Puluhan Orang Terkonfirmasi Covid-19 di Beijing, China Bersiap Hadapi Gelombang Kedua Virus Corona?

Penulis: Haris Chaebar
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Seorang pekerja medis mengambil swab di Shulan, provinsi Jilin. Kota telah dikunci untuk menampung wabah cluster. Foto: Xinhua

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Dunia di ambang ancaman gelombang kedua dari wabah virus Corona.

Di negara pertama yang terjangkit pandemi, China penularan masih terjadi hingga kini meski sudah tidak lagi se-ekstrem di Wuhan beberapa waktu lalu.

Hal ini pun membuktikan bahwa China, meski sudah melakukan penanggulangan secara ketat dan agresif, nyatanya belum sepenuhnya imun dari wabah Corona ini.

Tindakan tegas dilakukan oleh pemerintah China demi meminimalisir gelombang kedua Covid-19 yang sewaktu-waktu bisa menerjang negeri tirai bambu tersebut.

Sebuah distrik di Beijing menempatkan diri merekadalam mode "darurat masa perang", setelah ditemukan puluhan orang yang positif Covid-19 di wilayah tersebut.

Beijing melarang kegiatan pariwisata dan olahraga pada Sabtu (13/6/2020) setelah kasus infeksi corona yang berpusat di sekitar pasar grosir besar memicu kekhawatiran terhadap gelombang baru wabah Corona selanjutnya.

Sebanyak 45 orang dari 517 yang diuji dengan tes swab tenggorokan di pasar Xinfadi di distrik Fengtai barat daya Beijing dinyatakan positif terkena virus corona, menurutk keterangan dari Chu Junwei, seorang pejabat distrik yang dikutip dari pemberitaan Reuters.

Para staf di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020), menggunakan pelindung khusus, untuk menghindari serangan virus corona yang mematikan. (AFP/HECTOR RETAMAL)

Padahal tidak ada yang menunjukkan gejala Covid-19 dari orang-orang dinyatakan positif tersebut.

Chu menambahkan 11 lingkungan di sekitar pasar, yang disebut-sebut sebagai pasar grosir pertanian terbesar di Asia tersebut, telah dikunci dengan penjagaan 24 jam.

Baca: Masalah antara Amerika Serikat vs China Kembali Bertambah, Kali Ini Terkait Kepemilikan Nuklir

Baca: Amerika Sebut China Berbohong soal Kemunculan Covid-19, Buktikan lewat Foto Satelit, WHO Kecolongan?

Baca: Amerika Serikat-China Memanas, 3 Kapal Perang AS Terlihat Berpatroli di Perairan Indo-Pasifik

"Sesuai dengan prinsip mengutamakan keselamatan massa dan kesehatan, kami telah mengadopsi langkah-langkah penguncian untuk pasar Xinfadi dan lingkungan sekitarnya," kata Chu.

Chi menambahkan, distrik ini sekarang dalam "mode darurat masa perang,".

Penutupan pasar dan pembatasan baru datang ketika kekhawatiran tumbuh tentang gelombang kedua pandemi Corona, yang telah menginfeksi lebih dari 7,66 juta orang di seluruh dunia dan menewaskan lebih dari 420.000.

Mereka juga menggarisbawahi bagaimana bahkan di negara-negara yang telah sukses besar dalam mengekang penyebaran virus Corona, klaster baru kadang-kadang dapat dengan mudah muncul.

Seluruh pasar Xinfadi ditutup pada jam 3 pagi pada hari Sabtu, setelah dua pria yang bekerja di sebuah pusat penelitian daging yang baru-baru ini mengunjungi pasar dilaporkan terkena virus Corona.

Tidak segera jelas bagaimana mereka telah terinfeksi.

Pada Sabtu (13/6/2020), pintu masuk pasar diblokir dan polisi berjaga.

Pemerintah Beijing sebelumnya telah menghentikan perdagangan daging sapi dan kambing di pasar dan telah menutup pasar grosir lainnya di sekitar kota.

Pembeli minuman boba di China diharuskan cek suhu tubuh dan antre dengan jarak 1,5 meter. (Kolase Facebook/Chinanews.com)

Pemerintah setempat merencanakan lebih dari 10.000 orang di pasar Xinfadi untuk melakukan tes asam nukleat demi mendeteksi infeksi Corona.

Menurut situs web Xinfadi, lebih dari 1.500 ton makanan laut, 18.000 ton sayuran dan 20.000 ton buah diperdagangkan di pasar setiap hari.

Seorang juru bicara kota Beijing mengatakan, enam pasien corona yang dikonfirmasi di Beijing pada Jumat (12/6/2020) telah mengunjungi pasar Xinfadi. Beijing akan menangguhkan acara olahraga dan wisatawan dari bagian lain China, efektif segera.

Kuil Yonghe dan Teater Nasional Beijing juga mengumumkan akan ditutup sejak Sabtu, dan pemerintah kota mengatakan telah membatalkan rencana untuk membuka kembali sekolah pada hari Senin untuk siswa kelas satu sampai tiga karena kasus-kasus baru.

Satu orang di pasar pertanian di distrik Haidian barat laut kota juga dinyatakan positif terkena virus korona, kata Chu.

Kekhawatiran itu juga menyebar ke kota-kota lain, dengan pasar grosir pertanian utama di Chengdu, ibukota provinsi Sichuan barat daya menyatakan akan mengeluarkan produk salmon dari rak-raknya mulai Sabtu.

Di Nanjing, ibukota provinsi timur Jiangsu, asosiasi restoran lokal mengatakan akan menghentikan penyajian makanan yang mengandung makanan laut mentah atau produk hewani.

Update Covid-19 di dunia

Pasien yang berstatus PDP dari Kabupeten Luwu dirujuk ke Rumah Sakit Umum Sawerigading Kota Palopo, Sabtu (21/3/2020). (RSUD Sawerigading via TribunPalopo)

Pandemi virus corona masih terus berlangsung di dunia.

Kasus-kasus baru masih terus dilaporkan setiap harinya.

Baca: Kasus Penyakit Virus Korona dari Wuhan China Bertambah, Ada 573 Temuan, 17 Warga Meninggal Dunia

Baca: 10 Juta Warga Kota Wuhan Terisolasi, Dilarang Keluar dan Masuk, Antisipasi Penyebaran Virus Korona

Baca: Antisipasi Penyebaran Virus Korona, Pemerintah China Resmi Mengisolasi Kota Wuhan

Melansir data dari Worldometers, Sabtu (13/6/2020) pagi, jumlah kasus virus corona di dunia adalah sebanyak 7.724.555 (7,7 juta) kasus.

Dari jumlah tersebut, terjadi 427.674 kasus kematian dan 3.916.389 (3,9 juta) pasien telah dinyatakan sembuh.

Adapun jumlah kasus aktif adalah sebanyak 3.380.492 (3,38 juta) kasus dengan 3.326.662 (3,33 juta) dengan kondisi ringan dan 53.830 dengan kondisi serius.

Sementara itu, jumlah kasus terbanyak hingga kini masih dicatatkan oleh AS dengan lebih dari 2 juta kasus, disusul Brazil, Rusia, India, dan Inggris.

Perkembangan terkait kondisi dan penanganan virus corona pun masih terus terjadi di berbagai negara di dunia.

(Tribunnewswiki.com/Ris)

Artikel ini tayang di Kontan.co.id dengan judul Wabah corona menghantui China lagi, distrik di Beijing terapkan masa darurat.



Penulis: Haris Chaebar
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
BERITA TERKAIT

Berita Populer