Sebelum Diserang Secara Brutal, Nus Kei Sempat Hubungi John Kei Minta Bertemu

Penulis: Haris Chaebar
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

John Kei dan Nus Kei, keponakan dan paman yang berseteru. Nus Kei sempat meminta upaya damai, sebelum mendapat serangan dari kelompok John Kei.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kelompok preman pimpinan John Kei kembali berulah.

Beberapa waktu lalu, kelompok John Kei terlibat kekerasan dan perusakan di daerah Cipondoh, Kota Tangerang dan Cengkareng, Jakarta Barat.

Kelompok yang dipimpin John Kei terlibat kerusuhan dengan Nus Kei, yang merupakan paman John Kei sendiri.

Terbaru, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengungkap fakta terkait perseteruan antara John Kei dan Nus Kei.

Menurut Yusri, Nus Kei sebelumnya sempat mengajak John Kei untuk bertemu dan menyelesaikan perselisihan terkait pembagian uang hasil penjualan tanah secara kekeluargaan dan damai.

Namun, John Kei tak pernah merespons pesan dan ajakan yang dikirim oleh pamannya tersebut.

"Kita dapat dari barang bukti yang ada di WhatsApp."

"Sempat Nus Kei sampaikan di situ, 'Tolong John kita ketemu aja berdua. Jangan membawa kita punya anggota, ini urusan pribadi kita berdua'. Tetapi (pesan Nus Kei) tak ditanggapi John Kei," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2020) lalu.

Baca: Interaksi Serius John Kei dengan Jacklyn Choppers Tertangkap Kamera, Siapa Sosok Bang Jack?

Baca: Kesaksian Tetangga Soal Penangkapan John Kei: Ada Sikap Tak Biasa, Buat Warga Sekitar Tegang

Baca: Baru Bebas Bersyarat Langsung Berulah Lagi, John Kei Terancam Hukuman Mati

Jacklyn Choppers ketika berinteraksi dengan John Kei tertangkap kamera. (YouTube Jacklyn Choppers)

Kepada polisi, John Kei mengaku kecewa terhadap pamannya karena merasa dikhianati.

Namun, John Kei belum menjelaskan secara detail pengkhianatan seperti apa yang dilakukan pamannya.

"Dia akui merasa dikhianati oleh Nus Kei, salah satunya masalah uang atau tanah ini."

"Masih ada beberapa lain yang belum diungkapkan John Kei."

"Cuma dia sampaikan setiap ditanyakan itu. 'Saya dikhianati oleh Nus Kei'," ungkap Yusri.

Sebelumnya diberitakan, penyerangan dilakukan anak buah John Kei di dua lokasi berbeda, yakni kawasan Green Lake City di Cipondoh, Kota Tangerang; dan daerah Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat pada Minggu (21/6/2020) siang.

Penyerangan dilakukan karena kekecewaan John Kei atas persoalan pembagian uang hasil penjualan tanah.

Saat menyerang kawasan Green Lake City, anak buah John Kei tak segan melepaskan tujuh kali tembakan, merusak gerbang perumahan, dan mengacak-acak rumah Nus Kei.

Akibatnya, satu orang sekuriti perumahan mengalami luka karena ditabrak anak buah John Kei dan satu pengendara ojek online tertembak di bagian kaki.

Sementara itu, penyerangan di Cengkareng menyebabkan satu anak buah Nus Kei berinisial ER tewas dan satu orang lainnya terluka.

Polisi kemudian menangkap John Kei dan 29 anak buahnya di markas mereka di Jalan Tytyan Indah Utama X, Bekasi, Jawa Barat pada Minggu sekitar pukul 20.15 WIB.

Polisi menggerebek kediaman yang diduga kuat adalah kediaman John Kei di Bekasi, Jawa Barat pada Minggu (21/06/2020) pukul 22.00 WIB. (Tangakp Layar KompasTV)

Polisi menyita sejumlah barang bukti di markas kelompok John Kei di antaranya 28 buah tombak, 24 buah senjata tajam, 2 buah ketapel panah, 3 buah anak panah, 2 buah stik bisbol, dan 17 buah ponsel.

Kini, John Kei dan 29 anak buahnya telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penyerangan, penganiayaan, dan pembunuhan berencana.

Mereka dijerat Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 169 KUHP, Pasal 170 KUHP, dan Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman mati.

John Kei Ditangkap Polisi

Mantan narapidana John Kei kembali ditangkap polisi pada Minggu (21/6/2020) malam.

Dia ditangkap atas digaan penganiayaan dan keributan di Green Lake City, Tangerang dan Cengkareng, Jawa Barat.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, 25 orang terkait peristiwa tersebut ditangkap di markas kelompok John Kei.

Baca: Perilaku Tak Biasa John Kei Sebelum Diringkus Polisi: Nyalakan Semua Lampu & Duduk Bersama Anak Buah

Baca: Pasca Bebas dari Nusakambangan, Tetangga Akui John Kei Jadi Sosok yang Berbeda

Baca: John Kei Ditangkap Lagi, Polisi Amankan Barang Bukti 28 Tombak hingga 24 Senjata Tajam

John Kei (bertopi) melenggang dan tak tampak cemas usai dijatuhi vonis 12 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Kamis (27/12/2012). John Kei dinyatakan bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan berencana terhadap Tan Harry Tantono alias Ayung. John Kei menyatakan akan banding. (KOMPAS/LASTI KURNIA) (KOMPAS/LASTI KURNIA)

Padahal John Kei baru saja bebas besyarat sejak 26 Desember 2019 lalu.

Dikutip dari Kompas.com, Yusri mengungkapkan bajwa salah satu terduga pelaku yang ditangkap adalah pimpinan kelompok tersebut yang tak lain adalah John Kei.

"Dua orang yang diduga pelaku atas nama C dan JK (John Kei) ditangkap di Jalan Titian Indah Utama X pada jam 20.15, markas kelompok John Kei," kata Yusri dalam keterangan tertulis, Minggu (21/6/2020).

Saat menggeledah markas tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti yakni 28 buah tombak, 24 buah senjata tajam, 2 buah ketapel panah, 3 buah anak panah, 2 buah stik bisbol, dan 17 buah ponsel.

Diberitakan sebelumnya kediaman John Kei di perumahan Tytyan Indah Utama, Kota Bekasi digerebek oleh aparat kepolisian dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Minggu (21/6/2020) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Dalam penggerebakan tersebut, puluhan aparat kepolisian turut dikerahkan.

Sempat terjadi kericuhan akibat perlawanan saa penggerebekan terjadi. Suara tembakan juga terdengar dari arah kediaman John Kei di Jalan Tytyan Utama.

Awak media yang hadir di lokasi diminta aparat kepolisian tidak mendekat.

Pengamanan ketat juga dilakuan di jalan menuju rumah John Kei.

Wakapolres Kota Bekasi Alfian Nurrizal mengungkapkan ada 25 orang yang diamankan dalam penggerebekan ini.

Seluruh orang yang diamankan ini kini dibawa ke Polda Metro Jaya untuk penyidikan lebih lanjut.

"Yang kami ketahuiada 25 orang yang sudah dibawa Polda Metro, dan ada empat kendaraan yang diamankan," ujar Alfian dalam wawancara dengan Kompas TV, Minggu malam.

(Tribunnewswiki.com/Ris)

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul Pesan Nus Kei Sebelum Diserang: Tolong John Kita Ketemu Berdua, Jangan Bawa Anggota.



Penulis: Haris Chaebar
Editor: Archieva Prisyta

Berita Populer