Legenda Musik Folk Bob Dylan: Kematian George Floyd Membuatku Muak

Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Legenda Musik Folk Amerika, Bob Dylan: Kematian George Floyd Membuatku Muak, FOTO: Bob Dylan

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Musisi legendaris Folk asal Amerika, Bob Dylan mengaku muak menyaksikan seorang pria kulit hitam tak bersenjata George Floyd "disiksa sampai mati" oleh polisi kulit putih di negara bagian asalnya.

Berbicara kepada New York Times, dilansir Jacaranda FM, Sabtu (13/6/2020), sehari setelah terbunuhnya Floyd di Minneapolis, Bob Dylan marah melihat George Floyd disiksa hingga meninggal.

"Aku muak melihat George disiksa sampai mati (dengan cara) seperti itu," kata Dylan tentang George Floyd yang meninggal setelah seorang polisi kulit putih menindih leher Floyd dengan kaki selama hampir sembilan menit.

Buntut meninggalnya George Floyd, telah memicu demonstrasi anti-rasisme besar-besaran di Amerika Serikat dan di dunia.

"Ini benar-benar buruk. Semoga keadilan cepat ada bagi keluarga Floyd dan untuk negara," kata Dylan (79) yang lahir di Minnesota dan pernah kuliah di sebuah universitas di Minneapolis.

Baca: Joan Chandos Baez

Baca: Berita Duka, Legenda Musik Folk, Penulis Lagu Angel From Montgomery, John Prine Meninggal Dunia

Baca: Seniman Asal Yogyakarta Djaduk Ferianto Meninggal Dunia, Sempat Dijadwalkan Tampil di Ngayogjazz

Baca: Musisi Legandaris Benny Likumahuwa Meninggal Dunia di Usianya ke 73 Tahun

Diketahui karya musik Bob Dylan banyak bersinggungan soal isu-isu sosial.

Beberapa diantaranya berkaitan dengan kebrutalan polisi dan rasisme, dengan lagu 'Hurricane' dan 'George Jackson'

Ia juga pernah membuat single lagu ballads tentang pembunuhan Presiden AS, John F. Kennedy di mana pada tahun 60an berhasil naik ke puncak tangga Billboard.

Lagu inilah yang membawa dirinya menjadi penulis lagu pertama yang mendapatkan Hadiah Nobel dalam bidang Sastra tahun 2016.

Kendati sudah lanjut usia, pada Jumat depan, Dylan diproyeksikan akan mengeluarkan album terbarunya berjudul, "Rough and Rowdy Days" yang berisi single original sepanjang delapan tahun terakhir.

Baca: Seperti di Negara Lain, Konser Musik Secara Drive-In Akan Hadir di Jakarta pada Agustus Mendatang

Baca: Lagu IU dan SUGA BTS Eight Raih Perfect All-Kill karena Duduki Nomor 1 di Semua Tangga Musik Korea

Baca: Deretan Aktor dan Musisi Dunia yang Meninggal Akibat Virus Corona: Jay Benedict hingga Mark Blum

Baca: LOVE FEST 2020: Konser Tepat untuk Nyatakan Cintamu, Dihadiri Musisi Manca Negara 98 Degrees

Berkomentar perihal pandemi corona, Dylan menggambarkan virus ini sebagai 'invasi' dan 'cikal bakal suatu hal yang akan datang'.

"Barangkali saat ini kita sedang menuju malam kehancuran. Ada banyak cara (bagi) kalian mengatasi virus ini. Saya pikir kalian hanya perlu membiarkannya berjalan dengan sendirinya," katanya di kediamannya di Malibu, California.

Pada akhir Maret, tak lama setelah California memberlakukan kebijakan aktivitas di rumah saja untuk mengatasi pandemi, secara mengejutkan Dylan merilis lagu originalnya berjudul "Murder Most Foul", sebuah single pertamanya sejak dikeluarkannya album "Tempest" pada 2012.

Pada masa tuanya sampai saat ini, ia masih terus mengatus jadwal tur konsernya.

Namun, akibat virus corona, agenda yang sudah dijadwalkan terpaksa berhenti.

Termasuk tur di Jepang dan Amerika Utara pada musim semi dan musim panas tahun ini.

Baca: 20 Penyanyi Tembangkan Layang Kangen, Bentuk Cinta Warga Suriname untuk Didi Kempot

Baca: Penyanyi Didi Kempot Tutup Usia, Pernah Berkarier sebagai Pengamen dan Jadi Duta Kereta Api

Baca: Rama Aiphama, Penyanyi Era 80-an Meninggal Dunia Hari Ini di Usia 63 Tahun

Baca: Billie Eilish Pecahkan Rekor Jadi Penyanyi Termuda dalam Sejarah Pengisi Soundtrack Film James Bond

-

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)



Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Putradi Pamungkas

Berita Populer