Beijing mengatakan kedua belah pihak telah mengambil langkah untuk meredakan suasana.
Menurut sumber pemerintah India, militer Cina terlihat membongkar tenda dan bangunan pada Senin (6/7/2020) di Lembah Galwan, dekat lokasi bentrokan terakhir.
Diberitakan Al Jazeera dari Reuters, mereka menarik diri dari daerah itu serta Hot Springs dan Gogra, dua daerah yang juga diperebutkan.
Sementara Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan kedua belah pihak "mengambil langkah-langkah efektif untuk melepaskan diri dan memudahkan situasi di perbatasan".
"Kami berharap India akan bertemu China di tengah jalan dan mengambil langkah konkret untuk melaksanakan apa yang disepakati kedua belah pihak, terus berkomunikasi secara erat melalui saluran diplomatik dan militer, dan bekerja sama untuk mendinginkan situasi di perbatasan," kata Zhao dalam konferensi pers.
Ini terjadi setelah berminggu-minggu ketegangan di antara negara-negara Asia setelah pertempuran perbatasan terburuk mereka dalam lebih dari lima dekade.
PM India Sempat Bebaskan Tentara Ambil Tindakan
Perdana Menteri India Narendra Modi bersumpah akan mempertahankan perbatasan India, meski harus mengerahkan kekuatan militer mereka.
Karenanya, Modi telah memberikan kebebasan untuk tentara dalam mengambil langah yang diperlukan.
"Seluruh negara terluka dan marah pada langkah-langkah yang diambil oleh China," katanya, seperti diberitakan BBC, Sabtu (20/6/2020).
Akan tetapi, kedaulatan adalah yang terpenting bagi India.
"India menginginkan perdamaian dan persahabatan, tetapi menegakkan kedaulatan adalah yang terpenting."
Baca: Pemimpin Oposisi Rahul Gandhi Sebut PM Narendra Modi Telah Serahkan Wilayah India ke China
Sementara China telah menuduh India telah melakukan provokasi dengan sengaja terkait bentrokan yang terjadi di perbatasan Himalaya, Senin (15/6/2020).
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lijian Zhao, mengatakan pasukan India menyeberang ke wilayah China dan melakukan penyerangan.
Hal itu memicu konflik di antara kedua kelompok tentara.
Dalam komentar resmi pemerintah China itu, mereka masih enggan membeberkan jumlah korban di pihak China.
Sementara Perdana Menteri India Narendra Modi menegaskan tidak ada wilayah India yang hilang.
"Tidak ada yang menyusup ke perbatasan kami, tidak ada orang di sana sekarang, juga tidak ada pos kami ditangkap," katanya.
Dampak Konflik Terhadap Ekonomi India
Baca: Buntut Tewasnya 20 Tentara India, Ormas Hindu Munnani Bakar Bendera China dan Rusak Smartphone