Kabar terpilihnya Indonesia tersebut disampaikan oleh wakil RI untuk PBB, Dian Triansyah Djani.
Indonesia terpilih dari Kelompok Asia-Pasifik dalam pemilihan yang berlangsung tertutup di Markas Pusat PBB di New York, Rabu (17/6/2020) pagi waktu setempat.
Berbeda dengan proses sebelumnya, pemilihan kali ini diselenggarakan tanpa sidang plenary untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan dari masing-masing utusan tetap di New York hadir untuk memberikan suara.
Baca: Masyarakat Adat Taman Nasional Kayan Mentarang Terima Penghargaan Equator Prize 2020 dari PBB
Baca: PBB Ingatkan Dampak Covid-19 Bisa Sebabkan 34 Juta Orang Jatuh dalam Jurang Kemiskinan Ekstrem
Dian Triansyah Djani yang merupakan wakil tetap RI untuk PBB dalam keterangannya mengatakan Indonesia berkomitmen untuk terus berpartisipasi aktif dalam mendorong upaya pencapaian Agenda Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) 2030.
“Indonesia juga akan terus berupaya meningkatkan peran dalam pembahasan isu-isu strategis terutama pada Badan-Badan Khusus di bawah ECOSOC di antaranya FAO, WHO, IMO, ICAO, dan IAEA,” ungkapnya.
Terpilihnya Indonesia di ECOSOC memiliki arti penting, yakni untuk pemanfaatan platform ECOSOC dalam mendorong upaya pemulihan ekonomi dan sosial pasca pandemi Covid-19;
Selain itu, merefleksikan kepemimpinan global Indonesia dalam mendorong akselerasi pencapaian SDGs, serta pemajuan program prioritas nasional yang sejalan dengan SDGs sekaligus berkontribusi dalam transformasi ekonomi, khususnya pada sektor ekonomi mempunyai nilai tambah tinggi bagi kemakmuran bangsa
Djani mengungkapkan Indonesia memperoleh 186 suara dari total 190 suara.
Selain Indonesia, Jepang (185 suara) dan Kepulauan Solomon (187 suara) juga terpilih mewakili Kelompok Asia-Pasifik.
Sementara itu, Guatemala, Bolivia, Argentina, dan Meksiko, terpilih mewakili Kelompok Amerika Latin dan Karibia.
Bulgaria terpilih di Kelompok Eropa Timur; Libya, Liberia, Nigeria, Madagaskar dan Zimbabwe terpilih di Kelompok Afrika, dan pada Kelompok Eropa Barat dan Lainnya, Austria, Jerman,
“ECOSOC merupakan salah satu dari enam Badan Utama PBB yang bertanggungjawab untuk mengoordinasikan bidang ekonomi dan sosial, terutama yang terkait ruang lingkup kerja 15 Badan-Badan Khusus, delapan Komisi Fungsional, dan lima komisi regional di bawah kewenangannya,” ujarnya.
Baca: Hari Ini Dalam Sejarah: 10 Januari 1946 - Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Pertama
ECOSOC terdiri dari 54 negara anggota yang dipilih setiap tahunnya untuk masa tugas 3 tahun secara overlapping.
“Ini merupakan yang ke-12 kalinya Indonesia menjadi anggota ECOSOC setelah terakhir pada periode 2012-2014,” katanya.
Sebelumnya Indonesia menempati posisi tersebut pada periode 1956-1958; 1969-1971; 1974-1975; 1979-1981; 1984-1986; 1989-1991; 1994-1996; 1999-2001; 2004-2006; dan 2007-2009.
Selama sejarah panjang menjadi anggota ECOSOC, Indonesia telah dua kali dipercaya menjadi Presiden ECOSOC yakni pada tahun 1970 dan 2000.
“Selain itu, Indonesia pernah menjadi Wakil Presiden ECOSOC pada tahun 1969, 1999, dan 2012,” jelasnya.
Baca: PBB Peringatkan Negara di Asia: Hentikan Ketergantungan Penggunaan Batu Bara
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Indonesia Terpilih Jadi Anggota Dewan Ekonomi dan Sosial PBB