Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Toksoplasmosis merupakan sejenis infeksi pada manusia yang ditimbulkan oleh parasit protozoa (organisme bersel satu) Toxoplasma gondii (T. gondii).
Toksoplasmosis yang mengandung parasit ini, seringkali terdapat pada kotoran kucing atau daging yang belum matang.
Infeksi parasit T. gondii pada orang yang sehat umumnya tidak membahayakan, karena sistem kekebalan tubuh dapat mengendalikan infeksi parasit ini.
Namun, penanganan medis serius perlu dilakukan jika infeksi ini menyerang seseorang dengan sistem imunitas rendah atau ibu hamil, guna menghindari komplikasi yang berat.
Toksoplasmosis ditularkan dari hewan ke manusia.
Pada wanita hamil, Tokosplasmosis ini dapat menyebarkan infeksi pada janinnya.
Akibatnya, janin mengalami perkembangan yang lambat.
Bahkan dalam kasus infeksi yang lebih berat, dapat terjadi keguguran atau kematian janin dalam kandungan.
Setelah terjadi toksoplasmosis, parasit T. gondii dapat bertahan dalam tubuh dalam kondisi tidak aktif, sehingga memberi kekebalan seumur hidup terhadap infeksi parasit ini.
Namun saat sistem imunitas tubuh melemah karena suatu penyakit atau konsumsi obat tertentu, infeksi T. gondii dapat aktif kembali dan memicu komplikasi yang lebih parah. (1)
Baca: Stroke
Baca: Blefaritis
Baca: Kanker Kulit Melanoma
Gejala
Gejala yang muncul saat seseorang menderita Toksoplasma,biasanya dapat sepenuhnya pulih.
Namun pada kasus lainnya, gejala dapat muncul beberapa minggu atau Gejala yang dirasakan biasanya ringan dan serupa dengan gejala flu, yaitu demam, nyeri otot, kelelahan, radang tenggorokan, serta pembengkakan kelenjar getah bening.
Gejala tersebut dapat membaik dalam waktu 6 minggu.
Infeksi T. gondii pada bayi dan anak-anak umumnya ditularkan dari ibu selama masa kehamilan.
Gejala lebih serius dapat dialami janin yang terinfeksi parasit ini pada trimester awal kehamilan, berupa kelahiran prematur, keguguran, atau kematian janin dalam kandungan.
Sedangkan bayi yang lahir dengan kondisi terinfeksi T. gondii (toksoplasmosis kongenital) akan menunjukkan gejala, seperti:
- Kulit berwarna kekuningan
- Peradangan korion (chrorionitis) atau infeksi di bagian belakang bola mata dan retina
- Pembesaran organ hati dan limpa
- Ruam kulit atau kulit mudah memar
- Kejang
- Penumpukan cairan otak di kepala, sehingga kepala menjadi besar (hidrosefalus)
- Kepala tampak lebih kecil (mikrosefalus)
- Gangguan intelektual atau retardasi mental
- Kehilangan pendengaran
- Anemia
Sedangkan pada penderita gangguan kekebalan tubuh, gejala infeksi toksoplasmosis ditandai dengan:
- Sulit bicara
- Gangguan penglihatan, gangguan pendengaran
- Pusing, tampak bingung, kejang hingga koma
- Ruam
- Demam, menggigil
- Lemas, dan sesak napas (2)
Penyebab
Infeksi Toksoplasmosis disebabkan oleh parasit bernama Toxoplasma gondii (T. gondii).
Parasit ini bisa menginfeksi mayoritas hewan dan burung.
T. gondii bisa ditemukan pada kotoran kucing yang terinfeksi, serta daging binatang yang terinfeksi.
Karena parasit T. gondii hanya bisa berkembang biak pada kucing liar dan peliharaan, maka beberapa jenis hewan tersebut diduga menjadi inang utamanya.
Namun, kucing- kucing yang terinfeksi parasit T. gondii biasanya tidak menunjukkan gejala-gejala tertentu.
Parasit ini mampu bertahan sampai beberapa bulan hidup di tanah atau air.
Ada beberapa cara parasit T. gondii masuk ke tubuh manusia, yaitu:
- Mengonsumsi buah-buahan dan sayuran yang tidak dicuci atau minum air yang terkontaminasi kotoran kucing
- Memasukkan tangan yang terkontaminasi tanah atau kotoran kucing ke mulut
- Mengonsumsi daging mentah atau setengah matang
- Menggunakan peralatan yang telah terkontaminasi dengan daging hewan yang terinfeksi, seperti pisau, gunting, dan talenan bekas daging mentah terinfeksi
- Meminum susu kambing yang belum dimasak dan terinfeksi atau jenis produk lain yang terbuat darinya (3)
Baca: Anemia
Baca: Bronkiektasis
Baca: Down Syndrome
Pengobatan
Pada banyak kasus toksoplasmosis hanya digolongkan sebagai sakit yang ringan saja dan tidak memerlukan adanya perawatan khusus.
Pengidap umumnya bisa pulih total tanpa komplikasi dalam waktu 6 minggu setelah terinfeksi.
Penangan medis berupa pemberian obat dibutuhkan untuk mengobati penderita toksoplasmosis akut.
Obat yang dapat diresepkan dokter untuk kasus ini, antara lain adalah pyrimethamine dan sulfadiazine.
Sedangkan pada penderita toksoplasmosis dengan infeksi mata, dapat ditambahkan obat kortikosteroid untuk meredakan peradangan.
Sementara untuk ibu hamil yang terinfeksi toksoplasmosis, penanganan ditentukan berdasarkan saat terjadinya infeksi dan pengaruhnya pada janin.
Jika janin belum terkena infeksi atau infeksi terjadi sebelum minggu ke-16 kehamilan, maka dokter akan memberikan antibiotik spiramycin.
Obat ini biasa digunakan pada trimester awal kehamilan untuk mengurangi risiko gangguan saraf pada janin.
Jika janin sudah tertular toksoplasmosis setelah minggu ke-16 kehamilan, maka dokter akan meresepkan pyrimethamine dan sulfadiazine.
Pada bayi yang lahir terinfeksi toksoplasma, perlu diberikan obat-obatan tersebut selama 1 tahun setelah kelahiran, dan kondisi kesehatan bayi harus terus dipantau selama mengonsumsi obat tersebut.
Untuk menangani toksoplasmosis pada penderita dengan sistem kekebalan tubuh (imunitas) rendah, dokter dapat memberikan obat, seperti pyrimethamine dengan clindamycin.
Konsumsi obat ini memerlukan waktu 6 minggu atau lebih lama.
Saat toksoplasmosis terjadi kembali pada pasien dengan sistem imunitas lemah, maka pemberian obat dapat diteruskan hingga imunitas tubuh membaik. (4)