19 Orang Positif Covid-19, PT Unilever Indonesia Tutup Pabrik Sementara dan Liburkan 800 Karyawan

Penulis: Haris Chaebar
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Aktivitas di PT Unilever, Bekasi, Jawa Barat dihentikan akibat 19 karyawan terjangkit Covid-19.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kasus konfirmasi positif virus Corona masih terjadi di Indonesia.

Penerapan new normal yang digalakkan oleh pemerintah Indonesia demi menggerakkan ekonomi sekaligus berangsur pulih dari PSSB ternyata belum efektif mencegah penularan Covid-19 hingga kini.

Bahkan, Covid-19 kini mulai menyerang kawasan pada industri yang tentu terdapat kepadatan demografi di sekelilingnya.

Pabrik industri dengan skala multi-nasional, PT Unilever pun menjadi salah satu klaster penyebaran baru Covid-19 saat ini.

Tidak tangung-tangung, sebanyak 19 karyawan pabrik dikonfirmasi positif virus corona di di PT Unilever yang berada di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat tersebut.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah menyampaikan bahwa kasus baru ini ditemukan di PT Unilever yang berada di kawasan industri Jababeka.

"Iya benar (ada 19 karyawan terkonfimrasi positif Covid-19) di Cikarang, Unilever," kata Alamsyah pada Kamis, (2/7/2020), mengutip pemberitaan Tribun Jakarta.com.

Alamsyah menuturkan bahwa kasus baru penularan Covid-18 ini bermula dari salah satu karyawan yang dikabarkan menderita sakit.

Baca: Belum Selesai Pandemi Covid-19, Virus Mematikan Dijuluki ‘Bunny Ebola’ Serang Wilayah Amerika

Baca: Infeksi Covid-19 Bisa Sebabkan Priapisme, Alat Kelamin Pria Ereksi 4 Jam Lebih Tanpa Libido

Baca: Kasus Positif Covid-19 di Surabaya Melonjak Tajam, Wali Kota Risma: 90 Persen di Perumahan Mewah

Ilustrasi produk-produk Unilever. (Unilever)

"Ada satu karyawan sakit (kemudian dinyatakan positif Covid-19), lalu kita tracking (ditemukan total 19 orang positif)," jelasnya.

Atas ditemukannya puluhan karyawan yang terjangkit Covid-19, PT Unilever pun melakukan isolasi dengan menutup pabrik mereka.

Berdasarkan keterangan dari Alamsyah, saat ini seluruh aktivitas produksi di PT Unilever sudah ditutup.

Bahkan penutupan tersebut sudah dilakukan sejak Senin, (29/6/2020) lalu.

"Total ada sekitar 800 karyawan (di PT Unilever), saat ini sudah ditutup sementara sejak Senin," katanya.

Sampai saat ini, Gugus Tugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi terus malakukan pendalaman dan pelacakan Covid-19.

Pabrik Unilever dari tampak depan.

Satu orang karyawan yang pertama kali dikofirmasi positif Covid-19 diduga tertular usai melakukan perjalanan.

"Masih kita dalami, kemungkinan (satu karyawan yang pertama tertular) habis melakukan perjalanan," ucapnya.

Selain melakukan pengecekan ke seluruh karyawan, pihak Gugus Tugus juga melakunan penelusuran ke keluarga karyawan yang dinyatakan positif.

Selain dirawat dirumah sakit, para karyawan yang terkontak dengan pasien positif Covid-19 juga sebagian menjalani karantina.

"Saat ini 19 pasien kasus baru dirawat di rumah sakit dan ada yang diisolasi di wisma karantina ODP di Cikarang," tegas dia.

Update Covid-19

Pemerintah menyatakan bahwa penularan virus corona masih terjadi di masyarakat hingga hari ini, Rabu (1/7/2020), yang membuat kasus Covid-19 di Indonesia terus bertambah.

Informasi ini disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers dari Graha BNPB, Jakarta, pada Rabu sore.

Berdasarkan data yang masuk hingga hari ini pukul 12.00 WIB, ada 1.385 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Penambahan kasus itu menyebabkan kini ada 57.770 kasus Covid-19 di Indonesia, terhitung sejak kasus pertama diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020.

"Kami mendapatkan kasus konfirmasi positif sebanyak 1.385 orang, sehingga totalnya menjadi 57.770 orang," ujar Achmad Yurianto.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto saat memberikan keterangan di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (2/5/2020).(D (Dok. BNPB via Kompas.com)

Jumlah 1.385 kasus baru pada periode ini menyamai rekor terbanyak dalam pencatatan kasus baru sebelumnya.

Jumlah kasus baru kali ini sama seperti 27 Juni silam. Adapun kasus baru itu didapatkan dari pemeriksaan terhadap 21.738 spesimen dalam sehari.

Dengan demikian, total spesimen yang telah diperiksa ada 825.636 spesimen dari pemeriksaan terhadap 492.318 orang.

Ini berarti satu orang bisa diambil lebih dari satu spesimen.

Terkait sebarannya, 1.385 kasus baru tersebar di 29 provinsi. DKI Jakarta mencatat penambahan harian tertinggi dengan 217 kasus baru.

Selain itu, masih ada empat provinsi yang mencatat jumlah kasus baru di atas 100 pasien.

Empat provinsi itu adalah Jawa Timur dengan 185 kasus baru, Jawa Tengah dengan 173 kasus baru, Maluku Utara dengan 147 kasus baru, dan Sulawesi Selatan dengan 130 kasus baru.

(Tribunnewswiki.com/TribunJakarta.com/Kompas.com/Ris/Yusuf Bachtiar/Fitria Chusna Farisa)



Penulis: Haris Chaebar
Editor: Ekarista Rahmawati Putri

Berita Populer