Sebelumnya, Jordi Onsu dituduh mencuri resep milik usaha PT Ayam Geprek Bensu (Benny Sujono).
Ia juga dikabarkan pernah bekerja sebagai manajer operasional di I Am Geprek Bensu.
Jordi Onsu juga membantah mengenai kabar dirinya yang disebut tiga kali menolak ajakan damai sebelum adanya putusan MA.
"Saya langsung telepon pengacara pihak sana, bagaimana saya menolak damai? bukannya kemarin kita habis ketemuan, ngobrol. Jadi kita bingung ada berita seperti ini."
"Ya terus ngapain ketemuan selama ini? kita sempat vakum karena memang ada himbauan di rumah aja tetapi kita tetap berkomunikasi dengan mereka," ujar Jordi Onsu, seperti dikutip dari Tribun Jateng, Senin (15/5/2020).
Jordi mengungkapkan bahwa ia perlu mempelajari terlebih dahulu masalah sengketa merek ayam geprek tersebut.
"Kita butuh waktu karena kami sama-sama memiliki sertifikat. Ruben Samuel Onsu punya berbagai logo dan bermacam kelas, sertifikasi resminya sudah keluar," jelasnya.
Baca: Kalah di Mahkamah Agung, Ruben Onsu Akhirnya Minta Maaf, I Am Geprek Bensu: Ini Merek Punya Kita!
Baca: Pihak I Am Geprek Bensu Buka Suara Soal Karyawannya yang Dibawa ke Usaha Milik Ruben Onsu
"I Am Geprek Bensu juga punya sertifikatnya di satu kelas, di kelas 43 untuk merek tersebut. Kita pun punya tapi di kelas 35. Jangan tanya saya kenapa, karena saya juga bingung," jelas Jordi Onsu.
Jordi Onsu menuturkan solusi untuk sengketa ayam geprek bensu tersebut agar sama-sama enak di semua pihak.
"Kita pernah sahabatan, liburan bareng dan hubungannya sangat baik. Kenapa kita gak sama-sama fokus agar bisnis bertahan, tak mengeluarkan terlalu banyak karyawan di tengah pandemi covid-19. Kita sama-sama punya sertifikat lalu kita promosikan merek masing-masing," terang Jordi Onsu.
Ia juga membantah tentang isu I Am Geprek Bensu merupakan barang palsu dari Geprek Bensu milik Ruben Onsu.
"Kita gak pernah bilang, saya cuma bilang ini milik Ruben Onsu. Saya cuma menebalkan kepemilikan tersebut," tegas Jordi Onsu.
Sementara itu, ia mengungkapkan sebenarnya kedua pihak hampir menyepakati berbagai hal.
Namun, masalah ini kemudian muncul di berbagai media dan membuat spekulasi publik.
Spekulasi tersebut kemudian membuat suasana menjadi panas kembali.
Baca: Meski Kalah Gugatan, Geprek Bensu Tidak Perlu Tutup Gerai, Kuasa Hukum: Saya Kira Tak Jadi Persoalan
Baca: Buntut Panjang Tuntutan Nama Geprek Bensu, 5 Perkara Ini Disanggah oleh Jordi Onsu
Oleh karena itu, Jordi Onsu menuturkan pihaknya telah bertemu dengan pihak PT Ayam Geprek Bensu (Benny Sujono).
Ia juga meminta publik untuk tidak membuat suasana menjadi semakin panas.
"Kasihan atuh, jangan komporin, itikadnya sudah baik. Kita gak pernah menolak ketika diajak bertemu, saya pun selalu hadir karena menghargai mereka. Ko Ruben juga sudah ketemu. Jangan dikomporin ya, kasihan. Orangnya juga sudah mau baikkan," papar Jordi Onsu.
Jordi Onsu membantah kabar bahwa dirinya pernah melamar sebagai manajer operasional di PT Ayam Geprek Bensu (Benny Sujono).
Jordi Onsu menjelaskan bahwa awalnya dia memang bekerjasama dengan Yangcent dan Stefani Livinus untuk mendirikan usaha itu.
Lalu, Jordi menegaskan bahwa usaha kuliner itu dibangun bersama.
Maka, tidak benar bila ia melamar menjadi manajer dalam bisnis tersebut.
Baca: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Penjual Ayam Geprek Meninggal Dunia Tersengat Aliran Listrik
Baca: Kronologi Awal Mula Merek Dagang Bensu Dipakai hingga Gugatan Ruben Onsu Ditolak Mahkamah Agung
"Jadi yang perlu digarisbawahi adalah bahwa para pihak adalah pemilik pengurus, pengelola, dengan merk dagang yang diberi nama I Am Geprek Bensu. Ada Yangcent, Evan Jordi Onsu, dan Stefani Livinus. Ini bukan melawan hanya meluruskan,” kata Jordi Onsu.
Selain itu, Jordi Onsu juga membantah kabar bahwa pihaknya mencuri resep I Am Geprek Bensu.
"Saya dengan tegas membantah. Tidak ada pencurian resep sama sekali. Apalagi, dengan cara memasukan karyawan," Jordi Onsu.
Menurut Jordi, ia tahu resep ayam geprek karena memang meramunya bersama Stefani Livinus yang kini menjadi pemilik usaha bernama I Am Geprek Bensu yang berada di bawah PT Ayam Gerek Benny Sujono.
"Kita cuma punya karyawan enam sampai tujuh orang. Jadi yang mengetahui resepnya kita semua. Kita bikin semua. Bahkan, saat itu, saya yang eksperimen," kata Jordi Onsu.