Menanggapi hal tersebut, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengungkapkan penyebab meningkatnya tambahan kasus virus corona di Jawa Timur khususnya di wilayah Surabaya.
Menurutnya, peningkatan kasus terkonfirmasi Covid-19 merupakan hasil kerja keras dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang terus melakukan tes.
Sejalan dengan itu, pemerintah setempat juga melakukan tracing dan pengambilan sampel di berbagai lingkungan masyarakat.
Doni Monardo menilai langkah Pemkot Surabaya tersebut strategis dan sangat cerdas, mengingat untuk mendapatkan informasi mengenai kawasan yang banyak pasien positif Covid-19 tidaklah mudah.
"Tentunya tak mudah untuk mendapatkan informasi daerah yang kawasannya banyak yang positif. Ini langkah yang strategis dan sangat cerdas," ungkap Doni Monardo
Pemerintah Kota Surabaya pun mendapat apresiasi dari Doni Monardo karena langkah-langkah yang dilakukan untuk menangani kasus Covid-19 di sana.
Baca: Siap Terapkan New Normal, Presiden Jokowi Tiba-tiba Akui Pemerintah Belum Bisa Kendalikan Covid-19
Baca: Surabaya Jadi Zona Hitam Covid-19 di Jawa Timur, Begini Penjelasan Khofifah hingga Upaya Risma
Baca: Surabaya Jadi Zona Hitam Covid-19, Doni Monardo hingga Menkes Terawan Justru Sanjung Risma, Mengapa?
Ia pun berharap jika pasien yang telah terkonfirmasi positif di Surabaya bisa segera sembuh.
Kemudian, jika menghendaki, pasien tersebut dapat mendonorkan plasmanya kepada pemerintah untuk pengobatan pasien yang sakit berat.
Sementara itu, diketahui wilayah Jawa Timur mengalami peningkatan tambahan kasus Covid-19 secara signifikan dalam kurun waktu dua minggu terakhir.
Pada 30 Mei 2020, 31 Mei 2020, dan 2 Juni 2020, tercatat tambahan kasus di Jawa Timur melebihi DKI Jakarta.
Menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), pada Sabtu (30/5/2020) ada tambahan sebanyak 199 kasus di Jawa Timur.
Sedangkan di DKI Jakarta ada 101 kasus tambahan.
Adapun pada Minggu (31/5/2020), tambahan kasus di Jawa Timur yakni sebanyak 244 kasus.
Di DKI Jakarta tercatat ada 118 tambahan kasus positif Covid-19.
Baca: Epidemiolog Jelaskan Alasan Mengapa Kasus Penyebaran Covid-19 di Jawa Timur Terus Meningkat
Baca: Peneliti Nilai Vaksin Covid-19 Tak Bisa Beri Kekebalan dalam Jangka Panjang, Benarkah?
Baca: Dapat Obat Covid-19 dari China, Gubernur Maluku Sebut Obatnya Terbukti Sembuhkan Pasien Virus Corona
Pada Selasa (2/6/2020), Jawa Timur mengalami penambahan kasus tertinggi lagi yakni sebanyak 213 kasus.
Disusul Papua dengan 94 kasus baru dan DKI Jakarta dengan 60 kasus baru.
Saat berita ini ditulis, total kasus Covid-19 di Jawa Timur yakni sebanyak 5.135 kasus
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 an Kementerian Kesehatan untuk menjadikan Jawa Timur sebagai prioritas.
Hal tersebut dilakukan karena tingginya kasus positif yang terjadi dari hari ke hari.
Jokowi pun mengingatkan untuk terus melakukan dukungan kepada Pemprov Jatim terutama yang berkaitan dengan kesiapan rumah sakit, Nakes, dan penanganan pasien.
"Di Jawa terutama agar dibantu diberikan dukungan penuh untuk Provinsi Jawa Timur, terutama yang berkaitan dengan persiapan rumah sakit rujukan dan rumah sakit daruratnya," ujar Jokowi dikutip dari Kompas.com.
Ia meminta Gugus Tugas dan Kementerian Kesehatan memasifkan tes Covid-19 serta pelacakan orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP).
Selain itu, Presiden menginstruksikan Gugus Tugas dan Kementerian Kesehatan memperketat isolasi para ODP dan PDP yang terjaring.
"Yang berkaitan dengan percepatan pengujian sampel, pelacakan untuk yang terpapar di Jawa Timur betul-betul dilaksanakan langkah-langkah pengendalian," ujar Jokowi.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Doni Monardo Ungkap Penyebab Peningkatan Kasus Covid-19 Jawa Timur yang Sempat Lebihi DKI Jakarta