PM Irak Mustafa al-Kadhimi Kunjungi Iran, Sambangi Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei

Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sebuah foto dari lembaga kepresidenan Iran pada 21 Juli 2020, menunjukkan Presiden Hassan Rouhani (kanan) menerima Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhemi (kiri) di ibukota Teheran dengan memakai masker sebagai tindakan pencegahan pandemi virus corona (COVID-19)

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Perdana Menteri (PM) Irak, Mustafa al-Kadhimi melakukan perjalanan ke Teheran, Selasa, (21/7/2020).

Kunjungan ini merupakan perjalanan luar negeri pertamanya sejak menjabat pada Mei 2020.

Selain dijamu oleh Presiden Iran, Hassan Rouhani, mantan Menteri Luar Negeri Irak ini dilaporkan akan mengadakan pertemuan dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Sebelumnya, agenda al-Kadhimi dijadwalkan ke Arab Saudi untuk bertemu Raja Salman bin Abdulaziz.

Namun, kondisi Raja Arab Saudi yang tidak begitu baik akibat penyakit radang kantung empedu, membuat perjalanan ditunda.

Sebelum kunjungan ini, Menlu Iran, Mohammad Javad Zarif mengunjungi Baghdad, Minggu (19/7/2020).

Baca: Mengenal Mustafa al-Kadhimi, dari Seorang Jurnalis, Kepala Intelijen, hingga Perdana Menteri Irak

Presiden Iran Hassan Rouhani (Al Jazeera)

Javad Zarif sempat pergi ke lokasi tewasnya dua pimpinan militer Iran, Qassem Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis.

Tindakan Javad Zarif ini disorot sejumlah media semakin memperkeruh konflik AS-Iran.

Apa yang dilakukan Mustafa al-Khadimi di Iran?

Diwartakan Jerussalem Post, Selasa (21/7), Irak sedang berada dalam kondisi yang rumit di tengah konflik Iran dan Amerika Serikat.

Sebagian wilayah Irak diketahui ikut terdampak konflik antar-dua negara tersebut selama setahun terakhir.

Mustafa al-Kadhimi sendiri sedang banyak tekanan dari sebagian besar partai/kelompok yang berpihak pada Iran dan aliansi paramiliternya.

Baca: Iran Eksekusi Mati Seorang Terpidana karena Konsumsi Miras

Komandan Pasukan Quds Iran, Qasel Soleimani (kiri) dan Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei (kanan).(twitter.com/ur_khamenei) (twitter.com/ur_khamenei)

Ia seringkali dianggap berpihak ke Amerika Serikat lantaran ada anggapan dirinya bakal mengekang kekuatan milisi dan kelompok politik yang mendukung Iran.

Dalam dua bulan pertamanya bekerja sebagai PM, pasukan keamanan Irak sempat menangkap milisi yang mendukung Iran.

Namun, sebagian besar dari mereka yang ditahan telah dibebaskan dengan cepat.

Baca: Pemimpin Hamas, Khaled Mashal: Malaysia Tegas dalam Konflik Palestina-Israel di Kancah Internasional

Amerika Serikat memuji langkah al-Kadhimi ini, termasuk diangkatnya kembali Kepala Layanan Anti-Terorisme Irak, Abdul Wahhab al-Saidi.

Sebagai informasi, pemecatan al-Saidi di bawah kekuasaan Irak sebelumnya sempat memicu kerusuhan anti-pemerintah.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)



Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Melia Istighfaroh

Berita Populer