Punya 3 Jenis Virus Corona dari Kelelawar, Lab di Wuhan Bantah Pandemi Covid-19 Berasal dari Mereka

Penulis: Haris Chaebar
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Seorang pekerja medis mengambil swab di Shulan, provinsi Jilin. Kota telah dikunci untuk menampung wabah cluster. Foto: Xinhua

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pandemi corona yang sudah meluas membuat berbagai negara dan peneliti kesehatan berlomba memetakan cara untuk menanggulangi virus ini.

Berbagai negara dan lembaga internasional juga sudah mulai berlomba membuat obat atau vaksin Covid-19 yang diperkirakan akan siap hadir jelang akhir tahun 2020 ini.

Meski begitu, asal muasal virus Corona yang belum terkonfirmasi dan juga masih belum adanya vaksin pasti untuk Covid-19 ini membuat banyak pihak bertanya, sebenarnya dari mana virus Corona berasal?

Dikabarkan bahwa Institut virologi China, yang berlokasi di Wuhan, kota pertama sebagai pusat episentrum virus Corona mengaku mempunyai tiga galur (strain) virus corona yang berasal dari hewan kelelawar.

Namun berdasarkan keterangan dari laboratorium di Wuhan tersebut, saat ini tidak ada koleksi mereka yang cocok dengan virus yang telah meluas dan mewabah di dunia.

Pedagang di Pasar Tomohon, Sulawesi Utara, menggelar paniki (kelelawar) untuk dijual pada pembeli, Sabtu (9/3/2013). Pasar Tomohon banyak disebut warga sebagai pasar ekstrem karena menjual binatang-binatang yang tak lazim dikonsumsi seperti kelelawar, tikus, ular, anjing, sampai kucing.(TRIBUNNEWS / DANY PERMANA) (TRIBUNNEWS / DANY PERMANA)

Awalnya peneliti berpikir Covid-19, yang sudah membunuh 340.000 orang di dunia, berasal dari kelelawar dan menular ke manusia melalui hewan perantara.

Karena itu dalam wawancaranya dnegan CGTN, Direktur Institut Virologi Wuhan, menyebut klaim AS bahwa virus corona bocor dari laboratorium mereka "kebohongan murni".

Dalam wawancara yang dilakukan pada 13 Mei, Wang Yanyi menyatakan mereka mempunyai galur virus yang berasal dari kelelawar.

Baca: Gara-gara Corona, China Tak Pasang Target Pertumbuhan Ekonomi: Pertama Kali Sejak 1990

Baca: Dokter di China Klaim Virus Corona Telah Berubah hingga Mempersulit Penanganan, Bermutasi?

Baca: Kasus Baru di China Tunjukkan Kemungkinan Gejala Virus Corona Bisa Berubah

"Kini kami mempunyai tiga strain virus hidup. Namun, kemiripan mereka dengan SARS-Cov-2 hanya mencapai 79,8 persen," papar Wang.

Salah satu tim peneliti mereka, dipimpin Profesor Shi Zhengli, sudah menangani coronavirus sejak 2004, dan fokus kepada sumber "pelacakan SARS".

Dilansir AFP Minggu (24/5/2020), mereka merujuk kepada Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS) yang mewabah pada 2003-2004 silam.

"Kami tahu bahwa keseluruhan genome SARS-Cov-2 hanya sekitar 80 persen dari SARS. Jadi sangat berbeda," beber sang direktur.

Wang menuturkan, berdasarkan penelitian Profesor Shi terdahulu, mereka tidak memerhatikan jika ada virus yang hampir mirip dengan SARS.

Teori konspirasi bahwa laboratorium di Wuhan bertanggung jawab dalam mewabahnya Covid-19 sebenarnya sudah menyeruak selama berbulan-bulan.

Namun, Presiden Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo kemudian melontarkannya ke permukaan, di mana mereka mengklaim sudah melihat bukti.

Para staf di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020), menggunakan pelindung khusus, untuk menghindari serangan virus corona yang mematikan. (AFP/HECTOR RETAMAL)

Lab itu kemudian menerima virus misterius tersebut pada 30 Desember, menentukan urutan genome, dan menginformasikannya kepada Badan Kesehatan Dunia (WHO) di 11 Januari.

Di wawancara yang disiarkan Sabtu malam (23/5/2020), Wang mengaku sebelum wabah ini ada, mereka tidak pernah menyimpan atau meneliti SARS-Cov-2.

"Faktatnya, seperti yang lainnya, kami malah tak tahu virus ini ada."

"Jadi, bagaimana bisa bocor jika kami saja tak pernah menyimpannya?" tanya dia.

WHO kemudian menyatakan bahwa Washington sama sekali tidak memberikan bukti konkret untuk mendukung klaim bahwa virus itu bocor.

Dalam wawancara dengan Scientific American, Shi mengungkapkan urutan genome SARS-Cov-2 tidak menyamai virus corona yang mereka punya.

Tuduhan Trump ke China soal Covid-19

Presiden Amerika Serikat ( AS) Donald Trump mengklaim ia memiliki bukti virus corona Covid-19 berasal dari laboratorium Wuhan.

Saat berbicara di konferensi pers Gedung Putih Trump berkata,

dia merasa yakin virus itu berasal dari Institut Virologi Wuhan, seraya menambahkan otoritas AS "merasakannya dengan sangat, sangat kuat."

"Kita akan melihat dari mana itu - kita akan melihat dari mana asalnya," ucap Trump.

"Ada banyak teori."

"China bisa saja memberi tahu kami," lanjut presiden ke-45 AS tersebut, dikutip dari Sky News Jumat (1/5/2020).

Trump kemudian ditanya seorang wartawan, apakah dirinya telah melihat sesuatu atau apa pun sehingga merasa sangat yakin virus corona berasal dari Institut Virologi Wuhan?

Pekerja rumah duka mengambil jenazah seorang penduduk, yang dilaporkan meninggal karena novel coronavirus (2019-nCoV) di rumah, di luar gedung tempat tinggal di Wuhan, di provinsi Hubei, Tiongkok tengah, 01 Februari 2020. (EPA-EFE/YUAN ZHENG CHINA OUT)

Sang presiden hanya menjawab singkat, "Ya, betul."

Beberapa menit kemudian Trump ditanya lagi, apa yang membuatnya sangat yakin tentang asal Covid-19.

Taipan real estat itu menjawab, "Saya tidak bisa memberi tahu Anda."

"Saya tidak diizinkan memberi tahu Anda itu."

Institut Virologi Wuhan telah menolak tuduhan itu dan pejabat AS lainnya memandang sebelah mata tanggapan tersebut.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang berujar, "Saya tegaskan lagi bahwa asal virus adalah masalah ilmiah yang kompleks, dan itu harus dipelajari oleh para ilmuwan dan profesional." 

Ia juga mengatakan, AS sebaiknya memanfaatkan waktu mereka untuk "mengendalikan pandemi di negaranya sendiri."

Virus corona Covid-19 dipercaya secara luas berasal dari pasar seafood Wuhan, yang menular dari hewan ke manusia.

Bulan lalu Sky News memberitakan Inggris adalah salah satu negara yang menyelidiki asal-usul pandemi virus corona, termasuk kemungkinan dapat dikaitkan dengan lab China yang melakukan penelitian penyakit pada kelelawar.

Badan pria ini langsung drop dan masuk RS setelah pulang dari Wuhan, apakah jadi WNI pertama yang kena virus corona? (TribunJambi - dailymail.co.uk)

Seorang pejabat AS dikutip oleh NBC News mengatakan itu "kemungkinan, meski bukan kemungkinan besar."

Ada perkiraan juga virus corona jenis baru ini muncul secara alami dan bukan rekayasa manusia.

Trump menolak mengatakan, apakah dia menganggap Presiden China Xi Jinping bertanggung jawab atas apa yang disebutnya sebagai "salah informasi".

Namun Trump telah mengkritik China karena gagal membendung penyebaran virus, dengan mengatakan "Ini adalah sesuatu yang bisa saja ditahan di lokasi asal dan itu bisa diatasi dengan relatif mudah."

Politisi dari Partai Republik itu menambahkan, "Satu dari dua hal yang terjadi. Apakah mereka tidak bisa melakukannya dari sudut pandang kompetensi, atau membiarkannya menyebar."

"Saya akan mengatakan mungkin itu di luar kendali," lanjut Trump.

Ketegangan antara Beijing dan Washington meningkat dalam beberapa pekan terakhir, dengan China menuding militer AS mungkin yang membawa virus corona ke China.

Pada Rabu (29/4/2020), Trump mengatakan ia sedang mencari konsekuensi untuk China atas virus tersebut.

Lebih dari 63.000 orang telah meninggal setelah terinfeksi Covid-19 di AS, menurut data Worldometers pada Jumat pagi WIB (1/5/2020).

(Tribunewswiki.com/Ris)

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul Lab di Wuhan Punya 3 Jenis Virus Corona dari Kelelawar dan Trump Punya Bukti Covid-19 Berasal dari Lab Wuhan



Penulis: Haris Chaebar
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi

Berita Populer