Tenaga Medis asal Lombok Positif Corona Ikut Salat Idufitri di Masjid, Sempat Salaman dengan Warga

Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi virus corona. Tenaga medis positif Covid-19 asal Lombok Tengah sempat mengikuti salat Idulfitri

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang tenaga medis positif terpapar virus corona asal Lombok Tengah, Ny (40),  sempat mengikuti salat Idulfitri di masjid.

Sebelum hasil swab keluar, Ny telah mengikuti rapid test dengan hasil reaktif.

Plt BPBD Lombok Tengah, Murdi, mengatakan bahwa dari hasil penelusuran, Ny yang bekerja di RSUD Kota Mataram sempat mengikuti salat Idulfitri di masjid.

"Jadi posisi Ny ini pasien reaktif tinggal menunggu hasil swabnya, dan benar dikabarkan setelah selesai shalat Id, dia dijemput dan karena hasil swab positif Covid-19," kata Murdi saat dikonfirmasi, Selasa (26/5/2020).

Selain shalat Id, Ny juga mengikuti halalbihalal di masjid tempat dia melaksanakan salat Id.

"Dari informasi warga, dia ikut salat Id dan dia bersalam-salaman dengan warga," kata Murdi.

Dari hasil kontak tracing Ny, didapatkan empat warga reaktif.

Saat ini desa tempat Ny tinggal ditutup dan dijaga ketat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Ilustrasi virus Corona (Freepik)

Sebelumnya, petugas juga menemukan kasus serupa, di mana pasien positif berinisial R (42) menggelar halalbihalal di rumah keluarganya.

Baca: Waspada Perlengkapan Kosmetik Bisa Jadi Sarang Virus Corona, Berikut Cara Mencegahnya !

Kepala Desa di Sulteng Dikeroyok setelah Tegur Jemaah yang Salat Idulfitri di Masjid

Kepala Desa Lripubogu, Kecamatan Gadung, Kabupaen Buol, Sulawesi Tengah, berinisial H, dikeroyok setelah menegur jemaah yang salat Idulfitri di masjid pada Minggu (24/5/2020).

Tak hanya H yang menjadi korban, aparatur desa lain juga tak luput dari pengeroyokan tersebut.

Pasca-kejadian itu, polisi mengamankan 13 orang untuk dimintai keterangan.

Kapolres Buol AKBP Wawan Sunarwirawan mengatakan bahwa kejadian tersebut berawal dari adanya laporan masyarakat jika di Masjid Al-Nikmat Desa Lripubogu, Kecamatan Gadung, Kabupaten Buol, tengah melaksanakan salat Idulfitri.

Mendapat laporan, sambung Wawan, kepala desa dan aparat desa lainnya langsung mendatangi masjid tersebut.

Namun, saat kepala desa datang ke lokasi, salat Idulfitri tengah berjalan.

Kemudian kepala desa menunggu selesai salat.

Setelah selesai, H kemudian memberikan teguran kepada warga yang melakukan salat tersebut.

Namun, saat ditegur, warga yang usai menunaikan shalat Idul Fitri tak terima dan memukul kepala desa dan aparat desa lainnya.

Wawan menilai bahwa mereka tidak mematuhi penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kabupaten Buol, yang saat ini sedang dijalankan.

Ilustrasi pengeroyokan (Tribun Palu)

Baca: Lebaran di Tengah Pandemi Corona, Kepala Satgas Covid-19 Rayakan Idul Fitri di Kantor BNPB

Baca: Idul Fitri di Tengah Pandemi, Prabowo Beri Pesan untuk Garda Terdepan Penanganan Covid-19

Usai kejadian tersebut, polisi mengamankan 13 orang yang diduga sebagai pelaku pengeroyok kepala desa dan aparat desa lainnya.

"Sekarang sudah 13 orang yang melakukan pengeroyokan kami tahan. Mereka kami tahan untuk dimintai keterangan lebih lanjut," kata Wawan, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (25/5/2020).

Idul Fitri di Tengah Pandemi Covid-19: Meski PSBB, Masyarakat Tetap Lakukan Tradisi Berziarah

Status PSBB atau pembatasan sosial berskala besar pun masih dijalankan berbagai pemerintah daerah.

Meski di tengah situasi yang tidak biasanya, banyak masyarakat tetap menyempatkan waktu untuk melakukan ziarah ke makam tokoh-tokoh penting di Indonesia.

Hal itu seperti terjadi di Jakarta.

Taman Makam Pahlawan (TMP) di Kalibata, Jakarta Timur didatangi banyak peziarah di Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijiriah.

Baca: Idul Fitri di Tengah Pandemi, Prabowo Beri Pesan untuk Garda Terdepan Penanganan Covid-19

Baca: 21 Tahun Lebaran di Balik Penjara, Kisah Deni Setia Maharwan Terpidana Seumur Hidup Kasus Narkoba

Makam B.J. Habibie, Hasri Ainun Habibie dan Kristiani Herawati menjadi tujuan beberapa peziarah yang datang.

Ini penjelasan terkait ziarah kubur saat Lebaran di tengah pandemi Covid-19. (Tribunnews/Jeprima)

Seperti yang dilakukan oleh satu keluarga dari Bekasi yang datang berziarah di hari pertama Lebaran ini, Minggu, (24/05/2020).

Haji Nandik Sufaryono beserta keluarganya datang untuk berziarah ke makam Presiden Republik Indonesia ke-3 dan istrinya.

Dirinya juga berziarah ke istri dari Presiden Republik Indonesia yang ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Tujuannya ke sini ziarah ke Habibie, Bu Ainun, Bu Ani Yudhoyono," ucap Nandik usai berziarah.

Baca: Lebaran di Tengah Pandemi Covid-19, Masih Bolehkan untuk Ziarah Kubur? Ini Penjelasan Quraish Shihab

Baca: Setelah Mekkah, Kini Makam Suci Imam Reza Iran Ditutup dari Aktivitas Ziarah, Dampak Corona

Ia menyampaikan juga mengirimkan doa bagi mereka atas pengabdiannya semasa hidup bagi Negara ini.

"Ya kita doakan semoga arwah beliau diterima di sisi Allah SWT. Segala pengabdiannya dibalasi oleh Allah SWT," ucapnya, seperti dikutip dari laman Tribunnews.com dengan judul Peziarah Datangi Makam Habibie, Ainun, dan Ani Yudhoyono di Idul Fitri, Tak Lupa Foto di Makam.

Selain berziarah dan membaca doa, ia dan keluarganya juga tak lupa untuk mengabadikan momen seperti berfoto di dekat makam tersebut.

Di makam B.J. Habibie, Hasri Ainun Habibie dan Kristiani Herawati terlihat berbeda dengan makam lainnya.

Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas bersama sang istri Sity Ruby Aliya Rajasa dan ketiga anaknya berziarah ke makam Siti Habibah di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. (TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA)

Makam tersebut telah dihias cantik dengan vas dari berbagai bunga hidup.

Selain itu juga terdapat taburan bunga hidup seperti melati putih dan mawar merah pada makam Kristiani Herawati.

Kemudian seorang petugas TMP Kalibata mengatakan bunga-bunga yang menghiasi makam tersebut bukan dari keluarga.

Sebab katanya, belum ada keluarga dari Habibie dan Ainun juga Ani Yudhoyono yang berziarah hari ini.

(TribunnewsWiki/Ris/Tyo/Kompas/Erna Dwi Lidiawat/Idham Khalid)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kronologi Kepala Desa Dikeroyok Usai Tegur Jemaah yang Shalat Id di Masjid" dan "Tenaga Medis Positif Covid-19, Ikut Shalat Id dan Bersalaman dengan Warga"



Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Putradi Pamungkas

Berita Populer