"Produk bibir sangat berisiko, karena merupakan gerbang alami ke saluran pernapasan kita," ujarnya menjelaskan.
Produk mata
Menurut dokter Yuna Rapoport, serupa dengan lipstik dan balm, produk perias mata seperti maskara, eyeshadow dan eyeliner juga berisiko sebab langsung berinteraksi dengan daerah mata.
"Virus dapat menginfeksi permukaan mata melalui selaput lendir konjungtiva dan melalui air mata," ungkap Rapoport.
Jika membawa kosmetik dalam tempat yang sama, disarankan untuk mendisinfeksinya tiap hari, dan menggantinya setiap enam minggu.
Jika perlu, tinggalkan kosmetik di rumah, saat harus pergi ke luar guna mengurangi risiko terpapar virus.
"Ketika berada di luar rumah, kita seringkali menggunakan riasan wajah secara tidak sadar."
"Misalnya, merias wajah di mobil atau tempat lainnya, tanpa menyadari sebelumnya menyentuh permukaan yang terkontaminasi dan belum mencuci tangan," kata dia.
Bukan hanya, mencuci tangan dengan benar sebelum me mak up wajah, Rapoport juga memberikan saran untuk menggunakan metode keselamatan lainnya.
Hal tersebut termasuk mengawasi secara teliti tanggal kedaluwarsa produk yang digunakan.
"Idealnya, maskara dan eyeliner harus diganti setiap tiga bulan, dan eyeshadow dapat diganti setiap enam bulan," kata Rapoport.
"Namun, jika kamu suka membawa kosmetik, saya merekomendasikan menggantinya dalam waktu maksimal enam minggu."
Guiseppe memberikan saran untuk membuang semua produk yang berpotensi terpapar virus jika dirimu sudah terinfeksi.
Hal ini dilakukan guna mengurangi risiko terinfeksi di waktu mendatang.
"Jika kamu sakit atau menderita gejala Covid-19, maka kamu harus membuang semua kosmetik yang telah digunakan," ujar dia.
"Ini karena tetesan pernapasan mungkin telah berpindah dari tangan atau wajahmu ke produk yang kamu gunakan."
"Artinya, produk-produk tersebut bisa menyebarkan virus jika kamu menggunakannya kembali," tutur dia lagi.