TRIBUNNEWSWIKI.COM - Konflik ditubuh federasi sepak bola Indonesia PSSI saat ini perlahan mereda.Tensi hubungan antara PSSI serta Direktur Teknik, Indra Sjafri dengan pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong perlahan mulai menemukan titik terang.
Shin Tae-yong tetap dipercaya untuk mengomandoi skuat timnas senior dan beberapa jenjang di bawahannya.
Hal ini pun semakin meredam isu bahwa mantan pelatih timnas Korea Selatan itu akan pergi dari jabatannya saat ini sebagai pelatih timnas Garuda.
Meski begitu, masih terjadi tarik ulur antara Shin Tae-yong dan PSSI terkait training center (TC) atau pemusatan latihan untuk timnas Indonesia.
Shin menginginkan hal tersebut dilakukan di Korea Selatan, mengingat kesiapan negara tersebut dalam hal mitigasi Covid-19 lebih baik daripada di Indonesia.
Ketua PSSI, Mochamad Iriawan atau yang akrab disapa Iwan Bule menegaskan bahwa pihaknya tidak keberatan timnas Indonesia menjalani Pemusatan Latihan (TC) di Korea Selatan sesuai permintaan dari Shin Tae-yong.
Namun, untuk memenuhi permintaan Shin Tae-yong, PSSI memiliki pertimbangan dan alasan sendiri.
Baca: Konflik PSSI Menuju Islah, Shin Tae-yong Dikabarkan Senang Setelah Dapat Dukungan dari Indra Sjafri
Baca: Shin Tae-yong dan Indra Sjafri Saling Tuding, Ini Prestasi Mereka, Siapa Paling Pantas Latih Timnas?
Baca: Konflik PSSI, Indra Sjafri & Shin Tae Yong Memanas, Charis Yulianto Minta Pemain Timnas Tetap Fokus
Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong menjawab pertanyaan wartawan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Senin (13/1/2020). (Bolasport.com) Mochamad Iriawan saat ditemui setelah konferensi pers terkait persiapan Piala Dunia U-20 2021, di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (3/6/2020), mengungkapkan telah melakukan komunikasi dengan Shin Tae-yong.
Dalam meeting virtual tersebut Mochamad Iriawan telah meminta Shin Tae-yong untuk segera mengirimkan roadmap bagi timnas Indonesia.
“Dia tetap meminta timnas U-19 Indonesia TC di Korea Selatan."
"Tapi saya bilang ‘anda harus ke sini dulu’. Dan kami harap dia sudah berada di Indonesia pada minggu kedua Juli ini,” kata Mochamad Iriawan dikutip dari laman Bolasport.com berjudul PSSI Beberkan Alasan Minta Shin Tae-yong Datang ke Indonesia Lebih Dulu.
Hal itu diminta PSSI karena federasi berharap dapat mendiskusikan secara gamblang dan jelas terlebih dahulu dengan Shin Tae-yong terkait program timnas Indonesia.
Apalagi, Shin Tae-yong memimpin tiga strata timnas berbeda, yakni U-19, U-23, dan timnas Senior.
Sehingga datang ke Indonesia dan langsung berbicara terkait kelanjutan timnas adalah pilihan terbaik.
Bahkan PSSI juga mempertimbangkan soal mengirim pemain timnas U-19 yang harus TC di Korea Selatan.
Menurutnya untuk saat ini, jika 44 empat pemain yang dipanggil langsung berangkat ke negara Gingseng tersebut masih terlalu banyak, sehingga harus dikerucutkan.
“Kalau mau membawa 44 pemain, bagaimana jaminan keselamatan dan kesehatan mereka di sana?"
"Lebih praktis kalau Shin Tae-yong dan tim yang ke Indonesia, paling hanya enam orang. Kami bisa jamin perlindungan kesehatannya,” ucapnya.
“Kalau dia datang kesini langsung di swab tes dan menunggu hasilnya. Setelah itu bisa langsung melatih,” ujarnya.
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan dalam rapat terbatas dengan Pemerintah Indonesia yang membahas progres persiapan penyelenggaraan Piala Dunia U-20 tahun 2021, Jumat (17/1/2020). (Media resmi PSSI) Selain itu alasan dari PSSI adalah, mengenai timnas strata lainnya yang juga dilatih oleh Shin Tae-yong, yakni timnas senior.
Seperti diketahui, timnas senior Indonesia akan melakoni tiga pertandingan sisa babak kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia melawan Thailand (8 Oktober), Uni Emirat Arab (13 Oktober), dan Vietnam (12 November).
Sehingga timnas senior juga membutuhkan persiapan untuk hal itu, apalagi dalam tiga laga tersebut diharapkan timnas bisa meraih kemenangan.
“Kalau dia membawa timnas U-19 ke Korea Selatan, bagaimana dengan timnas senior?"
"Jadi kami bukannya tidak mau ke Korea Selatan, tetapi mesti ada kesinambungan juga,” katanya.
“Dan pastinya kalau pemain ke Korea, sampai sana mereka akan karantina selama 14 hari dulu, jadi waktunya cukup terbuang,” tutur pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut.
Kronologi Shin Tae-yong vs Indra SjafriDirektur Teknik PSSI, Indra Sjafri beberapa waktu lalu sempat buka suara terkait kritik yang dilayangkan pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, kepadanya.
Baru-baru ini, kepada media Korea Selatan, Shin Tae-yong menyebut Indra Sjafri sosok yang indisipliner.
Shin mengatakan, Indra Sjafri pulang lebih dulu tanpa izin dari pemusatan latihan timnas U19 Indonesia.
Padahal, posisi Indra Sjafri saat itu masih sebagai asisten pelatih Shin Tae-yong, belum menjadi Direktur Teknik.
Indra Sjari pun menjelaskan secara rinci kronologi masuknya dirinya di dalam tim kepelatihan timnas.
Baca: Pelatih Timnas Shin Tae-yong Kecewa Sikap PSSI Berubah: Tolong Kerja samanya, Pelatih Bukan Pesulap
Baca: Ditanya Soal Target Tinggi Timnas, Shin Tae-yong Justru Sebut Peringkat FIFA Indonesia yang Jeblok
Baca: Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong Ungkap Kekecewaannya ke PSSI dan Sentil Peran Indra Sjafri
Pelatih baru PSSI asal Korea Selatan Shin Tae Yong saat ditemui usai penandatanganan kontrak kerja di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/12/2019). (Tribunnews) Pada Desember 2019, Indra bertemu Shin Tae-yong di Hotel Mulia, Jakarta.
Pasca SEA Games di Manila, Indra Sjafri diminta PSSI mendampingi Shin, karena memang dalam kontrak dipersyaratkan ada pelatih lokal di timnas, agar nantinya ada transformasi ilmu kepelatihan.
"Shin setuju saya menjadi salah satu bagian tim kepelatihan timnas."
"Bahkan saat saya meminta tambahan satu nama pelatih lokal lagi, yang kemudian saya rekomendasikan Nova Arianto, dia juga setuju," ucap Indra dalam press release PSSI.
Pada 28 Desember 2019, PSSI secara resmi memperkenalkan Shin Tae-yong sebagai pelatih timnas Indonesia, didampingi Indra Sjafri, bersamaan dengan perhelatan final Liga 1 Putri di Stadion Pakansari, Bogor.
Shin Tae-yong bersama Indra Sjafri, Nova Arianto, Gong Oh Kyun dan tiga pelatih lain dari Korsel kemudian memimpin pemusatan latihan timnas U19 di Cikarang, Jawa Barat, yang dimulai sejak 13 Januari 2020 dan diikuti 52 pemain.
"Selama waktu itu, tidak pernah satu detik pun saya tidak mendampingi timnas U-19."
"Semua kegiatan saya ikuti, berlatih bersama dan menyemangati para pemain," tutur Indra mengklaim.
Pada 1 Februari 2020, pesawat Thai Airways yang ditumpangi timnas mendarat di Bandara Soekarno Hatta, pukul 17.55 WIB.
Saat pulang dari Thailand itulah, Indra meminta izin kepada staf timnas untuk meninggalkan tim terlebih dahulu karena akan menghadiri resepsi pernikahan anak Rahmad Darmawan, koleganya sesama pelatih nasional.
Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, usai memimpin sesi latihan anak-anak asuhnya di Stadion Madya, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2020). (Muhammad Alif Aziz Mardiansyah/BolaSport.com) Petang hari itu, putri sulung Rahmad, Febia Aldina Darmawan dipersunting oleh pemain PS Tira Persikabo, Herwin Tri Saputra, di Gedung Menara 165, Jakarta Selatan.
Indra sempat menunggu Shin Tae-yong menyelesaikan proses imigrasi.
Namun karena Shin tak kunjung keluar, Indra pun minta izin kepada dua staf timnas untuk pergi dulu menghadiri resepsi Coach RD, sapaan akrab pelatih Madura United itu.
"Bagi orang dengan adat ketimuran seperti kita, datang ke acara seperti ini sangat penting sebagai bagian menghormati undangan dari kolega atau sahabat yang sudah dianggap sebagai kerabat," ucap Indra.
Pada 3 Februari 2020 di Kantor PSSI, Shin memimpin rapat evaluasi TC timnas U19, termasuk menentukan nama-nama pemain untuk TC timnas senior pada bulan yang sama.
Kala itu, Indra sempat mendengar kabar bahwa Shin marah karena kepergiannya lebih awal pada Sabtu malam.
Merasa tak enak, Indra menyampaikan permohonan maaf kepada sang pelatih kepala.
"Saya meminta maaf langsung kepada Shin atas kejadian itu, yang diterjemahkan oleh Yoo Jae Hoon, mantan kiper Persipura yang menjadi salah satu ahli bahasanya," kata Indra.
Namun, saat rapat dimulai, Shin Tae-yong menegaskan bahwa Indra Sjafri tak boleh lagi ada di ruangan.
Nama Indra pun tak tercantum dalam susunan tim yang dipersiapkan untuk mengikuti pelatnas timnas senior di Jakarta.
"Shin minta saya keluar ruangan."
"Saya pun ikuti permintaannya."
"Saya ke luar ruangan dan merenung di sana," ujar pelatih yang mengantarkan timnas U19 juara Piala AFF 2013.
Indra menerima perlakuan Shin yang mengusirnya dari ruangan rapat Kantor PSSI, meski ia sudah minta maaf secara baik-baik.
Pelatih tim nasional U-23 Indonesia, Indra Sjafri, dalam sebuah wawancara dengan Kompas.com di Jakarta, Selasa (5/3/2019). (Kompas.com) "Jadi tidak benar kalau saya dikatakan tidak mendampingi dirinya sejak awal perkenalan di Hotel Mulia, lalu disebut mangkir dan juga tidak pernah meminta maaf. Bohong semua itu," kata Indra yang per 18 Februari 2020 diangkat menjadi Direktur Teknik PSSI.
Karena itu, Indra mengaku semakin heran saat 21 Februari 2020, timnas senior kalah 1-4 dalam uji coba melawan Persita Tangerang di Stadion Madya, Shin Tae-yong malah menyalahkan dirinya.
Shin mengatakan para pemain timnas senior bukan pilihannya, tapi merupakan pilihan Indra Sjafri.
"Bagaimana mungkin saya dibilang menjadi penentu pemilihan pemain, sementara saat rapat penentuan pemain saya sudah diusir keluar?” kata Indra.
Sebelum Shin mengungkapkan ceritanya kepada media Korea, Indra mengaku hubungannya baik-baik saja.
"Saya sampaikan bahwa 100 persen saya mendukung pekerjaannya di PSSI, termasuk mengusulkan agar pemain mendapatkan tambahan nutrisi dan vitamin saat program virtual training, tapi tiba-tiba dia membuat berita yang tidak perlu dan banyak bohongnya,” ungkap Indra.
Menurut pelatih kelahiran Sumatera Barat, 2 Februari 1963 ini, apa yang disampaikannya bukan semata mencari siapa yang benar atau salah.
"Kita harus tegaskan bagaimana duduk perkara sebenarnya."
"Agar publik tahu lengkap dan tidak sepotong-potong. Ini juga soal harga diri bangsa kita diperlakukan seperti ini," kata Indra.
(Tribunnewswiki.com/Ris)
Sebelum Timnas Indonesia ke Korsel, PSSI Ngotot Shin Tae-yong Harus Pulang ke Indonesia
Penulis: Haris Chaebar
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi