Cucu Nelson Mandela Puji Langkah Turki Dukung Perjuangan Palestina

Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Nelson Mandela pada 2008

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Zwelivelile "Mandla" Mandela, seorang cucu tokoh anti-apartheid, Nelson Mandela memuji pemerintah Turki atas dukungannya untuk perjuangan Palestina.

"Kami salut kepada kepemimpinan Turki - terutama dukungan Presiden Recep Tayyip Erdogan untuk perjuangan Palestina," kata Mandela, dalam diskusi panel webinar 'Demokrasi, Kebebasan, dan Pentingnya Kepemimpinan: Pelajaran untuk Dunia yang Lebih Baik', dilansir Anadolu Agency, Jumat (10/7/2020).

Dalam Webinar yang diselenggarakan di Turki tersebut, Mandela menyampaikan materi 'Demokratisasi: Pengalaman Afrika Selatan' dan mempostingnya di laman Instagramnya.

Ia menyebut bahwa dukungan Turki terhadap Palestina adalah contoh yang layak ditiru para pemimpin Muslim lainnya.

Menurutnya, banyak pemimpin negara telah menyerah dan hanya melakukan kompromi terhadap unilateralisme (agenda yang mendukung tindakan sepihak) dari Amerika Serikat yang ingin membangun Zionisme Israel.

"Seperti halnya Palestina saat ini, sejarah kolonialisme di Afrika Selatan berkaitan dengan perampasan, pemimdahan, dan pengasingan sebagian besar orang Afrika Selatan dari tanahnya," kata Mandela yang juga anggota parlemen partai Kongres Nasional Afrika (ANC) ini.

Baca: Ratusan Orang Hadiri Pemakaman Ibrahim Abou Yacoub, Pria Palestina yang Ditembak Mati Tentara Israel

Nelson Mandela dan cucunya, Mandla Mandela (https://mg.co.za/)

Baginya, Warisan Mandela yang ia pegang saat ini menegaskan dukungan moral dan prinsip bagi Palestina.

Ia menuturkan bahwa kelaparan, restitusi, dan reformasi tanah selalu menjadi hal pokok yang sensitif dalam perjalanan menuju demokrasi.

"Keterasingan (atas tanah) ini berjalan seiring dengan perebutan kekayaan sumber daya alam kita," kata Mandela, yang dikenal sering membela hak-hak kaum tertindas.

 "Kami menghargai pengorbanan para pemberani baik pria dan wanita dalam perjuangan untuk demokrasi dan tidak menyerah dalam menghadapi upaya kudeta militer di Turki.

Pemakaman Pria Palestina

Ratusan orang berkumpul mengikuti upacara pemakaman seorang pria Palestina yang ditembak tentara Israel sehari sebelumnya.

Tentara Israel menyebut pasukannya melepaskan tembakan setelah pria Palestina dan lainnya mulai melemparkan bom peledak ke pos penjagaan di dekat kota Nablus.

Namun, pejabat Palestina menolak pernyataan tersebut dan mengklaim bahwa pria tersebut sedang berjalan dengan teman-temannya lalu ditembak mati di tempat.

Pemakaman pria yang diketahui bernama Ibrahim Abou Yacoub ini dilaksanakan di desa Kifl Hares, selatan kota Nablus, dilansir Reuters, Jumat (10/7/2020).

Kementerian kesehatan Palestina menyebut Abou Yacoub tertembak di leher, tetapi tidak memberikan rincian situasi pembunuhan, diwartakan AFP, Jumat (10/7).

Pantauan Reuters, mereka yang datang ke pemakaman ini terlihat membawa bendera Palestina sambil meneriakkan sejumlah seruan.

Baca: Meski Ditentang Ayah, Perempuan Yahudi-Israel Tetap Menikah dengan Pria Palestina di Tengah Konflik

Para kerabat pria Palestina berumur 29 tahun bernama Ibrahim Abou Yacoub, yang dibunuh oleh pasukan Israel, berduka atas mayatnya saat pemakamannya di desa Kifl Hares, selatan kota Nablus di Tepi Barat, 10 Juli 2020. (JAAFAR ASHTIYEH / AFP)

Ketegangan di Tepi Barat / West Bank antara Israel dan Palestina memanas beberapa pekan terakhir.

Israel diketahui sedang mempertimbangkan rencana aneksasi di wilayah Palestina di Tepi Barat.

Halaman
12


Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer