Bioskop Dilarang Beroperasi Kembali di Akhir Bulan Ini, Asosiasi Bioskop: Kami Mendukung Sepenuhnya

Penulis: Haris Chaebar
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bioskop Cinema XXI di 52 Kota Siap Beroperasi Kembali, Ini Protokol Kesehatan yang Harus Dipatuhi Penonton

TRIBUNNEWSWIKI.COM  - Pandemi Covid-19 ikut membuat arus perputaran ekonomi tersendat.

Aktivitas ekonomi yang mengumpulkan orang dalam jumlah besar diwaktu bersamaan banyak yang tidak dijalankan selama pandemi.

Terlebih untuk sektor/lini ekonomi yang berkaitan non-kebutuhan primer, pembukaan aktivitas masih belum diizinkan.

Mulai dari konser musik, acara hajatan hingga tontonan bioskop hampir tidak ada selama pandemi Covid-19 di Indonesia.

Untuk aktivitas bioskop misalnya. Sesuai rencana akan dilakukan uji coba pemutaran film kembali di bioskop pada akhir bulan Juli ini. Namun, rencana tersebut dibatalkan.

Atas keputusan tersebut, Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) memberikan tanggapan mengenai keputusan Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang batal membuka operasional bioskop pada 29 Juli 2020 mendatang.

Melalui keterangan pers yang dikutip dari Kompas.com pada Kamis (16/7/2020), Djonny Syafruddin selaku Ketua GPBSI menyampaikan tanggapan GPBSI mengenai hal itu.

Baca: Virus Corona Bisa Menular di Ruangan AC, Bioskop Disarankan Tak Dibuka Kembali pada 29 Juli 2020

Baca: Pandemi Masih Menghantui, Pemprov DKI Jakarta Batalkan Izin Operasional Pariwisata dan Bioskop

"GPBSI telah menerima Surat Keputusan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta perihal penundaan pembukaan kembali bioskop," kata Djonny.

Djonny melanjutkan, pihaknya mendukung penuh keputusan pemerintah atas ditundanya pembukaan operasional bioskop di seluruh Indonesia itu.

CGV Cinemas di Vivo Sentul Bogor resmi dibuka, Kamis (23/1/2020). Dengan tujuh auditorium plus konsep Warung Mie dan Warung Kopi, CGV Cinemas di Vivo Sentul Bogor ini merupakan bioskop CGV pertama di Bogor. (Wartakotalive.com/Mochammad Dipa)

"Melihat perkembangan terkini Pandemi Covid-19 di tanah air serta wujud upaya aktif mendukung kesembuhan bangsa, GPBSI sebagai asosiasi pengusaha bioskop seluruh Indonesia memahami dan mendukung sepenuhnya keputusan tersebut," ucap Djonny.

"Dan akan melaksanakan penundaan pembukaan kembali bioskop di seluruh Indonesia," lanjutnya.

Sebelumnya, pengelola bioskop di Jakarta memutuskan membuka kembali bioskop pada 29 Juli.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia menjelaskan, penundaan pembukaan bioskop itu disebabkan grafik penambahan kasus Covid-19 di Jakarta belum melandai.

"Iya betul (pembukaan bioskop ditunda)."

"Saat ini, Covid-19 di Jakarta belum stabil, naik lagi, jadi kita tunda sampai benar-benar kondusif," kata Cucu saat dihubungi, Kamis (16/7/2020).

Cucu mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pengelola bioskop di Jakarta perihal penundaan tersebut. "Mereka (pengelola bioskop) bisa mengerti, sudah disampaikan, sudah komunikasi," ungkap Cucu.

Sebelumnya diketahui, Pemprov DKI mengizinkan pemutaran film di bioskop kembali beroperasi selama masa perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yakni mulai 6-16 Juli dengan syarat penonton mematuhi protokol pencegahan Covid-19.

Update Covid-19 di Indonesia

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyatakan bahwa masih terjadi penularan virus corona di masyarakat.

Masih adanya penularan virus SARS-CoV-2 itu menyebabkan kasus Covid-19 di Indonesia masih bertambah hingga hari ini, Kamis (16/7/2020).

Berdasarkan data yang masuk hingga Kamis pukul 12.00 WIB, terdapat 1.574 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Baca: Penonton Wajib Gunakan Masker dan Terapkan Etika Batuk saat Bioskop Kembali Dibuka 29 Juli 2020

Baca: Bioskop Mulai Dibuka pada 29 Juli 2020, Tetapi Ada Pembatasan Penonton, Begini Tanggapan Joko Anwar

Penambahan itu menyebabkan kini ada 81.668 kasus Covid-19 di Indonesia, terhitung sejak pasien pertama yang diumumkan pada 2 Maret 2020.

Pernyataan ini disampaikan Yurianto dalam konferensi pers dari Graha BNPB pada Kamis sore.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto saat memberikan keterangan di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (2/5/2020).(Dok. BNPB) (Dok. BNPB via Kompas.com)

"Kami mendapatkan kasus baru sebanyak 1.574 orang, sehingga total kasus menjadi 81.668," ujar Achmad Yurianto.

Hingga saat ini, pemerintah sudah melakukan pemeriksaan terhadap 1.146.794 spesimen dari 669.811 orang yang diperiksa.

Dengan catatan, satu orang bisa menjalani pemeriksaan spesimen lebih dari satu kali.

Adapun 1.574 kasus baru didapatkan setelah dilakukan pemeriksaan 23.947 spesimen dari 12.156 orang dalam sehari.

Ada enam provinsi yang memiliki jumlah kasus baru di atas 100 pasien. DKI Jakarta mencatat jumlah tertinggi dengan 312 kasus baru.

Berikutnya, Jawa Tengah dengan 214 kasus baru, Jawa Timur dengan 179 kasus baru, dan Sulawesi Selatan dengan 178 kasus baru.

Kemudian, ada Kalimantan Selatan dengan 133 kasus baru dan Bali dengan 112 kasus baru.

Berdasarkan data yang sama, diketahui ada 1.295 pasien Covid-19 yang dianggap sembuh.

Baca: Bagaimanakah Keadaan Bioskop Setelah Tidak Beroperasi Selama Berbulan-bulan Karena Pandemi?

Baca: CEO Disney Konfirmasi Tanggal Rilis Film Mulan untuk di Bioskop

Mereka dinyatakan sembuh berdasarkan hasil pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) yang menunjukkan negatif virus corona.

Dengan demikian, saat ini ada 40.345 pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 dan tak lagi terinfeksi virus corona.

Selain itu, Yurianto juga masih menyampaikan kabar duka dengan masih adanya penambahan pasien Covid-19 yang meninggal.

Dalam periode 15-16 Juli 2020, ada 76 pasien yang tutup usia setelah sebelumnya dinyatakan mengidap Covid-19.

"Sehingga, totalnya menjadi 3.873 orang," ujar Yurianto.

Kasus Covid-19 sudah tercatat di semua provinsi atau 34 provinsi di Indonesia, dari Aceh hingga Papua.

Secara khusus, ada 464 kabupaten/kota dari 34 provinsi yang terdampak penularan virus corona. Pemerintah juga menyatakan bahwa saat ini ada 46.727 orang yang masuk kategori suspek.

(Tribunnewswiki.com/Ris)

Artikel tayang di Kompas.com berjudul Bioskop Batal Dibuka, Ini Tanggapan Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia dan UPDATE: Kini Ada 81.668 Kasus Covid-19 di Indonesia, Bertambah 1.574.



Penulis: Haris Chaebar
Editor: Melia Istighfaroh
BERITA TERKAIT

Berita Populer