Hal ini menyusul diberlakukannya pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) jilid tiga yang memberikan kelonggaran terhadap aktivitas olahraga.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Semarang, Suhindoyo mengatakan, Pemkot Semarang telah melakukan sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan selama dua hari berturut-turut sebelum TLJ dibuka.
Mulai Senin (8/6/2020) lalu, gor milik pemerintah tersebut telah dibuka.
Lapangan atletik dibuka setiap pagi pukul 06.00-10.00 dan sore pukul 15.00-18.00.
Baca: 8 Cara Ampuh Kecilkan Perut Buncit bagi Orang yang Malas Olahraga, Simak Penjelasannya
Baca: Apakah Aman Tetap Pakai Masker selama Berolahraga? Begini Penjelasan Dokter
Baca: Tips Olahraga Terbaik, Ampuh Bakar Lemak Tubuh Turunkan Berat Badan
Baca: 112 Orang Tertular Covid-19 Setelah Lakukan Olahraga di Ruang Tertutup
Dia meminta, pengunjung bisa mematuhi protokol kesehatan selama beraktivitas di TLJ.
Mereka wajib memakai masker dan menjaga jarak.
"Sudah dibuka. Peraturannya, pengunjung harus pakai masker.
Kalau pas lari dilepas silakan, tapi ketika komunikasi dengan teman atau sesama pelari harus pakai masker," jelasnya, yang Tribunnewswiki.com kutip dari Tribun Jateng, Rabu (10/6/2020).
Dispora juga sudah menyediakan tempat cuci tangan maupun hand sanitizer.
Pengunjung diharapkan bisa selalu menjaga kebersihan diri maupun lingkungan saat berada di TLJ.
"Kami sediakan tempat cuci tangan. Sementara ada dua nanti kami tambah tiga. Kami siapkan hand sanitizer di beberapa tempat," katanya.
Baca: 6 Tips Cara agar Berat Badan Tidak Naik saat Bulan Puasa, Kurangi Makan Manis hingga Rutin Olahraga
Baca: 112 Orang Tertular Covid-19 Setelah Lakukan Olahraga di Ruang Tertutup
Baca: Tips Olahraga Terbaik, Ampuh Bakar Lemak Tubuh Turunkan Berat Badan
Baca: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi Harapkan Agar Warga Disiplin, Jika Tidak Akan Diterapkan PSBB
Suhindoyo memaparkan, kapasitas pengunjung juga dibatasi.
Pihaknya tidak menyebutkan secara pasti berapa banyak pengunjung yang diperbolehkan masuk.
Hanya saja, petugas akan mengamati jika pengunjung sudah cukup penuh, pintu masuk akan ditutup.
Petugas akan memberikan imbauan melalui pengeras suara kepada pengunjung yang berada si lapangan agar bisa bergantian dengan pengunjung yang lain.
"Kalau kami amati sudah agak penuh, pintu kami tutup.
Nanti kami sampaikan kepada pengunjung melalui pengeras suara untuk bergantian dengan pengunjung yang lain," terangnya.
Tak hanya di lapangan atletik, lanjut Suhindoyo, pembatasan juga dilakukan di lapangan lainnya.
Semisal, dia menyebutkan di lapangan bulu tangkis.
Dispora hanya menfungsikan tiga lapangan dari lima lapangan yang ada.
Sedangkan fasilitas fitnes yang ada di TLJ, sementara waktu tidak boleh dipergunakan.
Hal ini demi mencegah penularan Covid-19.
"Alat fitnes sementara tidak kami gunakan karen SOPnya harus selalu disemprot setelah dipakai, sedangkan kami pada kondisi keterbatasan.
Jadi, kami tutup dulu saja," tambahnya.
Artikel ini telah tayang di Tribun Jateng dengan judul GOR Tri Lomba Juang TLJ Semarang Sudah Dibuka, Pengunjung Dibatasi, Ini Aturan Berolahraga di Sana