John Kei dijuluki Godfather of Jakarta dan disebut-sebut mampu berbisnis layaknya mafia.
Namanya kini kembali menjadi sorotan publik lantaran peristiwa pembacokan di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, dan penembakan di Perumahan Green Lake City, Cipondoh, Tangerang, Minggu (21/6/2020).
Kejadian tersebut sempat dikira merupakan perampokan biasa.
Namun belakangan terungkap, penyerangan itu diduga dilakukan kelompok John Kei.
John Kei diduga hendak merencakan membunuh pamannya sendiri, Nus Kei.
Dalam tayangan Kick Andy Show yang diunggah pada 13 April 2019, John Kei yang kala itu masih berada di Nusakambangan sempat bercerita bagaimana awalnya ia terjun ke dunia hitam.
Tahun 1992, dia mengaku sempat jadi petugas keamanan di sebuah hostel di Jalan Jaksa, Jakarta.
Suatu ketika, terjadi keributan di tempatnya bekerja tersebut.
Baca: Pasca Bebas dari Nusakambangan, Tetangga Akui John Kei Jadi Sosok yang Berbeda
Baca: Perilaku Tak Biasa John Kei Sebelum Diringkus Polisi: Nyalakan Semua Lampu & Duduk Bersama Anak Buah
John Kei lah yang memisahkan perkelahian itu.
Namun, dia justru mendapatkan perlakuan yang tak sebagaimana mestinya.
"Saya dipukul dari belakang. Sempat berantem, polisi dateng, selesai," ujarnya, dikutip TribunJabar.id Selasa (23/6/2020).
Setelah keributan itu dihentikan oleh kepolisian, John Kei pulang.
Bukannya beristirahat, dia malah membawa golok dan kembali ke tempat keributan itu.
Dia berniat untuk membacok orang yang sebelumnya berkelahi dengannya.
"Niat saya tadinya saya enggak bunuh dia, saya mau kasih putus-putus tangan. Ternyata di luar dugaan, parang kena leher, (dia) mati," ujarnya.
Saat itu, John Kei tak sendirian.
Dia juga membawa beberapa anak buahnya menggunakan motor. Sementara itu lawannya berjumlah 5-6 orang.
Baca: Baru Bebas Bersyarat Langsung Berulah Lagi, John Kei Terancam Hukuman Mati
"Itu tanggal 12 Mei 1992. Saya umur 22 tahun," ujarnya.
Kala itu tak ada penyesalan yang dirasakan John Kei.
Dia justru merasa jago jika telah membunuh orang.
"Itu awal mula, saya buron (sekitar) 1 minggu. Tanggal 24 Mei saya menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya, dipenjara," ujarnya.
Tahun 1995, John Kei mulai mengenal ekstasi.
Hal itu terjadi lantaran dia hampir setiap malam ke diskotik bersama dengan teman-temannya.
"Pertama main ke diskotik teman-teman bilang, ini orang-orang kok kaya orang gila semua pada goyang," ujarnya.
Karena penasaran, John Kei membawa ekstasi ke rumahnya.
Namun, dia sempat tak berani mencobanya selama satu minggu.
"Tapi karena tiap malam ke disko terus akhirnya coba," ujarnya.
John Kei dikenal sebagai orang yang berasal dari Kei.
Tepatnya, dia lahir di Desa Tutrean, Kecamatan Kei Besar Selatan, Maluku Tenggara pada 10 September 1967.
John Kei bercerita, di Kei sempat terjadi kerusuhan.
Berkaca dari kejadian itu, dia kemudian mengumpulkan beberapa orang-orang yang berasal dari Kei.
Tujuannya baik, dia ingin antarorang Kei tak ada rasa curiga.
"Kita bikin satu organisasi supaya kita jadi satu rumpun. Jadilah organisasi itu, saya dipercaya jadi ketua umum," ujarnya.
Lama kelamaan organisasi itu semakin besar.
Anggotanya bahkan mencapai ribuan.
Naman John Refra pun mulai populer, dia mendapatkan julukan John Kei.
"Iya (mulai terkenal). (Saya) dikasih nama John Kei karena asli dari Kei," katanya.
Baca: Ditangkap Lagi, Daftar Kekayaan John Kei Terungkap, Punya Rumah Miliaran Rupiah
Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Awal Mula John Kei Terjun ke Dunia Hitam, Pertama Kali Hilangkan Nyawa Orang di Usia Sangat Muda.