BREAKING NEWS: Gempa 5,0 SR Guncang Pangandaran Jawa Barat, Diduga Rambatan Gempa Rangkasbitung

Penulis: Niken Nining Aninsi
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gempa 5,0 SR terjadi di Pangandaran, Jawa Barat, Selasa (7/7/2020) siang pukul 12:17/

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gempa bumi berkekuatan 5,0 Magnitudo mengguncang Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat Selasa (7/7/2020) siang.

Berdasarkan informasi dari BMKG, gempa terjadi pada pukul 12:17 WIB.

Episenter gempa bumi berada di 9.42 Lintang Selatan ,107.27 Bujur Timur.

Pusat gempa berada di 234 kilometer barat daya Pangandaran, Jawa Barat dengan kedalaman 10 km di bawah permukaan laut.

Meski demikian, gempa di Pangandaran ini dinyatakan tidak berpotensi tsunami.

"#Gempa Mag:5.4, 07-Jul-20 11:44:14 WIB, Lok:6.69 LS,106.14 BT (18 km BaratDaya RANGKASBITUNG-BANTEN), Kedlmn:82 Km, tdk berpotensi tsunami #BMKG" tulis @infoBMKG.

 

Gempa yang terjadi di lepas pantai Pangandaran ini diduga merupakan rambatan dari gempa yang terjadi beberapa menit sebelumnya di Rnagkasbitung, Banten.

Gempa Rangkasbitung, Banten

Gempa bumi berkekuatan 5,4 Magnitudo mengguncang Kecamatan Rangkasbitung, Lebak, Banten, Selasa (7/7/2020) siang.

Berdasarkan informasi dari BMKG, gempa terjadi pada pukul 11.44 WIB dan getaran dirasakan hingga Bogor.

Episenter gempa bumi berada di 6.69 Lintang Selatan ,106.14 Bujur Timur.

Pusat gempa berada di kedalaman 82 kilometer barat daya Rangkasbitung, Banten.

Meski demikian, gempa di Rnagkasbitung ini dinyatakan tidak berpotensi tsunami.

"#Gempa Mag:5.4, 07-Jul-20 11:44:14 WIB, Lok:6.69 LS,106.14 BT (18 km BaratDaya RANGKASBITUNG-BANTEN), Kedlmn:82 Km, tdk berpotensi tsunami #BMKG" tulis @infoBMKG.


Baca: Tsunami Terjadi di Gunung Ijen, Seorang Penambang Belerang Ditemukan Meninggal Dunia, Ini Faktanya

Baca: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)

Baca: Tsunami Terjadi di Gunung Ijen, Seorang Penambang Belerang Ditemukan Meninggal Dunia, Ini Faktanya

Baca: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)

Dikutip dari laman bmkg.go.id, skala MMI atau Mercalli adalah satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi, dengan ketentuan sebagai berikut:

II MMI: getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
IV MMI: pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

Baca: Deretan Fakta Gempa Pacitan Sebesar 5,0 Magnitudo, Terasa Sampai Yogyakarta

Baca: Pacitan Diguncang Gempa M 5,0 Dirasakan hingga Yogyakata, Warga Gunungkidul Panik dan Lari

V MMI: Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabak pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

VI MMI: Getaran dirasakan oleh semua penduduk.

Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan.

VII MMI: Tiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik.

Sedangkan pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah.

Terasa oleh orang yang naik kendaraan.

VIII MMI: Tiap-tiap orang keluar rumah.

Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik.

Sedangkan pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah.

Terasa oleh orang yang naik kendaraan.

Baca: Gempa Bumi Tumbukan

Baca: Gempa Vulkanik

IX MMI: Kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak.

Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus.

X MMI: Bangunan dari kayu yang kuat rusak,rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI MMI: Bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah.

Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, rel melengkung sekali.

XII MMI: Hancur sama sekali, Gelombang tampak pada permukaan tanah.

Pemandangan menjadi gelap. Benda-benda terlempar ke udara.

(Tribunnewswiki.com/Niken Aninsi)

 

Baca: Hari Ini Dalam Sejarah, 27 Maret 1964: Gempa Bumi dan Tsunami Guncang Alaska, Tewaskan 113 Orang

Baca: Hari Ini dalam Sejarah, 7 Februari 1812, Gempa Bumi dan Tsunami di Mississippi, 1000 Orang Tewas

Baca: Dilanda Gempa 5 Magnitudo, Sukabumi Waspada Ancaman Bencana dari Sesar Citarik dan Megathrust

Sebagian artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul "Gempa bermagnitudo 5,7 terjadi di wilayah Bengkulu pada Rabu (10/6) siang"



Penulis: Niken Nining Aninsi
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi

Berita Populer