WHO bersama dengan Kementerian Kesehatan Kongo dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika mengatakan siap untuk mengatasi ketiga wabah tersebut.
"Kami telah berpengalaman untuk melakukan respon yang aktif dan efektif," ucap Moeti.
Sekilas tentang Ebola
Ebola adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyebabkan adanya demam, pendarahan, lemas, dan sakit perut.
Orang yang terinfeksi virus Ebola memiliki risiko kematian yang tinggi dengan presentase hingga 50 persen.
Virus Ebola pertama kali ditemukan di Sungai Ebola kemudian mulai diidentifikasi pada 1976.
Virus tersebut diketahui bisa menular melalui perantara baik hewan maupun manusia.
Wabah Ebola terbesar yang pernah dilaporkan terjadi pada 2014 di sejumlah negara Afrika Barat.
Diantaranya Guinea, Liberia, dan Sierra Leone yang diiformasikan memiliki jumlah korban hingga lebih daro 11.000 orang.
Namun sejak saat itu, para peneliti telah melakukan pengembangan dan penelitian mengenai vaksin Ebola.
Sehingga wabah bisa segera teratasi dengan baik.
Kasus penyebaran virus Ebola bukan pertama kalinya terjadi di Mbandaka, Kongo.
Sebelumnya pada 2018, sebanyak 54 kasus orang terinveksi virus Ebola dilaporkan, 33 diantaranya dikabarkan meninggal dunia.
Baca: Republik Demokratik Kongo Kembali Diserang Virus Ebola, Empat Orang Meninggal Dunia
Baca: Ebola
Baca: Pejabat WHO Sebut Ada Kemungkinan Covid-19 Tak Akan Pernah Hilang, seperti Penyakit Campak