Bangsa Pelestina merasa orang Yahudi menduduki tanahnya dan membentuk negara Israel, sementara Israel menganggap Bangsa Palestina sebagai penganggu.
Hingga kini aksi pembantaian masih terus dilakukan oleh Israel terhadap terhadap orang palestina yang menolak pendudukan Israel.
Meski bermusuhan, ada sisi kemanuiaan. Dua anak muda dari kedua bangsa ini telah saling jatuh cinta dan menikah.
Bahkan sang wanita yang berdarah Yahudi memilih memeluk Islam mengikuti sang suami yang seorang muslim.
Baca: Upacara Peringatan George Floyd Digelar di Minneapolis AS, Mengheningkan Cipta 8 Menit 46 Detik
Di tengah demonstrasi ratusan anggota kelompok ultra-kanan Israel pada Juli 2017 lalu, pernikahan seorang pemuda Palestina dan gadis Israel akhirnya berlangsung.
Mahmoud Mansour dan Morel Malka, si pria Muslim Palestina dan si wanita Yahudi Israel itu mengikat janji di tengah kondisi dua negara yang saat itu sedang panas-panasnya.
Morel Malka, saat itu 23 tahun, yang menurut kabar terakhir telah menjadi mualaf, lahir dari keluarga Yahudi Israel, berani menerima lamaran pujaan hatinya, Mahmoud Mansour, kala itu 26, yang beretnis Arab.
Dikutip dari Daily Mail, Sabtu (6/6/2020), keduanya yang sudah saling mengenal selama lima tahun melangsungkan pernikahan ketika situasi di kedua negara itu masih panas.
Persisnya, lima jam menjelang lima hari genjatan senjata pada tahun 2017 dilaksanakan.
Meski pernikahan keduanya telah berlangsung beberapa tahun silam, kisah cinta mereka menjadi perbincangan hingga hari ini
Tapi jangan bayangkan pernikahan Mansour dan Malka berlangsung aman tanpa aral melintang.
Ayah Malka dengan tegas menentang pernikahan tersebut, meski pada akhirnya tidak bisa berbuat banyak dengan keputusan anak perempuannya.
Bukan hanya itu, pernikahan ini juga dikecam Lehava, salah satu elemen ultra-kanan di Israel.
Baca: Buat Konten Pernikahan di Usia 16 Tahun, Pasangan YouTuber Ini Dinilai Romantisasi Pernikahan Anak
Seperti diberitakan Daily Mail, ratusan demonstran melakukan unjuk rasa di luar lokasi pernikahan Mansour dan Malka.
Oleh sebab itu, kedua mempelai secara khusus menyewa petugas keamanan sebagai antisipasi jika ada intimidasi dari para demonstran.
Dan benar, aparat keamanan kabarnya telah menangkap 6 demonstran yang hendak menerobos kerumunan undangan yang jumlahnya sekitar 500 orang.
Meski demikian, bukan berarti pernikahan ini tidak mendapat dukungan.
Beberapa penduduk Israel yang mendukung isu koeksistensi damai Yahudi-Arab, Israel-Palestina, menyatakan dukungannya terhadap pernikahan beda etnik dan latar belakang ini.
Dukungan juga datang dari Menteri Kesehatan Israel, Yael German, yang mengirim telegram ke kedua mempelai.
“Hari ini Anda bedua tengah bersuka cita."
"Saya ingin mengucapkan selamat dan memberi dukungan atas pernikahan Anda berdua."
"Semoga langgeng, bahagia dalam cinta, dan terus bertoleransi."
"Semoga pernikahan ini menjadi langkah maju untuk menjadikan Israel sebagai negara yang lebih toleran dan plural,” tulis German dalam telegram, seperti dilansir The Jerusalem Post.
Presiden Israel Reuvin Rivlin di halaman Facebook-nya, juga memberi selamat kepada pasangan Mahmoud Mansour dan Morel Malka, pria Muslim Palestina dan wanita Yahudi Israel menikah di tengah Israel-Palestina yang memanas itu.
Baca: Konon Tersembunyi di Palestina, Ternyata Inilah Harta Karun Nabi Sulaiman yang Diincar Kaum Yahudi
Baca: Masjid Ini Diklaim Jadi Masjid Tertua di Dunia Berusia 1.200 Tahun, Ditemukan di Tengah Gurun Israel
Baca: Menteri Kesehatan Israel Positif Covid-19, PM Israel Benjamin Netanyahu Karantina Kedua Kali
-