Yang artinya, ia menjalaninya dengan mengalir tanpa harus memilih-milih makanan tertentu, hanya saja ia tak makan daging atau makanan dari hewan lainnya.
Pandji mengarisbawahi, plant based ini ia jalani untuk kebugaran tubuh.
“Biasanya kalau habis main bola dan main basket, habisnya langsung sakit. Setelah plant based, gue lari habis itu enggak ada sakit-sakit,” ujarnya.
Saat pandemi datang dan PSBB diterapkan, Pandji pun mulai mengukur berat badannya yang dimulai dari 93 kg.
Hingga di akhir bulan Ramadhan, berat badannya turun hingga 4 kg menjadi 89 kg.
Setelah itu, berat badan Pandji kembali turun hingga 80 kg.
Sayangnya, hal ini membuat badannya merasa lemas.
Ia menduga bahwa perasaan lemas ini terjadi bukan karena diet yang ia jalani, melainkan karena latihan yang diforsir dan membuat tubuhnya kelelahan.
“Jadi saya prediksi, ini karena saya over train, karena saya turunin dengan lari. Jadi pas sudah sampai 80 kg itu saya diminta berhenti lari,” ujarnya.
“Kalau mau olahraga saya disarankan dengan jalan tapi durasinya panjang,” imbuhnya.
Kini Pandji kembali menaikkan berat badannya dan memutuskan untuk tak melakukan program penurunan berat badan dengan ekstrim.
“Sekarang saya ada di 92-93 kg, sekarang tujuannya mau cari pasnya dimana, kalau di badan pengin turun ke 80, tapi saya enggak pengin ngotot,” ungkapnya.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita Pandji Pragiwaksono Turun 13 Kg dengan Plant-Based Diet"