Meski demikian, pria berinisial MN (22) itu tidak buron lama karena ditangkap keesokan harinya.
"Pelaku ditangkap tanpa perlawanan di salah satu asrama yang berada di sekitar wilayah Jayapura," kata Kapolresta Jayapura Kota, AKBP Gustav R Urbinas, melalui keterangan tertulis, Kamis (21/5/2020) dikutip dari Kompas.com.
Gustav mengatakan bahwa setelah mendapatkan laporan dari rumah sakit, Polres Jayapura langsung mengejar tahanan positif Covid-19 itu.
Polisi pun mendapatkan informasi pasien itu bersembunyi di salah satu asrama di Jayapura.
Polisi yang tiba di lokasi membujuk pasien tersebut agar mau kembali ke ruang isolasi.
Video penangkapan pasien positif Covid-19 itu sempat beredar di media sosial dan aplikasi pesan instan.
Dalam video itu terlihat, MN bersembunyi di atas plafon sebuah asrama.
Baca: Setelah Tes Covid-19, Empat TKI di Malaysia Malah Kabur, Satu Orang Masih dalam Pencarian
Baca: Berstatus PDP, Kakek di Probolinggo Ngamuk Dobrak Pintu, Hendak Kabur dari Rumah Sakit
Polisi terlihat meminta pasien positif itu turun. Tak lama bernegosiasi, MN turun tanpa paksaan.
"Pelaku berhasil kami tangkap dalam waktu kurang dari 1 x 24 jam," kata Gustaf.
Setelah ditangkap, pasien positif Covid-19 itu kembali menjalani perawatan di ruang isolasi.
Ruangan pasien itu dijaga ketat aparat dan Gustav memerintahkan tahanan positif itu diborgol agar tak kabur lagi.
Ia pun akan mengevaluasi pengamanan tahanan positif Covid-19 di rumah sakit setelah insiden tahanan kabur itu.
“Saya sudah perintahkan untuk MN diborgol. Untuk pengawasan tentunya kami akan evaluasi ulang dan kami akan mengkaji semua, mulai dari petugas jaga, termaksud dengan kondisi tahanan apakah kami akan borgol atau tidak dan saat ini kami masih berkoordinasi dengan medis untuk kelancaran penanganan tenaga medis nantinya,” kata Gustav.
Sebanyak 43 dari 90 tahanan Polresta Jayapura dinyatakan positif Covid-19 hingga Rabu (20/5/2020).
Sementara itu, sebanyak 215 kasus positif Covid-19 tercatat di Kota Jayapura hingga Jumat (22/5/2020).
Beberapa pasien positif corona atau covid-19 memutuskan kabur meninggalkan rumah sakit.
Pasien kabur ini memiliki berbagai alasan dan tidak sadar bahwa tindakannya membahayakan orang lain.
Dilansir dari Kompas.com, berikut empat kasus pasien positif corona yang nekat kabur dari rumah sakit:
Seorang pasien positif Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya, Lombok Tengah, kabur pada Selasa (28/4/2020).
Pasien berinisial SL (50) itu memiliki riwayat mengikuti Ijtima Ulama Sedunia di Gowa.
Rupanya SL kabur dengan cara melompati jendela yang tak berterali sekitar pukul 20.00 WIB.
Ia menunggu waktu saat petugas medis tak berada di ruangannya.
Namun, aksinya itu tertekam CCTV rumah sakit.
Baca: Uji Coba Vaksin Corona Buatan AS ini Hasilkan Antibodi Pelindung, Berikan Secercah Harapan
Direktur RSUD Praya Muzakir Langkir menjelaskan, SL memang terkenal sering membantah saran petugas dengan hadis-hadis.
"Memang pasien ini dikenal ngeyel. Informasi dari dinas kesehatan, dia sering membantah saran-saran petugas dengan hadis-hadis, disuruh ini itu dia keluarkan hadis-hadis," kata dia.
Setelah melarikan diri, petugas segera mencari SL.
Ia ditemukan di persawahan tak jauh dari kampungnya.
Menurut keterangannya, SL kabur dan pulang berjalan kaki, salat subuh di Masjid Wage hingga ditemukan petugas.
SL kini kembali diisolasi di RSUD Praya Lombok Tengah.
Baca: Angka Kesembuhan Tertinggi Ketiga di Dunia, Senegal Produksi Tes Kit Virus Corona Seharga Rp 15 Ribu
Seorang pasien berusia 20 tahun yang dirawat di ruang isolasi RSU dr Slamet Garut sempat kabur dari ruang isolasi.
Pasien itu berstatus PDP, tetapi kemudian dinyatakan positif corona dari hasil tes swab.
Juru bicara tim penanganan Covid-19 Pemkab Garut, Ricky Rizky Drajat menjelaskan bahwa pasien ingin pulang dan takut berada di ruang isolasi.
Pasien itu pun kemudian memutuskan kabur dengan beralasan ke toilet.
"Jadi izin ke dokter mau ke toilet, tapi ternyata pulang ke rumahnya," kata Ricky.
Akibat kaburnya pasien, pihak terkait melakukan tracing atau pelacakan terhadap warga Cigedug yang pernah bersentuhan dengan pasien.
"Warga di satu kampung tempat tinggal pasien itu akan menjalani rapid test dan kemungkinan akan diminta isolasi mandiri, karena banyak yang kontak, bisa sampai 100 orang lebih," jelas Wakil Bupati Garut Helmi Budiman.
Pasien itu kemudian dinyatakan meninggal dunia di ruang isolasi RSU dr Slamet Garut pada Rabu (1/4/2020).
Seorang pasien berinisial AT kabur dari RSI Harapan Anda Kota Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (14/4/2020). Awalnya, pasien yang berprofesi sopir itu berstatus PDP.
Pada Jumat (24/4/2020), hasil tes swab pasien itu keluar dan hasilnya positif corona.
Baca: Pakai Strategi Sederhana, 3 Negara di Asia Ini Berhasil Taklukkan Virus Corona, Bagaimana Caranya?
AT kabur lantaran merasa jenuh di rumah sakit.
Ia pun melarikan diri dibantu istrinya. Pasien itu juga sempat meminta pulang dan mengancam mogok makan hingga bunuh diri.
Namun, pada malam harinya sekitar pukul 19.30 WIB, pasien tak ada di ruang perawatan dan sudah mencabut infusnya.
Dari pemeriksaan CCTV, pasien kabur dibantu istrinya.
Sehari setelah kabur, polisi menghubungi pihak rumah sakit dan mengatakan pasien sudah ditemukan. Ia ditemukan di kampung halamannya di Desa Dawuhan, Kabupaten Tegal, Minggu (19/4/2020).
Seorang pasien terkonfirmasi Covid-19 pada Rabu (29/4/2020).
Pasien itu kemudian kabur dari rumah sakit ketika menjalani isolasi di RSUD Ade M Djoen Sintang, Kalimantan Barat.
Kepala Dinas Kesehatan Sintang, Kalimantan Barat, Harysinto Linoh menjelaskan, pasien itu kabur karena merasa tidak nyaman dan takut sendirian.
"Yang bersangkutan merasa tidak nyaman karena sepi dan takut sendirian," kata Sinto.
Bupati Sintang Jarot Winarno memastikan bahwa pasien itu kini telah dijemput untuk kembali diisolasi.
"Dia sedang dijemput dan perlu dukungan warga sekitar dan keluarganya," kata Jarot.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tahanan Positif Covid-19 Kabur dari RS, Ditangkap Saat Sembunyi di Plafon Sebuah Asrama"
dan di Tribunnews.com dengan judul Tahanan Positif Corona Nekat Kabur dari Rumah Sakit, Ditemukan Sembunyi di Plafon Asrama