Tanggapan Staf Presiden soal Bintang Emon Diserang Buzzer: Pemerintah Tidak Ada Korelasi dengan Itu

Penulis: Nur Afitria Cika Handayani
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Donny Gahral menyebut bahwa pemerintah tidak ada hubungannya dengan buzzer.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Komedian Bintang Emon diserang buzzer karena berkomentar terkait kasus penyiraman air keras Novel Baswedan.

Setelah mengunggah video tentang kasus Novel Baswedan, Bintang Emon difitnah telah menggunakan narkoba dan sabu-sabu.

Menanggapi hal tersebut, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian menegaskan pemerintah tidak ada kaitannya dengan buzzer.

Ia mengatakan bahwa Bintang Emon berhak untuk berpendapat.

"Pemerintah tidak ada hubungannya dengan buzzer apapun, afiliasi buzzer itu tidak ada korelasi dengan pemerintah," kata Donny kepada wartawan, Selasa (16/6/2020).

Menurutnya, pemerintah sangat menghormati kebebasan berekspresi dan berpendapat di ruang publik.

"Tidak boleh dikekang dihalangi atau dibatasi," katanya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak memiliki kaitan dengan buzzer.

"Kalau mereka dalam aktivitasnya ternyata ada unsur pidana ya silakan diprotes," ujarnya.

"Pemerintah berpendapat kalau merasa dirugikan, silakan dilaporkan."

"Kalau memang ada fitnah di situ, ada pencemaran nama baik atau perbuatan tidak menyenangkan, kan bisa dilihat pasal-pasal mana, (kalau) tidak ya, ya tidak diproses," paparnya.

Baca: Bintang Emon Diserang Buzzer, Istana Buka Suara: Silakan Lapor Polisi Jika Merasa Dirugikan

Baca: Buzzer

Donny memaparkan bahwa pemerintah tidak memerintah atau mengordinir serangan buzzer pada Bintang Emon.

"Tapi pemerintah tidak di dalam posisi untuk mengatakan apa-apa, karena buzzer itu inisiatif mereka sendiri."

"Tidak dikoordinasikan oleh siapa-siapa," cetusnya.

Penyidik KPK Novel Baswedan tiba untuk menjadi saksi kasus tindak pidana korupsi pengadaan pekerjaan KTP elektronik dengan terdakwa Sugiharto dan Irman di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (27/3/2017). Sidang tersebut ditunda karena saksi selaku anggota Komisi II DPR 2009-2014 Fraksi Partai Hanura Miryam S Haryani tidak hadir karena sakit, sedangkan JPU KPK sudah menghadirkan tiga saksi dari penyidik KPK terkait pengakuan Miryam yang ditekan saat diperiksa. (TRIBUNNEWS/HERUDIN)


Tanggapan Novel Baswedan

Melalui akun Instagram-nya, @novelbaswedanofficial, Novel mengaku prihatin atas serangan yang diterima oleh Bintang Emon tersebut.

"Saya prihatin karena Bintang Emon seorang anak muda yang menyampaikan kritik sosial, menyuarakan kritik adanya suatu ketidakadilan atas suatu proses hukum yang dilakukan terhadap pelaku penyerangan atas diri saya," kata Novel, Selasa (16/6/2020).

Baca: Bintang Emon Bungkam Fitnah Buzzer Pakai Narkoba, Hasil Tes Urine Negatif : Positif Kentang Mustofa

Baca: Tak Dibayar, Fans Barcelona yang jadi Buzzer Penghujat Pemain Sendiri Akhirnya Buka Suara

Novel mengatakan, kritik yang disampaikan Bintang Emon tersebut merupakan suatu hal yang wajar.

Sebab, menurutnya persidangan kasus tersebut telah menunjukkan penegakan hukum yang bermasalah.

"Proses itu tampak sekali keterlaluan, tampak sekali mempertontonkan wajah hukum yang buruk dan lucu. Sehingga saya melihat kritik sosial itu sudah pada tempatnya," ujar Novel.

(TRIBUNNEWSWIKI/Afitria) (Wartakotalive.com/Taufik Ismail)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Staf Presiden: Pemerintah Tidak Ada Hubungannya dengan Buzzer, Silakan Lapor Kalau Merasa Dirugikan



Penulis: Nur Afitria Cika Handayani
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi

Berita Populer