Namun demikian, menurut intelijen Amerika Serikat (AS), setidaknya ada 35 tentara China tewas akibat pertempuran tanpa senjata di wilayah Himalaya Barat.
Baca: Klaim Miliki Lembah Sungai Galwan, China Serbu Garis Pertahanan India dengan 10.000 Pasukan Militer
Mengutip pemberitaan US News, sumber intelijen AS menyebutkan China tidak mengumumkan korban itu karena menganggap korban di antara pasukan mereka sebagai penghinaan bagi angkatan bersenjatanya.
Dan mereka belum mengkonfirmasi jumlah tersebut karena takut akan membuat musuh lain semakin berani menurut analisa sumber itu.
Sebelumya India mengkonformasi ada 20 tentara mereka yang tewas akibat perang tanpa senjata api ini.
Kebanyakan yang meninggal akibat luka terkena batu dan pisau.
China dan India belakangan memang sedang dilanda konflik akibat berebut wilayah perbatasan di Himalaya Barat.
Kedua tentara bertempur sengit di Lembah Galwan, Ladakh, daerah yang disengketakan di wilayah Kashmir.
Kedua negara berdebat selama beberapa dekade atas wilayah di dataran tinggi yang sebagian besar wilayah tidak berpenghuni.
Tentara kedua negara berhadap-hadapan di banyak titik di sepanjang perbatasan bersama sekitar 3.440 km (2.100 mil).
Konfrontasi pada hari Senin lalu itu terjadi setelah ketegangan meletus dalam beberapa bulan terakhir setelah India membangun jalan baru di Ladakh, di sepanjang Garis Kontrol Aktual yang memisahkan kedua pihak.
Hal itu membuat marah China, yang mengerahkan pasukan dan membangun infrastruktur sendiri di wilayah yang disengketakan.
Kondisi ini membuat tentara kedua negara semakin berdekatan dan meningkatkan risiko bentrokan.
Kedua negara menganggap wilayah perbatasan itu penting secara strategis, ekonomi dan militer.
Tentara India telah mengkonfirmasi bahwa 20 prajuritnya tewas dalam bentrokan dengan pasukan China di sepanjang perbatasan China-India pada Senin (15/6/2020) malam.
"Tujuh belas tentara India yang terluka kritis di garis tugas di lokasi kebuntuan dan terkena suhu di bawah nol di daerah dataran tinggi telah menyerah pada cedera mereka, sehingga jumlah yang tewas dalam pertempuran tersebut menjadi 20," sebuah sumber yang merupakan seorang tentara mengatakan dalam sebuah pernyataan Selasa (16/5/2020) malam seperti dilansir oleh South China Morning Post.
Sumber tersebut menambahkan, kedua belah pihak telah melepaskan diri dari daerah Galwan, lokasi pertempuran.
Baca: Klaim Miliki Lembah Sungai Galwan, China Serbu Garis Pertahanan India dengan 10.000 Pasukan Militer
Kematian tersebut merupakan kematian pertama dalam empat dasawarsa terakhir akibat konflik yang membara di sepanjang 3.488 km perbatasan yang tidak ditandai antara negara tetangga yang bersenjatakan nuklir, yang dikenal sebagai Garis Kontrol Aktual (LAC).
Sementara itu, media India juga melaporkan bahwa ada tentara China yang juga tewas dalam peridtiwa tersebut.
Meski begitu, pemerintah China tidak mengkonfrimasi hal tersebut dan menyalahkan India atas insiden tersebut.