Pemimpin Hamas, Khaled Mashal: Malaysia Tegas dalam Konflik Palestina-Israel di Kancah Internasional

Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: haerahr
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

FOTO: Khaled Mashal, pemimpin Hamas, sebuah organisasi paramiliter Islam di Palestina dan partai politik

Antara lain, menurutnya, yaitu dengan melakukan isolasi (pengucilan) secara politik, ekonomi, dan sosial ditingkat regional dan global.

"Isu Palestina merupakan concern dan aspirasi dari sebagian besar rakyat Indonesia, terutama dalam rangka menjalankan amanat konstitusi kita," kata Fadli.

"Palestina adalah termasuk (negara) yang mengakui kemerdekaan kita sejak awal," ucap Fadli dalam acara webinar yang mengangkat tema Melawan Aneksasi Israel Atas Wilayah Palestina, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip dari situs DPR RI, Jumat (10/7/2020).

Baca: Cucu Nelson Mandela Puji Langkah Turki Dukung Perjuangan Palestina

Fadli Zon (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Alumni LSE Inggris ini menyampaikan, untuk menyikapi dari rencana aneksasi terbaru oleh Israel atas wilayah Palestina, BKSAP akan melakukan joint state.

"Sudah ditandatangani sekitar 242 anggota parlemen, termasuk Amerika, Inggris, negara-negara Timur Tengah, dan beberapa ketua parlemen,"

"Kita berharap ini adalah bagian dari diplomasi parlemen untuk melakukan kampanye penolakan terhadap aneksasi Israel secara lebih global. Di Uni Eropa ini juga sudah berjalan cukup masif. Saya yakin ini mempunyai kontribusi dalam menekan rencana Israel tersebut," ujar Fadli.

(TRIBUNEWSWIKI.COM | Dinar Fitra Maghiszha)



Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: haerahr

Berita Populer