Wabah virus corona (Covid-19) yang kini sedang menyelimuti dunia berdampak pada berbagai hal.e
Tentunya paling mendasar adalah dampak ekonomi yang dirasakan oleh berbagai kalangan.
Banyak para pekerja yang harus dirumahkan karena pandemi ini.
Hal yang paling buruk adalah hingga banyak pekerja yang harus berhenti bekerja dan tidak punya penghasilan lagi.
Akibatnya, tak sedikit warga yang kini tak punya penghasilan, bahkan untuk makan sehari-hari saja sulit.
Baca: Waspada, WHO Peringatkan Puncak Kedua Pandemi Virus Corona Lebih Berbahaya Dibanding yang Pertama
Baca: Tak Ada Satu pun Warganya Terinfeksi, Inilah Daftar 12 Negara yang Masih Terbebas dari Virus Corona
Di antara contoh kisah orang yang berdampak pada wabah Covid-19 ini adalah seorang ayah yang tinggal di Kelurahan Menteng Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Karena tak memiliki penghasilan untuk menghidupi keluarganya, ia malah berniat untuk menyerahkan anaknya pada petugas PSBB.
Seorang ayah tersebut rela menyerahkan kedua anaknya yang masih balita kepada petugas Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Melalui video yang kini viral, pria tersebut tampak menyerahkan kedua anaknya dengan kondisi emosional di tempat pos PSBB di Kalimantan Tengah.
Dalam video tersebut, terlihat pria itu mengaku sudah tidak bisa menghidupi keluarga, semenjak penetapan PSBB di wilayah tempat tinggalnya.
Dia mengeluh sejak penerapan PSBB membuat mata pencahariannya lenyap hingga tidak mampu lagi membeli susu anaknya.
Dia juga mengaku selama ini tidak menerima bantuan dari pemerintah.
"Betul tapi pemerintah tidak membantu, lebih baik aku dibunuh, ditembak, anakku terserah, tak sanggup, haduh ya Allah,” kata pria itu kepada petugas PSBB.
Meski begitu, pria itu datang dengan membawa mobil, namun dia mengatakan sudah tiga bulan tak membayar kredit mobil tersebut.
"Ini mobil kredit, Pak, belum bayar tiga bulan," ucap pria itu.
Di sisi lain, dalam video itu kedua anak tersebut tampak menangis saat melihat sang ayah berteriak-teriak di depan petugas.
Pria yang belum diketahui pasti identitasnya mengaku hampir putus asa menjalani hidup di tengah wabah virus corona dan penerapan PSBB.
Petugas lantas berusaha untuk menenangkan pria berkaus gelap itu.
"Ini mobil siapa?"tanya petugas.
"Mobilku pak, mobil kredit, belum bayar tiga bulan sudah" jawab pria tersebut lagi.
Sedangkan dua anak pria tersebut terus menangis di dekat ayahnya.
Namun sesekali ia merangkul anaknya yang terus menangis.
"Kasihan anakku, Pak beli susu aja susah," ucap lelaki tersebut.
Video yang diunggah akun Instagram @ndorobeii Kamis, (28/5/20) itu pun mengundang banyak perhatian para warganet.
Unggahan ini pun mendapat banyak komentar dari netizen.
Banyak netizen yang menyangkan kebijakan PSBB sehingga menghambat penghasilan sejumlah masyarakat.
Salah satunya datang dari akun @sofiasiti91, yang menyarankan kedua anak di video tersebut sebaiknya diserahkan ke panti sosial.
"Kasihan itu anaknya mending diserahkan ke panti sosial sementara. Takutnya bapaknya benar-benar nekat," tulis dia.
Saat ditanya dimana alamatnya, ia mengaku tinggal di Kelurahan Menteng Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Baca: Pakar China Justru Sebut Pasar Hewan Wuhan sebagai Korban, Sampel Tak Tunjukkan Jejak Virus Corona
"Mungkin nanti ada solusinya dari kelurahan, saya sampaikan, minta data sampeyan, biar kami sampaikan apa keluhan bapak," imbuhnya.
"Begini pak, kami kan hanya bertugas dari pemerintah, nanti apa keluhan bapak kami sampaikan" ucap petugas berseragam TNI untuk menenaangkan pria tersebut.
"Kasian anakku, handak nukar susu duitnya nggak ada" jawab pria itu.
Baca: Bagaimana Risiko Penularan Virus Corona Saat Berada di Pantai atau Kolam Renang?Ini Penjelasannya
Sebagian artikel ini telah tayang di Gridhealth dengan judul "Tak Punya Penghasilan Sejak PSBB, Seorang Ayah Rela Serahkan Kedua Anak Balitanya ke Petugas PSBB".