Meski Uji Coba Belum Selesai, China Berencana Gunakan Vaksin Virus Corona Akhir Tahun Ini

Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi virus corona. China berencana gunakan vaksin virus corona pada beberapa kelompok pada akhir tahun ini meski ujicoba belum sepenuhnya selesai

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Meski ujicoba belum selesai, China berencana memberikan vaksin virus corona pada beberapa kelompok pada akhir tahun ini.

Rencana ini diinformasikan oleh Kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, Gao Fu.

Diberitakan dari Kompas yang melansir South China Morning Post, Gao Fu mengatakan bahwa Program Imunisasi Nasional sedang menyusun pedoman untuk menentukan siapa yang berhak menerima vaksin.

Dengan jumlah infeksi kini yang dilaporkan setiap hari di China dalam angka tunggal, pengembang vaksin dapat berjuang untuk menyelesaikan tahap akhir percobaan vaksin karena mereka tidak akan memiliki cukup kasus untuk dibandingkan.

Baca: China Berjanji Meningkatkan Proyek Kesehatan Sabuk dan Jalan di Tengah Pandemi Covid-19

"Program Imunisasi Nasional memperhatikan dengan saksama dan mempelajari kelompok populasi mana yang dapat divaksin, kapan harus divaksin, dan apa yang mungkin dapat membenarkan soal penggunaan vaksin darurat," kata Gao di sela-sela Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China di Beijing pada Sabtu (23/5/2020).

 “Saya percaya kami akan memutuskan berdasarkan situasi tertentu karena kami tidak akan mengikuti protokol yang biasa, kalau tidak, waktu akan habis. Kami juga tidak dapat (memutuskan) berdasarkan pada pengetahuan kami tentang virus corona karena virus ini sangat unik, ”katanya.

 

Ilustrasi vaksin virus corona (Fresh Daily)

Sars-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19, adalah virus corona ketujuh yang diketahui terjadi pada manusia.

Virus yang keenam dapat menyebabkan infeksi fatal, seperti sindrom pernapasan akut dan sindrom pernapasan Timur Tengah, atau penyakit yang jauh lebih ringan seperti pilek biasa.

Sementara itu, vaksinasi secara luas dipandang sebagai satu-satunya solusi medis yang dapat mengakhiri pandemi Covid-19, yang telah menginfeksi lebih dari 5,3 juta orang dan menewaskan lebih dari 340.000 orang di seluruh dunia.

Ada lebih dari 120 kandidat vaksin yang sedang dikembangkan.

Sebuah vaksin dikembangkan bersama oleh Tianjin yang berbasis di CanSino dan Akademi Ilmu Kedokteran Militer.

Itu adalah yang pertama di China yang memasuki percobaan pada manusia fase-ganda, dan terkontrol plasebo untuk melihat seberapa efektif vaksin itu.

Baca: Ilmuwan Teliti Sel Kekebalan Tubuh yang Berikan Harapan dalam Melawan Covid-19

Pihak berwenang Kanada juga telah memberikan izin untuk percobaan vaksin lebih lanjut yang akan dilakukan di sana.

Selain itu, tiga vaksin lain yang dikembangkan di China juga sedang diuji pada manusia.

Maria Van Kerkhove, kepala bidang penyakit darurat di Badan Kesehatan Dunia, mengatakan pekan lalu bahwa tidak akan ada jalan pintas dalam pengembangan vaksin dan tidak ada langkah yang harus dilewati untuk memastikan bahwa vaksin apa pun akan memenuhi semua persyaratan keamanan dan keberhasilan vaksin.

Gao mengakui bahwa calon vaksin harus aman dan efektif, tetapi Gao mengatakan, pengobatan standar mungkin memerlukan waktu 12 hingga 18 bulan untuk berkembang, tetapi vaksin jalur cepat dapat digunakan dalam keadaan darurat atau untuk kelompok dengan kebutuhan khusus.

“ Vaksin ini bukan untuk masyarakat umum tetapi untuk kelompok khusus. Ketika epidemi berkembang, kelompok-kelompok tertentu dari masyarakat umum mungkin menjadi kelompok-kelompok khusus,” tambah Gao.

Zhu Jingjin, sekretaris partai dari Grup Biotec Nasional China, yang anak perusahaannya di Wuhan dan Beijing telah memulai uji coba vaksin pada manusia dengan dua vaksin.

Dia mengatakan pada bulan lalu bahwa perusahaannya memiliki kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan "kelompok populasi khusus".

Populasi khusus itu di antaranya para pekerja kesehatan, staf diplomatik, pelajar yang belajar di luar negeri dan orang-orang yang mengerjakan proyek infrastruktur luar negeri.

Baca: Gara-gara Corona, China Tak Pasang Target Pertumbuhan Ekonomi: Pertama Kali Sejak 1990

Baca: Dokter di China Klaim Virus Corona Telah Berubah hingga Mempersulit Penanganan, Bermutasi?

Gao, seorang ahli imunologi dan ahli virus yang mendapatkan gelar doktor di Universitas Oxford dan melakukan penelitian post-doctoral di sana dan di Universitas Harvard, secara pribadi terlibat dalam pencarian spesies perantara yang menularkan virus corona yang menyebabkan penyakit.

Spesies itu diyakini berasal dari kelelawar menular ke manusia.

"Para ilmuwan, peneliti, dan petugas kesehatan masyarakat telah bekerja keras untuk itu, tetapi pada tahap ini kami tidak dapat memberi tahu secara spesifik hewan mana yang (menjadi inang virus)," 

"Saya harap publik dapat memberi para ilmuwan lebih banyak waktu agar ilmuwan mampu memahami virus ini," kata Gao.

Gao juga terlibat dalam pengumpulan sampel pada Januari di Pasar Seafood Huanan, Wuhan, yang awalnya diyakini sebagai sumber infeksi, setelah terjadi sekelompok kasus di sana.

Namun, sampel hewan yang diuji bebas dari Sars-CoV-2 dan virus hanya ditemukan di air limbah di pasar.

“Kami pertama kali percaya virus itu berasal dari pasar Seafood, tetapi sekarang sepertinya pasar itu hanya korban lainnya. Virus itu ada (sebelum infeksi terjadi di pasar),” kata Gao.

Baca: Kasus Baru di China Tunjukkan Kemungkinan Gejala Virus Corona Bisa Berubah

Negara-negara termasuk AS dan Australia telah mengkritik China karena keterlambatan dalam memublikasikan penyebaran penyakit Covid-19 di Wuhan, dan menuduh China menolak untuk membagikan sampel dari pasar Wuhan dan menutupi informasi yang ada.

China, bagaimanapun, telah menolak kritik yang mengatakan mereka bertindak cepat untuk berbagi urutan genom dari virus corona dan telah bekerja sama dengan WHO dalam memerangi pandemi ini.

(TribunnewsWiki/Tyo/Kompas/Miranti Kencana Wirawan)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "China Berencana Gunakan Vaksin pada Akhir Tahun meski Uji Coba Belum Usai"



Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Archieva Prisyta
BERITA TERKAIT

Berita Populer