Stefano Pioli Bawa AC Milan Tampil Impresif, Manajemen Klub Gamang dengan Rencana Ganti Pelatih

Penulis: Haris Chaebar
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Stefano Pioli, posisinya sebagai pelatih AC Milan terancam digusur Ralf Rangnick di akhir musim 2019-20.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pasca pembekuan liga sepak bola akibat Covid-19, performa beberapa klub di Italia mengalami peningkatan.

Salah satunya adalah AC Milan.

Klub tradisional Italia yang dalam beberapa musim terakhir tampil mengecewakan ini, mulai kembali ke performa konsisten.

Terutama pasca pembukaan kembali Liga Italia musim 2019-20 akibat Covid-19, AC Milan kini meraih empat kemenangan dan dua seri dalam enam laga terakhir.

Performa bagus tim besutan Stefano Pioli inipun membuat manajemen AC Milan mengalami kegalauan.

Kegalauan manajemen klub berjuluk Rossoneri adalah berkaitan penunjukkan sosok pelatih di musim depan.

Baca: Gagal Juara Liga Spanyol dan Dikritik oleh Messi, Pelatih Barcelona Terancam Dipecat Akhir Musim Ini

Baca: Sukses Juara Liga Spanyol, Inilah 2 Tokoh Kunci di Balik Kesuksesan Real Madrid di Musim 2019-20 Ini

Elliott Management sebagai pemilik AC Milan saat ini dengan dikepalai CEO, Ivan Gazidis sudah memiliki rencana yang jelas mengganti pelatih musim depan.

AC Milan diketahui sedang mendekati direktur olahraga klub-klub franchise Red Bull, Ralf Rangnick.

Ralf Rangnick, sosok yang disebut akan menjadi pelatih AC Milan mulai musim 2020-21. (AFP)

Pendekatan AC Milan terhadap Ralf Rangnick tidak main-main.

Pasalnya, Rangnick bukan cuma didekati untuk menjadi pelatih, tetapi juga memegang peran sebagai direktur teknik AC Milan.

Ambisi manajemen AC Milan saat ini yang sangat mendambakan Ralf Rangnick bahkan ikut memungut tumbal.

Legenda AC Milan, Zvonimir Boban, sampai dipecat karena tidak suka dengan negosiasi klubnya dengan Rangnick yang dilaksanakan tanpa sepengetahuannya.

Bahkan legenda klub Paolo Maldini, yang kini menjadi direktur teknik AC Milan, juga dikabarkan tidak senang dan bakal hengkang di akhir musim 2019-2020.

Dari sisi pemain, penyerang AC Milan saat ini yakni Zlatan Ibrahimovic, juga pernah secara terang-terangan mengaku dia tidak terlalu suka dengan cara Ivan Gazidis dan tidak mengenal siapa itu sosok Ralf Rangnick. 

Baca: Hasil Liga Italia Pekan 33: Juventus Lagi-lagi Hampir Kalah, Milan dan AS Roma Raih Kemenangan

Baca: Ibrahimovic Dikabarkan Hengkang dari AC Milan Akhir Musim, Bologna Bantah Bakal Boyong sang Bintang

Kabar sudah deal-nya antara AC Milan dengan Ralf Rangnick juga disebut merupakan sikap tak adil terhadap Stefano Pioli, yang kini menjadi juru latih Rossoneri.

Namun, performa bagus AC Milan di tangan Pioli sejak Liga Italia dimulai lagi akhirnya membuat manajemen klub mulai berpikir ulang soal Rangnick.

AC Milan secara luar biasa tidak pernah kalah dan menang 6 kali dalam 8 pertandingan setelah Liga Italia dimulai lagi.

Setan Merah meraih 20 poin dari kemungkinan maksimal 24.

AC Milan mencetak total 25 gol selama periode itu (rata-rata 3,1 gol per partai) dan minimal bikin 2 gol dalam setiap laga.

Dalam 8 pertandingan itu, AC Milan mengalahkan tim-tim papan atas seperti AS Roma, Lazio, dan Juventus.

Ismael Bennacer, Franck Kessie, Ante Rebic, dan Hakan Calhanoglu yang sebelumnya tampil biasa-biasa saja, seperti telah menemukan performa terbaik mereka.

Skuad AC Milan 2019-20. (AFP)

Jika awalan liga dimulai dari Juni 2020, bersama Atalanta, AC Milan bakal memuncaki klasemen Liga Italia saat ini.

"Kami bekerja keras selama lockdown, terima kasih juga untuk usaha para pemain."

"Tetapi, mentalitas yang membuat perbedaan."

"Kami menjadi sebuah tim sekarang, yakin pada apa yang kami lakukan dan hal itu membuat semuanya berjalan lebih bagus," tutur Pioli.

Melihat performa tim sangat keren belakangan ini, seperti dikutip dari Corriere della Sera, manajemen AC Milan mulai memikirkan sebuah solusi alternatif.

Sampai beberapa pekan lalu, solusi ini tak pernah menjadi pertimbangan.

Solusi alternatif itu adalah Stefano Pioli tetap menjadi pelatih dan Ralf Rangnick hanya bertugas sebagai direktur teknik, setidaknya untuk tahun pertama pria Jerman itu di Milanello.

Pioli masih memiliki empat pertandingan terakhir di Liga italia 2019-2020 untuk meyakinkan manajemen klub soal solusi alternatif ini.

Ruang ganti AC Milan sendiri diketahui sepenuhnya mendukung Pioli.

"Pioli membiarkan saya bermain dengan cara yang saya inginkan."

"Dia banyak membantu. Saya bisa bilang bahwa saat ini saya bermain untuk dia juga karena dia sangat penting bagi saya dan semua pemain di dalam tim," ujar Calhanoglu.

Dalam jajak pendapat di Tuttomercatoweb, hampir 90% suara yang masuk juga menyarankan agar AC Milan mempertahankan Pioli musim depan.

Profil singkat Stefano Pioli

Stefano Pioli, pelatih AC Milan. ((Instagram.com/@rossoneri.ir)

 Stefano Pioli adalah pelatih sepak bola Italia sekaligus mantan pemain sepak bola berposisi sebagai pemain bertahan.

Stefano Pioli lahir di Parma, Italia pada 20 Oktober 1965. 

Stefano Pioli menjadi pelatih AC Milan sejak musim 2019-20  setalah ia menggantikan Marco Giampaolo. 

Stefano Pioli menandatangani kontrak kesepakatan hingga tahun 2021, dengan 1 juta Euro akan dibayarkan hingga akhir musim dan 1,5 juta Euro untuk musim depan.

Terpilihnya Stefano Pioli sebagai pelatih baru AC Milan sempat mendapatkan kritik negatif dari para penggemar AC Milan.

Kritikan terhadap Stefano Pioli dikarenakan dirinya yang pernah menyatakan bahwa ia dan keluarganya merupakan fans berat dari Inter Milan, klub yang notabene adalah rival dari AC Milan.

Terlebih, Pioli juga pernah menangani Inter pada musim 2016-17.

Di akhir musim 2019-20, Stefano Pioli dirumorkan akan diganti oleh direktur olahraga klub-klub Red Bull, Ralf Rangnick.

(Tribunnewswiki.com/Ris)

Sebagian artikel tayang di Bolasport.com berjudul AC Milan-nya Stefano Pioli Terlalu Keren, Ralf Rangnick Cuma Direktur Teknik.



Penulis: Haris Chaebar
Editor: Melia Istighfaroh
BERITA TERKAIT

Berita Populer