Sambut Idul Adha, Ini Tata Cara dan Adab Menyembelih Hewan Kurban Sesuai Sunah Nabi Muhammad SAW

Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Foto sapi, hewan kurban yang menjadi favorit umat muslim di Indonesia. Berikut Tata cara dan adab menyembelih hewan kurban sesuai sunah Nabi Muhammad SAW bagi yang ditugaskan menjadi panitia kurban Idul Adha 1441 H.

Tata cara menyembelih hewan qurban tersebut banyak dipraktikkan di Indonesia.

Adab menyembelih hewan kurban

Sapi dan kambing merupakan hewan kurban yang umum di Indonesia (Instagram @de.lights)

Berikut beberapa adab yang perlu diperhatikan saat menyembelih hewan kurban:

1. Hendaknya yang menyembelih adalah shohibul kurban sendiri

Jika mampu, maka shohibul kurban atau orang yang memberikan hewan untuk dikurbankan-lah yang menyembelih.

Namun jika tidak mampu maka bisa diwakilkan orang lain.

Meski demikian, shohibul kurban disyariatkan untuk ikut menyaksikan.

Apabila shohibul kurban tidak mampu, maka diperbolehkan untuk tidak menyaksikan.

2. Gunakan pisau tajam

Semakin tajam pisau yang digunakan untuk menyembelih hewan kurban maka semakin baik.

Anjuran tersebut berdasarkan hadis dari Syaddad bin Aus Radhiyallaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْح وَ ليُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ فَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ

“Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat ihsan dalam segala hal. Jika kalian membunuh maka bunuhlah dengan ihsan, jika kalian menyembelih, sembelihlah dengan ihsan. Hendaknya kalian mempertajam pisaunya dan menyenangkan sembelihannya,” (HR. Muslim).

3. Tidak mengasah pisau dihadapan hewan yang akan disembelih

Jangan asah pisau yang akan digunakan untuk menyembelih di hadapan hewan yang akan dikurbankan.

Hal tersebut lantaran hewan kurban bisa merasa ketakutan sebelum disembelih.

Berdasarkan hadis dari Ibnu Umar Radhiyallaahu ‘anhuma,

أَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِحَدِّ الشِّفَارِ ، وَأَنْ تُوَارَى عَنِ الْبَهَائِمِ

“Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mengasah pisau, tanpa memperlihatkannya kepada hewan,” (HR. Ahmad, Ibnu Majah).

Dalam riwayat yang lain, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati seseorang yang meletakkan kakinya di leher kambing, kemudian dia menajamkan pisaunya, sementar binatang itu melihatnya.

Halaman
1234


Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Melia Istighfaroh

Berita Populer