VIDEO VIRAL Polisi Inggris Tahan Pria dengan Lutut di Leher Mirip Kasus George Floyd: Diskorsing

Editor: haerahr
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tampak polisi menahan Marcus Coutain dengan menggunakan lutut di leher, mirip cara polisi Minneapolisi menahan George Floyd. Polisi yang terlibat sudah diskorsing dan diberhentikan sebagai polisi lapangan.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sebuah video yang disebut sebagai rekaman sangat mengganggu memperlihatkan dua polisi Inggris menahan seseorang dengan cara sama yang terjadi pada George Floyd di AS: menaruh lutut di leher.

Sama seperti George Floyd, sang pria yang ditahan pun berteriak, "Get off my neck," yang menunjukkan menaruh lutut di leher membuat orang tidak bisa bernapas.

Kepolisian Metropolitan di Inggris yang kaget dengan beredarnya video ini langsung bertindak cepat dengan menskorsing 2 polisi yang terlibat penangkapan Marcus Coutain (45).

Situs Dailymail.co.uk, Sabtu (18/7/2020), melaporkan, penangkapan di tempat umum ini dilakukan polisi karena Coutain diketahui membawa pisau.

Simak videonya di bagian lain artikel ini.

Baca: Dialog George Floyd dan Polisi Penindih Dipublikasi, Pengacara Thomas Lane: Klien Saya Tak Bersalah

Tampak polisi menahan Marcus Coutain dengan menggunakan lutut di leher, mirip cara polisi Minneapolisi menahan George Floyd.

Seorang saksi mata yang tidak disebutkan namanya memfilmkan dua petugas polisi yang menahan Coutain, di Islington, London, Jumat (17/7/2020) sekitar pukul 18.30 waktu setempat.

Penangkapan itu terjadi setelah George Floyd (36), tewas mengenaskan di Minneapolis saat polisi Derek Cauvin berlutut di lehernya selama delapan menit dan ini memicu protes massa di seluruh dunia.

Wakil Komisaris Pasukan, Sir Steve House menggambarkan rekaman itu sebagai 'sangat mengganggu' dan mengatakan beberapa teknik, yang 'tidak diajarkan dalam pelatihan polisi'.

Baca: Krisis Baru Amerika Serikat, Sejumlah Petugas Polisi Mengundurkan Diri Setelah Kematian George Floyd

Tampak polisi menahan Marcus Coutain dengan menggunakan lutut di leher, mirip cara polisi Minneapolisi menahan George Floyd.

"Kami sangat prihatin atas kejadian ini," kata Sir Steven House.

Menurut House, kedua polisi dihubungi untuk menangani satu perkelahian di Isledon Road, Islington.

Mereka lalu bergegas ke sana.

Sesampainya di sana, seorang pria (Coutain) dicurigai karena terlibat perkelahian dan diketahui membawa pisau.

Petugas lalu menahan Coutain namun ia melawan.

Pada awal klip, di menit 2:20, seorang petugas tampak berlutut di leher tersangka dan memegang kepalanya.

Pria yang berjuang di tanah dapat terdengar berteriak, "Lepaskan aku ... lepaskan leherku, aku tidak melakukan kesalahan, lepaskan leherku."

Salah satu petugas polisi terdengar bertanya kepadanya, "Apakah Anda akan berperilaku sendiri?" sebelum memberitahunya untuk 'Stay down'.

Dia kemudian berdiri dan berteriak kearah orang yang sedang merekam kejadian untuk mundur.

Seorang perempuan yang tampak khawatir dengan cara polisi menangkap Coutan berteriak: "Tidak apa-apa untuk menangkapnya tetapi jangan mendorong kepalanya dan kemudian berlutut padanya. Mungkin membunuhnya, mungkin melukainya."

Tampak polisi menahan Marcus Coutain dengan menggunakan lutut di leher, mirip cara polisi Minneapolisi menahan George Floyd.

Petugas lain kemudian terdengar memberi tahu orang banyak bahwa tersangka 'cocok dengan deskripsi' dari seorang pria yang mereka cari sebelum rekaman dipotong.

Sementara klip lain menunjukkan lebih banyak petugas polisi yang tiba di lokasi.

Polisi mengerumuni Marcus Coutain. 

Situasi menjadi tenang pada saat tersangka dibawa ke sebuah mobil dan dibawa ke kantor polisi.

Baca: Terima Komplain, Twitter dan Facebook Hapus Video Tim Kampanye Donald Trump tentang George Floyd

Sir House, wakil komisaris Met, berkata: "Cuplikan video yang saya lihat hari ini dan beredar di media sosial sangat mengganggu. Saya mengerti bahwa banyak yang menonton rekaman akan berbagi kekhawatiran saya."

"Pria yang terlibat ditangkap, dibawa ke kantor polisi dan sekarang telah diperiksa oleh dokter polisi."

"Beberapa teknik yang digunakan membuat saya sangat khawatir - mereka tidak diajarkan dalam pelatihan polisi."

Dia mengatakan keputusan untuk menangguhkan satu petugas, dan mengeluarkan satunya sebagai polisi lapangan.(*)



Editor: haerahr
BERITA TERKAIT

Berita Populer