Viral Video Ancaman buat Kepolisian Minneapolis Tersebar di Dunia Maya, Siapa Anonymous Sebenarnya?

Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: haerahr
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Beredar video ancaman terhadap polisi Minneapolis oleh akun Anonymous. Siapakah Anonymous sebenarnya?

TRIBUNNEWSWIKI.COM -  Amerika Serikat harus menghadapi situasi rusuh setelah kejadian pembunuhan George Floyd oleh kepolisian di Minneapolis.

Di tengah-tengah situasi tak kondusif tersebut muncul ancaman balasan dari kelompok hacktivist Anonymous.

Melalui sebuah video, kelompok ini mengancam untuk mengekspos "banyak kejahatan Departemen Kepolisian Minneapolis" usai kejadian pembunuhan George Floyd.

Beredar sebuah postingan di Twitter yang memperlihatkan seseorang menggunakan topeng kelompok Guy Fawkes, dan berbicara dengan suara yang dimanipulasi secara elektronik.

Video ancaman tersebut berdurasi 1 menit 17 detik, dan sudah diputar lebih dari 5.5 juta warganet di Twitter dan dibagikan 82.7 ribu kali. 

Baca: Demo Kematian George Floyd, Kelompok Antifa akan Dikategorikan Sebagai Teroris oleh Donald Trump

Baca: Viral Foto Pria Bertato Peta Indonesia Ikut Rusuh Demo Kematian George Floyd, Begini Klarifikasinya

Sheriff Genesee County Michigan, Chris Swanson berbaris dengan pengunjuk rasa ketika mereka berbicara menentang kematian George Floyd. Sumber: Twitter 'rightfromjumps1' (sbs.com.au)

Dlansir Tribunnewswiki dari Metro, tidak lama setelah video ancaman itu diunggah, situs web Departemen Kepolisian Minneapolis dinonaktifkan dan dimatikan.

Ada beberapa pihak berspekulasi jika ini merupakan kerjaan peretas.

Namun hal ini belum bisa dikonfirmasi. 

Siapa Anonymous?

Berdasarkan berita yang dikabarkan Metro, Anonymous merupakan sekelompok aktivis online yang mempunyai tujuan utama yaitu menargetkan kemunafikan dan korupsi.

Kelompok ini pertama kali menarik perhatian pada 2008 saat video Scientology hak cipta yang dibintangi Tom Cruise bocor di YouTube.

Kelompok itu membagikan serangan penolakan layanan pada situs-situs Scientology sebagai pembalasan usai gereja meminta video itu untuk dihapus.

Serangan penolakan layanan adalah upaya yang disengaja untuk membanjiri layanan online melalui permintaan berlebihan, sehingga menjadikannya tidak dapat digunakan.

Kelompok ini bergerak cepat menggunakan serangan online sebagai senjata untuk protes non-kekerasan pada 2010.

Mereka meluncurkan serangan penolakan layanan yang didistribusikan secara masif pada situs web demi mendukung hak cipta.

Pesan ancaman

Sejak awal kemunculannya tersebut, kelompok desentralisasi sudah melakukan sejumlah besar serangan, termasuk "Operasi Ice ISIS", di mana mereka menyerang akun media sosial ISIS.

Bahkan Anonymous mampu "menghancurkan" pekerjaan rekrutmen bulan, juga "Operasi KKK", di mana mereka mendapatkan dan mengancam akan melepaskan 1.000 nama anggota KKK.

Video paling baru mereka membawa pesan yang mengancam Departemen Kepolisian Minneapolis, dengan menyatakan:

Petugas yang membunuh orang dan melakukan kejahatan lain perlu dimintai pertanggungjawaban seperti kita semua.

Apabila tidak, mereka (polisi) akan percaya bahwa mereka memiliki kewenangan untuk melakukan apa pun yang mereka inginkan.

Orang sudah cukup dengan korupsi dan kekerasan ini dari sebuah organisasi yang berjanji untuk menjaga mereka tetap aman.

Baca: Tanggalkan Atributnya, Sheriff Ini Bergabung dalam Demo Kematian George Floyd: Ayo Berjalan Bersama!

Baca: Terkuak Fakta, Polisi Kulit Putih Derek Chauvin dan George Floyd Pernah Bekerjasama Selama 17 Tahun

Setelah kejadian beberapa tahun terakhir, banyak orang mulai belajar bahwa Anda tidak di sini untuk menyelamatkan kami, tetapi Anda di sini untuk menindas kami dan melaksanakan kehendak kelas penguasa kriminal.

Anda di sini untuk menjaga ketertiban bagi orang-orang yang memegang kendali, bukan untuk memberikan keamanan bagi orang-orang yang dikendalikan.

"Faktanya, kamu adalah mekanisme yang digunakan para elite untuk melanjutkan sistem penindasan global mereka," ujar pesan tersebut. 

Pelaku pembunuhan Derek Chauvin (44) telah didakwa dengan pembunuhan tingkat tiga yang menewaskan George Floyd.

Sebelumnya, beredar video seorang perwira polisi kulit putih Amerika yang berlutut di leher Floyd ketika korban memohon dilepaskan sambil berkata, "Saya tidak bisa bernapas."

Korban akhirnya meninggal tak lama setelah itu.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Kaka, Kompas.com)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Video Ancamannya terhadap Kepolisian Minneapolis Viral, Siapa Anonymous?"



Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: haerahr
BERITA TERKAIT

Berita Populer