Hasil ini terkuak berkat ketidaksengajaan dua siswa Secapa memeriksakan diri di RS Dustira.
Kedua siswa tersebut memeriksakan diri ke RS karena dua penyebab yang berbeda.
Satu mengeluh terkena bisul, yang satu lagi karena masalah tulang belakang.
Hal ini pun dibenarkan otoritas TNI.
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa mengemukakan, peristiwa itu terjadi dua pekan lalu.
Baca: Rekor 2.657 Kasus Baru Covid-19, Klaster Secapa AD Disebut Jadi Salah Satu Penyebabnya
Baca: Calon Vaksin Covid-19 Buatan CanSino dari China Direncanakan Diuji Coba Fase Ketiga di Luar Negeri
"Jadi tepatnya dua pekan lalu adalah laporan pertama dari komandan Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat kepada saya hari Sabtu juga."
"Diawali dari ketidaksengajaan sebenarnya. Jadi ada dua prajurit atau perwira siswa yang berobat ke Rumah Sakit Dustira."
"Rumah Sakit Dustira itu adalah rumah sakit Angkatan Darat terbesar di Jabar, ada di kota ini," ujar Andika.
Kedua prajurit tersebut awalnya tak bermaksud memeriksakan Covid-19.
Karena mereka memang tak memiliki gejala yang mengarah ke corona.
"Yang satu keluhan karena bisul, berarti demam karena adanya infeksi dan satu lagi masalah tulang belakang."
"Tapi ternyata mereka diswab dan positif," kata Andika menambahkan.
Usai temuan itu, seluruh siswa Secapa AD diperiksa dengan alat rapid test yang dikirimkan Andika dari Jakarta.
Dari 1.400 alat rapid test yang dikirimkan, hasilnya 187 orang dinyatakan reaktif. Hasil itu lalu ditindaklanjuti dengan tes swab.
Tracing terus dilakukan, data terbaru pasien positif Covid-19 di Secapa AD kini berjumlah 1.280 orang.
Mereka terdiri dari 991 perwira siswa, 289 staf dan anggota serta keluarga dari Secapa AD.
Dari seluruh pasien tersebut, semuanya tergolong kategori ringan. "Kategori ringan, tidak ada kategori sedang apalagi berat.
Per hari ini masih ada 17 yang dirawat di Rumah Sakit Dustira, selebihnya berada di Secapa.
Dari 17 itu satu sudah negatif dan 16 yang masih positif, tapi semuanya sudah tidak merasakan gejala apa pun juga.
Yang satu negatif tetap di sana karena memang masalah TBC atau paru-paru," jelas Andika.
Pemerintah telah memperbarui data pasien positif virus corona pada konferensi pers di Graha BNPB, Sabtu (11/7/2020) pukul 15.30 WIB.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Republik Indonesia, Achmad Yurianto mengatakan pada hari ini terjadi penambahan kasus, baik yang positif, dinyatakan sembuh, maupun meninggal dunia.
Berdasarkan laporan data tersebut, tercatat adanya 1.671 kasus baru.
Total kasus yang terjadi di Indonesia sebanyak 74.018 pasien positif virus corona.
Kemudian, pada hari ini ada 1.190 pasien yang dinyatakan sembuh, sehingga total pasien yang sembuh tercatat 34.719 orang.
Sementara untuk pasien meninggal dunia bertambah sebanyak 66 korban, sehingga total menjadi 3.535 kasus kematian.
Sehingga jika diakumulasikan, terdapat 35.764 kasus aktif atau masih menjalani perawatan.
Kementerian Luar Negeri RI (Kemenlu RI) telah memberikan update harian perkembangan kasus warga negara Indonesia (WNI) yang positif terjangkit Covid-19 di berbagai negara.
Sumber data berasal dari Direktorat Perlindungan WNI dan BHI, Kementerian Luar Negeri.
Update terbaru kasus WNI positif Covid-19 di luar negeri per Sabtu (11/7/2020) pukul 08.00 WIB dirilis lewat akun Twitter Kementerian Luar Negeri RI @Kemlu_RI.
Menurut infografis yang diunggah, kasus WNI terkonfirmasi Covid-19 di luar negeri tersebar di 45 negara dan beberapa kapal pesiar, dengan total 1.163 orang.
Ada tambahan kasus WNI terkonfirmasi positif Covid-19 di Mesir, Amerika Serikat, Arab Saudi, Hong Kong dan Qatar.
Dan untuk hari ini ada penambahan angka kesembuhan di Kuwait.
Jadi hingga saat ini total WNI yang sembuh adalah 770 dan meninggal 86 orang.
Serta dalam perawatan berjumah 307 orang.
Sebagian artikel tayang di Kompas.com berjudul Perwira Siswa Secapa AD Periksa Bisul dan Tulang Belakang, Rupanya Positif Covid-19, Terbongkar 1.280 Orang Terinfeksi Corona