Padahal Alex Marquez belum sempat bertanding lantaran kompetisi terhenti akibat Covid-19.
Bos Honda Alberto Puig, memang belum mengonfirmasi kepindahan Pol Espargaro, seperti diberitakan BolaSport, Selasa (9/6/2020).
Namun dirinya juga tak membantah berita tersebut.
"HRC selalu berpikir tentang masa kini dan masa depan strukturnya, dari kategori yang lebih rendah hingga MotoGP," kata Puig dilansir BolaSport.com dari Race.com.
Puig menegaskan Repsol Honda tidak akan berhenti merencanakan yang terbaik, meski musim ini terkendala oleh pandemi.
"Keadaan musim ini tidak berkembang seperti biasa. Tetapi, itu tidak berarti bahwa Honda berhenti merencanakan masa depan terbaik untuk semua pembalap mereka. Kami tidak memiliki kontrak yang ditandatangani dengan siapa pun yang belum diumumkan," terangnya.
Baca: Sempat Diganggu Wabah Corona, MotoGP 2020 Akan Digelar Perdana di Sirkuit Jerez 19 Juli Mendatang
BolaSport menganalisis, keputusan ini diambil Honda lantaran mereka tidak memiliki kemampuan untuk menempatkan Alex Marquez di tempat pertama.
Dirinya dianggap tidak atau belum siap untuk melakoni balapan kelas primer.
Sebelumnya, Alex Marquez sudah menyelesaikan lebih dari 10 hari pengujian di Valencia, Jerez, Sepang, dan Losail.
Hasil itu bisa memberikan banyak data untuk Honda.
Setidaknya ada dua alasan mengapa honda menyingkirkan Alex Marquez.
Pertama, Marc Marquez terikat empat tahun kontrak dengan Honda.
Meski kontrak Alex diakhiri, tidak mungkin komitmen Marc untuk tim akan berubah.
Kedua, kepedulian terhadap perasaan pembalap sepertinya tidak benar-benar dipikirkan Honda.
Lagi pula, keluarnya Alex dari tim utama mengartikan dirinya harus menjauh dari Honda.
Ia sangat mungkin untuk masuk tim satelit Honda.
Apa lagi ALex Marquez didukung dengan baik oleh perusahaan bir seperti Estrella Galicia, raksasa asuransi Aviva, dan rantai toko pakaian Pull and Bear.
Hal itu membuat Alex Marquez bisa menghasilkan uang yang membuat bos LCR, Lucio Cecchinello akan mempererat kerja sama dengan Honda.
Bergabungnya Alex Marquez ke Tim Honda
Baca: Seandainya Jadi Digelar Tanpa Penonton, MotoGP 2020 Tetap Bisa Raup Ratusan Miliar Rupiah
Alex Marquez resmi bergabung dengan Tim Repsol Honda di ajang MotoGP musim 2020.
Kedatangan juara Alex Marquez ke Tim Repsol Honda dimumumkan secara resmi pada Selasa (19/11/2019).
Hanya berselang lima menit dari pengumuman tersebut, Manager Tim Repsol Honda, Alberto Puig, mengadakan konferensi pers.
Konferensi pers resmi itu digelar di paddock Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia.
Alberto Puig menjelaskan mengapa pengisi kursi yang ditinggal Jorge Lorenzo jatuh pada Alex Marquez.
"Setelah Lorenzo memutuskan pensiun pada akhir tahun ini, kami mulai memikirkan siapa yang patut menggantikannya," tutur Puig seperti dikutip JUARA.net dari TodoCircuito.
"Keputusan ini kami buat pada jam-jam terakhir."
Terkait bergabungnya Juara Moto2 ini, Alberto Puig menegaskan bukan karena nama belakang.
Ia menjelaskan adik Marq Marquez direkrut karena kualitas di lintasan.
"karena hasil-hasilnya di lintasan dan bukan karena nama belakangnya, saya ingin perjelas hal tersebut," tegas Alberto Puig.
"Jika tidak, kami tak akan memberinya kesempatan ini. Honda mencari pilot masa depan dan Alex masih muda," lanjutnya.
Tidak Ada Intervensi dari Marc Marquez
Baca: Tak hanya Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa Buka Kesempatan Kembali ke MotoGP sebagai Pembalap Wildcard
Alberto Puig mengungkap Marc Marquez tidak pernah ikut campur dalam bergabungnya Alex Marquez ke Repsol Honda.
Bahkan, Marc tak sekalipun terlibat dalam diskusi antara Alex dan tim Honda.
"Marc tak pernah mengintervensi. Wajar apabila ia ingin adiknya berada dalam satu tim, tetapi ia tak pernah memaksakan ke arah itu. Semua pembicaraan kami dengan Alex datang melalui wakilnya, Emilio Alzamora, dan bukan Marc," Tegas Puig.