Yogyakarta Diguncang Gempa Magnitudo 5,2 Tak Berpotensi Tsunami, Getaran Dirasakan hingga Purworejo

Penulis: saradita oktaviani
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gempa bumi mengguncang wilayah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berkekuatan magnitude 5,2 SR pada Senin (13/7/2020).

TRIBUNNEWSWIKI.COM – Gempa bumi mengguncang wilayah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berkekuatan magnitude 5,2 SR.

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) getaran bumi ini terjadi pada Senin (13/7/2020) sekitar pukul 2:50:29 WIB.

Gempa ini tidak berpotensi tsunami.

“Tidak berpotensi tsunami,” infor BMKG melalui akun Twitter resminya, Senin (13/7/2020).

BMKG juga menginformasikan bahwa pusat gempa berada di laut 105km Barat Daya Bantul.

Pusat gempa berada di koordinat 8.73 Lintang Selatan dan 109.88 Bujur Timur dengan kedalaman 10 km.

Selain itu, guncangan ini turut dirasakan hingga wilayah Pacitan, Purworejo, Yogyakarta, dan Wonogiri.

Baca: Indonesia Diguncang Gempa 5 Kali dalam Sehari, Mulai Dini Hari di Palu hingga Siang Ini di Bengkulu

Baca: INFO BMKG GEMPA HARI INI: Gempa 5,2 SR di Enggano Bengkulu, Tidak Berpotensi Tsunami

Berikut kualifikasi Skala MII atau Modified Mercalli Intensity yang dilansir dari bmkg.go.id.

I MMI

Yaitu getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.

II MMI

Yaitu getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

III MMI

Getaran dirasakan nyata dalam rumah, getaran yang dirasakan seakan-akan ada truk berlalu.

IV MMI

Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

V MMI

Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabak pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

Baca: Gempa Bumi Tumbukan

Baca: Gempa Tektonik

VI MMI

Getaran dirasakan oleh semua penduduk.

Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan.

VII MMI

Tiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik.

Sedangkan pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah.

Terasa oleh orang yang naik kendaraan.

VIII MMI

Tiap-tiap orang keluar rumah.

Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik.

Sedangkan pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah.

Terasa oleh orang yang naik kendaraan.

IX MMI

Kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak.

Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus.

X MMI

Bangunan dari kayu yang kuat rusak,rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI MMI

Bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah.

Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, rel melengkung sekali.

XII MMI

Hancur sama sekali, Gelombang tampak pada permukaan tanah.

Pemandangan menjadi gelap. Benda-benda terlempar ke udara.

(Tribunnewswiki.com/SO)

 


Penulis: saradita oktaviani
Editor: Melia Istighfaroh
BERITA TERKAIT

Berita Populer