Perusakan Patung Winston Churchill di London, PM Inggris Boris Johnson: Tak Masuk Akal dan Memalukan

Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Merespons aksi perusakan patung Winston Churchill, PM Inggris, Boris Johnson menyebut hal itu sebagai tindakan memalukan dan tak masuk akal, FOTO: Boris Johnson

Bukan kali pertama patung Winston Churchill dirusak oleh massa yang marah.

Patung yang sama pernah menjadi sasaran pendemo saat peringatan D-Day tahun 2019.

Kata-kata "Semua polisi itu Ba****an" tertulis di patung dengan cat warna hijau neon.

Sementara patung Churchill lainnya di New Bond Street, London juga pernah disiram cat berwarna putih pada Januari 2019.

Baca: Ribuan Warga Skotlandia Padati Jalanan Protes Tuntut #BlackLivesMatter dan Suarakan Anti-Rasisme

Belakangan ini, sebuah insiden terbaru dilakukan demonstran di Bristol.

Mereka merobohkan patung seorang pedagang budak abad ke-17, Edward Colston.

Massa kemudian melemparkan patung tersebut ke sungai.

Demonstrasi yang terjadi di London, Inggris berangkat dari kegelisahan orang-orang setelah terbunuhnya George Floyd di Minnesota, Amerika Serikat.

Baca: Khawatir Covid-19, Jubir Demonstrasi #BlackLivesMatter di Skotlandia Ajak Aksi Melalui Internet

Kematian George Floyd di tangan polisi memicu kerusuhan di sejumlah negara di dunia.

Kepolisin di Inggris menggelar penyelidikan terkait aksi corat-coret tersebut.

Sekretaris Kementerian Dalam Negeri, Priti Patel menyebut insiden tersebut sebagai aksi 'vandalisme'.

-

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)



Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Putradi Pamungkas

Berita Populer