Mall dan Jalanan Mulai Ramai Jelang Lebaran, Penggali Kubur Covid-19 Merasa Prihatin

Penulis: Nur Afitria Cika Handayani
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Penggali kubur merasa prihatin dengan situasi yang memperlihatkan masyarakat tidak peduli dengan bahaya Covid-19.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Jelang Lebaran, masyarakat justru berbondong-bondong datang ke pusat perbelanjaan.

Padahal, penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) belum dilonggarkan.

Masyarakat terlihat meramaikan pasar dan pusat perbelanjaan untuk belanja baju lebaran di tengah pandemi Covid-19.

Kebiasaan membeli baju jelang Lebaran ini memang sudah menjadi kebiasaan umat Muslim di Indonesia ketika hendak merayakan Hari Raya Idul Fitri.

Alih-alih mematuhi protokol kesehatan dari Gugus Tugas Covid-19, masyarakat justru tak mengindahkannya.

Bahkan, para tenaga medis yang menangani Covid-19 sempat mengungkapkan kekecewaannya dengan tagar 'Indonesia Terserah'.

Akibatnya hal ini menambahkan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia.

Rupanya, situasi ini juga membuat penggali kubur prihatin.

Dikutip dari Tribun Jakarta, Imang Maulana (49), penggali kubur yang sehari-hari bekerja di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur merasa prihatin.

Sehari-hari, ia bekerja sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19.

Baca: Soal Perbedaan Mall Tetap Buka dan Masjid Tidak, Ustaz Yusuf Mansur: Tak Perlu Membanding-bandingkan

Baca: Mahfud MD Beri Jawaban Atas Kekecewaan MUI Soal Masjid Ditutup Tetapi Mall Tetap Dibuka

Imang juga mengaku bahwa ia dan rekan-rekannya mengaku kewalahan menangani jenazah yang datang setiap hari.

"Ya amat prihatin aja dengan perilaku masyarakat kebanyakan. Padahal kita sudah kewalahan menyiapkan lubang untuk jenazah Covid-19," ungkapnya pada Jumat (22/5/2020).

para penggali kubur merasa prihatin. (Kompas.com/VITORIO MANTALEAN)

Imang melihat, informasi jumlah jenazah Covid-19 yang melonjak dianggap sebagai angin lalu saja.

Masyarakat yang melanggar mungkin harus terpapar dulu baru sadar.

"Padahal di media diumumkan kalau yang positif terpapar virus Covid-19 melonjak. Masyarakat seolah buta dan tuli."

"Atau haruskah terpapar dahulu baru kemudian kesadaran itu muncul. Haruskah lebih dahulu tertular baru kemudian menyesal. Saya cuma bisa ngenez aja," lanjutnya.

Baca: Ibu-Ibu Belanja Baju Lebaran Pakai Uang Bansos, Wali Kota Bogor Bima Arya Sampaikan Rasa Kecewa

Baca: Berikut Cara Berbelanja Aman di Pasar dan Supermarket di Tengah Pandemi Corona Menurut WHO

Ia berharap masyarakat dapat sadar dan peduli serta mematuhi aturan dari pemerintah.

Agar dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Harapannya agar semua pihak masyarakat lebih sadar diri untuk peduli akan pentingnya upaya memutus mata rantai pandemi Covid-19.

Sebelum lebih banyak lagi korban berjatuhan. Mari kita sayangi nyawa kita. Nyawa anak istri kita, keluarga, tetangga dan sekitar kita," ujarnya.

Pengunjung Mal Tak Khawatir Terkena Virus

Keramaian pusat perbelanjaan juga terjadi di Kota Solo, Jawa Tengah.

Bahkan, seorang pengunjung mengaku tidak khawatir terkena virus corona atau Covid-19.

Di tengah pandemi Covid-19, ia tetap nekat untuk berbelanja baju lebaran.

Hal ini karena menurutnya ini sebuah kebiasaan setiap tahunnya.

Berdasarkan pantauan TribunSolo.com, gerai yang berada di Jalan Gatot Subroto Nomor 27-28, Kelurahan Kemlayan, Kecamatan Serengan, Kota Solo itu tampak ramai pada pukul 19.40 WIB, Rabu (21/5/2020).

Mal tersebut bahkan menawarkan potongan harga untuk pakaian.

Baca: Masyarakat Berkerumun di Mal dan Perbelanjaan, Pengunjung: Saya Tak Khawatir Corona

Baca: Viral Video Mall CBD Ciledug Diserbu Warga hingga Berdesakan saat PSBB, Ini Penjelasan Satpol PP

Para pengunjung yang datang cukup bervariasi, dari anak-anak, orang dewasa hingga muda mudi.

Sebagian dari mereka tampak menggunakan masker sesuai anjuran pemerintah.

Pihak pengelola Matahari Singosaren pun juga menerapkan protokol kesehatan Covid-19, mulai dari pengecekan suhu badan setiap pengunjung yang masuk hingga menyediakan hand sanitaizer.

Tangan-tangan pengunjung tampak lihai memilih pakaian yang ingin dibelinya.

Adapun pengunjung yang telah menjatuhkan pilihannya harus mengantre berjarak di depan kasir.

Seorang pengunjung, Prasetyo menuturkan, meski suasana mall terlihat cukup padat namun ia tak terlalu merisaukannya.

Asal suhu badannya tak tinggi, ia merasa sehat dan tidak berpotensi tertular atau menularkan virus Corona.

"Yang penting pakai masker, tadi saat pengecekan suhu juga normal, jadi saya tidak khawatir," kata dia.

Bahkan dia tidak risau sehingga tetap berburu baju lebaran di tengah pandemi Corona.

Ia yakin jika badannya sehat, tak akan membawa atau tertular virus bernama ilmiah SARS-CoV2 itu.

Prasetyo menuturkan ia selalu rutin berbelanja di Matahari Singosaren tatkala menjelang Lebaran.

"Tiap mau lebaran saya rutin ke sini," ujar Prasetyo.

(TRIBUNNEWSWIKI/Afitria)

Artikel ini sebagian telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul PSBB Dinilai Masih Longgar, Penggali Kubur Covid-19: Cuma Bisa Prihatin



Penulis: Nur Afitria Cika Handayani
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
BERITA TERKAIT

Berita Populer