yang sangat baik."
Ketegangan AS-China
Baca: AS dan India Gelar Latihan Militer Bersama, Ahli: Mereka Sama-sama Tergetkan China
Fakta bahwa Amerika tak menutup kemungkinan kerja sama dengan China terbilang cukup mengejutkan.
Pasalnya kedua negara terlibat aksi saling tuding hingga ketegangan militer.
Baru-baru ini, Tiongkok marah besar atas tindakan Angkatan Laut AS yang unjuk gigi di kawasan Laut China Selatan.
Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Kementerian Pertahanan China.
Menurut Kemenhan, Kementerian Pertahanan AS mengabaikan fakta-fakta yang benar dan salah.
China juga menuding AS tengah berusaha untuk mengasingkan negara-negara di kawasan itu demi menuai keuntungan yang tidak adil.
"Kami sangat tidak puas dan dengan tegas menentang ini," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Ren Guoqiang dalam sebuah pernyataan seperti yang dilansir Kontan dari Global Times.
Pernyataan ini disampaikan setelah Pentagon menuding aksi latihan militer China di perairan dekat Kepulauan Xisha dari 1 Juli hingga 4 Juli merupakan tindakan yang tidak produktif terhadap upaya meredakan ketegangan dan menjaga stabilitas.
Menuding balik, Ren menyebut justru Amerika yang menyebabkan ketegangan militer di Laut China Selatan.