Seorang Pedagang Pasar Cepogo Boyolali Positif Covid-19, Total 212 Orang Jalani Rapid Test

Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Seorang pedagang di Pasar Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah positif Covid-19, 212 orang jalani rapid test, FOTO: (Ilustrasi Pasar) - Suasana di kawasan Pasar Anyar, Kota Bogor, nampak ramai dipenuhi pedagang yang berjualan di tengah situasi masa pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap tiga, Senin (18/5/2020). (KOMPAS.COM/RAMDHAN TRIYADI BEMPAH)

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang pedagang berinisial JU (51) di Pasar Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah dilaporkan positif Covid-19.

Hasil tracing terhadap pedagang Pasar Cepogo, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolaliterungkap ada 212 orang pernah kontak erat.

Bahkan, JU sempat open house saat Lebaran dan warga satu RT berkunjung di rumahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Boyolali, Ratri S Survivalina menjelaskan, berdasarkan hasil tracing akhir yang pernah kontak dengan pasien JU terdapat 212 orang.

"Kami sudah melakukan rapid test kepada mereka," kata dia kepada TribunSolo.com di kantornya Jalan Pandanaran no 156, Gudang, Siswodipuran, Boyolali, Boyolali, dikutip Tribunnewswiki.com, Selasa (9/6/2020).

Baca: Reisa Broto Asmoro Tak Gantikan Achmad Yurianto Jadi Jubir Penanganan Covid-19, Lalu Apa Tugasnya?

Lebih lanjut Ratri menjelaskan, hasil rapid test dari 212 orang sudah keluar, beruntung hasilnya memuaskan.

"Hasil rapid 212 sudah keluar dan hasilnya non reaktif semua," ucap dia.

Ratri menyebutkan ke 212 orang yang kontak erat dengan pasien JU merupakan 175 orang warga satu RT dan sisanya 35 orang lainnya termasuk keluarga hingga pedagang di Pasar Cepogo.

Mengingat pasien JU yang berasal dari Kecamatan Copogo itu disinyalir sumber penularan di Pasar Cepogo.

Meskipun keseluruhan non reaktif, Ratri mengatakan pihaknya tetap melakukan swab test kepada keluarga pasien JU.

"Meski hasilnya non reaktif, kami tetap melakukan tes swab kepada pihak keluarga," tutur Ratri.

Dia menambahkan, bahwa JU sempat membuka open house saat Lebaran dan warga satu RT berkunjung di rumahnya.

"Pasien JU itu, waktu Lebaran mengadakan open house, sehingga warga satu RT berkunjung di rumahnya," ungkapnya.

Boyolali Meroket

Kasus pasien positif corona di Boyolali menanjak tajam.

Sebanyak 7 orang dilaporkan positif Covid-19, sehingga jumlah kasus Corona di Kabupaten Boyolali meroket menjadi 33 orang, Senin (8/6/2020).

Informasi terbaru tersebut disampaikan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Boyolali di Posko Covid-19 di kantornya di Jalan Pandanaran Nomor 156, Gudang, Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan Boyolali.

Bahkan 7 kasus positif Corona itu, satu orang di antaranya bayi di bawah 5 tahun (balita) yang masih berusia 2,5 tahun.

Anak 2,5 tahun itu menjadi kasus pertama anak yang terpapar Corona di Kabupaten Boyolali.

Kepala DKK Boyolali Ratri S Survivalina menerangkan, pihaknya melaporkan ada tambahan 7 orang positif Covid-19.

Dikatakan, dari 7 kasus tambahan baru, 3 kasus di antaranya merupakan satu klaster Senting, Kecamatan Sambi yaitu DM (41), IM (21) dan PU (2,5).

"Saat ini tiga pasien positif Covid-19 nomor 27, 28, 29 dari klaster Senting sudah dikarantina di RS Darurat Covid-19 dan 7 anggota keluarga yang lain dinyatakan negatif," kata dia kepada TribunSolo.com.

Lebih lanjut Ratri menjelaskan, 1 kasus pasien positif Covid-19 lain berinisial DR (54) asal Kecamatan Andong.

Disebutkan, DR merupakan pelaku perjalanan dari Karangawen, Kabupaten Demak yang mengalami gejala sakit di Demak lalu dirujuk ke RS rujukan Covid-19 Boyolali.

"Pasien DR meninggal dunia, kami sudah dilakukan tracing dan didapatkan 28 orang yang kontak erat," jelasnya.

Adapun lanjut dia, sisa dua kasus tambahan berinisial SM (73) sebagai pasien ke 31 dan JU (51) sebagai pasien ke 32 berasal dari dua kecamatan yang berbeda.

Pasien SM berasal dari Kecamatan Banyudono masih dicari pasti sumber penularannya.

"Hasil sementara ada kontak erat dengan anggota keluarga yang berada di luar wilayah (Kecamatan Sawit)," jelasnya.

Selanjutnya Lina mengatakan pasien JU yang berasal dari Kecamatan Copogo disinyalir sumber penularan di Pasar Cepogo.

"Sebelum sakit, pasien JU merupakan seorang pedagang dan dimungkinkan tertular oleh pedagang sayur atau pembeli yang berasal dari berbagai daerah," aku dia.

Dari hasil tracking pasien JU, terdapat 170 orang pernah kontak erat dengan pasien JU.

"170 orang pernah kontak erat dengan pasien JU," ujar dia.

Lina mengatakan satu tambahan pasien terakhir dihari ini berinisial YP (53), merupakan pelaku perjalanan dari luar Jawa 3 bulan yang lalu.

Dia menambahkan, YP yang berasal dari Kecamatan Banyudono itu pernah melakukan test pemeriksaan PCR dari RS Indriyanti Boyolali yang bekerjasama dengan Prodia Solo secara mandiri untuk syarat penerbangan ke daerah asalnya.

"Hasil dari tes PCR Mandiri YP dinyatakan positif, dan menjadi kasus ke 33 di Kabupaten Boyolali," aku dia.

Dengan penambahan 6 orang yang positif Covid-19 yang masih hidup dan 1 orang positif Covid-19 meninggal dunia, jumlah warga yang terpapar Corona di Kabupaten Boyolali berjumlah 33 orang.

Baca: Karyawan Dipotong Gaji 2,5 Persen Per Bulan untuk Iuran, Inilah Hak dan Kewajiban Peserta Tapera

Baca: Tabiat PNS Asahan yang Pingsan Tanpa Celana di Mobil Dibongkar Istri Sah: Suka Gonta Ganti Wanita

Baca: Update Pencairan Intensif Kartu Pra Kerja, Kini Ada Fitur Ganti Rekening di prakerja.go.id

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Warga Cepogo Boyolali yang Positif Corona Sempat Open House Lebaran, 212 Orang Pun Jalani Rapid Test

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/DINAR,TribunSolo)



Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer