Tak Sabar Tunggu Hasil Tes Swab, Pasien di Indramayu Nekat Lompat Jendela dan Kabur dari Rumah Sakit

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI Pasien Covid-19 --- Para tenaga medis sedang memindahkan seorang pasien ke unit berbeda dari Covid-19 Unit di United Memorial Medical Center di Houston, Texas, (2/7/2020). Meski menjadi pusat kedokteran dengan banyak rumah sakit dan laboratorium penelitian, Houston terancam dibanjiri pasien Covid-19 di Texas yang melonjak. Amerika Serikat pada Kamis (2/7/2020) melaporkan ada lebih dari 55 ribu kasus baru Covid-19.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pasien diduga Covid-19 di Indramayu kabur dari rumah sakit.

Kasus ini menambah daftar panjang ketidakdisiplinan masyarakat Indonesia di tengah pandemi Covid-19.

Kali ini, pasien kabur dengan cara lewat jendela.

Diberitakan TribunJabar.id, T (22) sedang diisolasi karena dicurigai terinfeksi virus korona kabur dari gedung karantina yang disiapkan pemerintah di RSUD MIS Krangkeng.

T kabur dengan cara membobol jendela kamar, Kamis (2/7/2020) malam. Hingga Jumat (3/7/2020) malam, keberadaannya belum diketahui.

Baca: Studi Ungkap Penggunaan Hidroksiklorokuin Dapat Kurangi Tingkat Kematian pada Pasien Covid-19

Jendela kamar di RSUD MIS Krangkeng yang digunakan ODP Covid-19 kabur, Jumat (3/7/2020). (Istimewa)

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara, mengatakan, pasien yang kabur itu tercatat sebagai warga Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu. Pasien dibawa ke RSUD pada Kamis sekitar pukul 11.30.

Petugas RUSD MIS Krangkeng mengatakan pasien sudah berontak sejak tiba di RS.

Setelah menjalani tes, ia dikarantina hingga hasilnya keluar.

"Tapi dia rupanya tidak sabar," kata Deden.

Deden mengatakan, laporan adanya pasien yang kabur baru ia terima Jumat sekitar pukul 06.00.

Kini pihaknya telah memberi instruksi kepada gugus tugas kecamatan dan puskesmas setempat untuk melakukan pencarian.

Ilustrasi tes Covid-19 (Tribun Palu)

Baca: Sering Dianggap Remeh, Ternyata Biaya Perawatan Pasien Covid-19 Capai Ratusan Juta, Ini Rinciannya

Dihubungi, Camat Gantar Edy Wahyono mengatakan telah melakukan pengecekan ke rumah pasien.

Namun rumah didapati dalam keadaan sepi dan dikunci

"Lampunya juga mati," ujarnya melalui telepon.

Menurut Edy, T dibawa ke RS setelah reaktif tes cepat mandiri di Medisina Hgl, Rabu (1/7/2020).

Esok harinya, tim Puskesmas Gantar melakukan pemantauan di kediaman pasien dan mengantar T untuk menjalani tes usap di Labkesda Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu.

"Pasien dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans. Malamnya saya dengar kabar pasien itu kabur," ujarnya.

Ilustrasi tahapan tes virus corona atau penyakit Covid-19. (freepik)

Baca: Kronologi Polisi dan Nakes di Gresik Gagalkan Warga yang Ingin Ambil Paksa Jenazah PDP Covid-19

Petugas pengawas di RSUD MIS Krangkeng mengatakan, sejak awal pasien yang kabur itu memang menolak diisolasi. Makanan yang diberikan petugas rumah sakit kepadanya bahkan tak sedikit pun tak disentuh.

"Tapi kami tidak menaruh curiga. Tahu-tahu kabur," ujarnya.

Saat petugas masuk, jendela kamar tempat T diisolasi sudah dalam keadaan terbuka. "Pasien kabur setelah meloncat dari tembok pembatas," kata Deden.

Deden mengatakan, gedung karantina memang hanya dijaga oleh petugas keamanan rumah sakit.

"Jumlah petugas juga terbatas sehingga tak mungkin mengawasi selama 24 jam," katanya.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Nur/TribunJabar.id/Handhika Rahman)



Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh

Berita Populer