Ketua Komisi C DPRD Jember Rapat Pakai Pelampung Sindir Bupati: Saya Khawatir DPRD Jember Tenggelam

Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Komisi C DPRD Jember, David Handoko Seto memakai pelampung dalam rapat paripurna di gedung DPRD Jember sebagai bentuk protes pada Senin, (8/6/2020)

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jember melakukan aksi protes terkait kebijakan pemerintah di kota tersebut dengan cara cukup unik.

Mereka memakai pelampung saat rapat paripurna pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Jember tahun anggaran 2019, Senin (8/6/2020).

Satu di antara yang memakai pelampung adalah Ketua Komisi C DPRD Jember, David Handoko Seto.

Baca: Kabupaten Jember

Baca: Bupati Jember Kunjungi Korban Banjir, Bantuan Ditarik seusai Media Bubar, Camat Beri Klarifikasi

Seperti diberitakan Kompas.com, David mengenakan pelampung yang biasa digunakan untuk mengantisipasi korban tenggelam berwarna oranye.

Tak hanya David, anggota DPRD Jember lainnya yang memakai pelampung adalah Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Edy Cahyo Purnomo.

Keduanya mengakui memiliki alasan yang sama, yaitu sebagai bentuk keprihatinan atas kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember.

Tak hanya memakai pelampung, David bahkan mengutarakan kata-kata yang sarkastik.

David mengatakan dirinya memakai pelampung karena khawatir 'tenggelam'.

“Mohon maaf kalau saya pakai pelampung," kata David.

"Karena saya khawatir DPRD Jember ini sebentar lagi akan tenggelam,” lanjutnya saat membacakan LKPJ dalam rapat parpurna yang disiarkan secara daring.

David menyebut, alasan dirinya memakai pelampung adalah untuk menyelematkan DPRD Jember.

Terutama akan kekhawatiran dan keprihatinan dirinya terhadap kebijakan bupati dan Pemkab Jember yang dinilai ngawur.

Membahas mengenai pengadaan pelampung yang dinilai janggal

Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR, kunjungi Kantor Tribun Jakarta, yang disambut oleh Wakil Dirkel Group of Regional Newpaper Febby Mahendra dan Pemred Warta Kota Ahmad Subechi serta awak media Tribun, Kamis (9/3/2017) di Jakarta. TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO (Tribunnews.com)

Alasan dibalik pemakaian pelampung tersebut adalah pengadaan pelampung bagi nelayan dilakukan pada tahun 2018.

Kemudian, pengadaan tersebut di-branding pada tahun 2019 dengan ditempeli foto Bupati Faida dan wakilnya, Abdul Muqiet Arif.

Kemudian pelampung tersebut baru dibagikan pada 2020.

Saat itu pembagian dilakukan menjelang pelaksanaan Pilkada 2020.

Sehingga David merasa janggal dengan kebijakan yang dilakukan oleh orang nomor satu di Jember tersebut.

“Kalau tidak percaya kebijakan ini ngawur, silahkan ditanyakan pada penerima bantuan, penerima manfaat,” tegas David.

Tak hanya masalah waktu pemberian yang mendekati masa Pilkada 2020, David juga mempertanyakan kualitas pelampung.

David mempertanyakan keselamatan nelayan apakah terjamin atau tidak dengan pelampung yang mereka terlima.

Terlebih, dikatakan David pelampung tersebut diberikan setelah sebelumnya disimpan cukup lama.

David merasa prihatin dengan kondisi yang terjadi di lingkungan Pemkab Jember.

“Masyarakat bertanya kenapa DPRD Jember dan bupati tidak mau sinkron,” tutur dia.

Sementara itu, Bupati Jember Faida enggan memberikan komentar usai rapat paripurna selesai.

Begitu pula dengan Wakil Bupati Jember Abdul Muqiet Arif.

Keduanya memilih langsung meninggalkan DPRD Jember.

“Saya pamit dulu ya,” ucap Faida.

Baca: Polisi Bubarkan Resepsi Pernikahan di Jember, Tenda Dibongkar, Makanan Dibungkus Dibagi ke Warga

Baca: Kapolsek Jember Naik Pitam, Tegur Keras Guru Gelar Arisan : Malah Enak-enakan Pesta!

Baca: Faida (Bupati Jember)

(TRIBUNNEWSWIKI/Magi, KOMPAS/Bagus Supriadi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Khawatir Tenggelam, Anggota DPRD Jember Rapat Paripurna Pakai Pelampung"



Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer