Masyarakat Berkerumun di Mal dan Perbelanjaan, Pengunjung: 'Saya Tak Khawatir Corona'

Penulis: Haris Chaebar
Editor: haerahr
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Suasana pusat perbelanjaan Matahari Singosaren, Kelurahan Kemlayan, Kecamatan Serengan, Kota Solo, Rabu (20/5/2020).

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Di tengah pendemi virus Corona yang masih berlangsung dan semakin bertambah banyak di Indonesia, tetap ada saja warga yang berkerumun di tempat keramaian dan bahkan berduyun-duyun dalam antrean untuk membeli kebutuhan non esensial.

Di Solo misalnya, mengutip laporan dari TribunSolo.com di Matahari Singosaren, terlihat antrean pengunjung untuk berbelanja pakaian dan sejenisnya tampak mengular dan bahkan hingga bagian meluber ke pintu masuk toko di kawasan Kecamatan Serengan tersebut.

Tak hanya di Solo, di Klaten pun tempat perbelanjaan yang menjual pakaian dan sejenisnya juga dipadati pengunjung.

Misalnya di Matahari Mall Jalan Pemuda, Tegalmulyo, Kecamatan Klaten Tengah.

Terlihat pada pukul pukul 19.35 WIB, Kamis (21/05/2020) pengunung tampak mengular di loket pembayaran.

Begitu juga mall di Solo Baru Sukoharjo, bahkan polisi dari Polsek Grogol sempat turun ke lapangan dan berkali-kali mengimbau untuk jaga jarak dan memperhatian protokol kesehatan demi mencegah penularan Covid-19.

Berikut ini selengkapnya potret kondisi tempat perbelanjaan atau mall di Solo Raya yang dipenuhi pengunjung :

1. Antrean Pembeli Mengular

Antrean pengunjung Matahari Klaten, Rabu (20/5/2020) malam. (TRIBUNSOLO.COM/ MARDON WIDIYANTO)

Warga menyerbu sejumlah pusat perbelanjaan menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, tak terkecuali Matahari Singosaren, Rabu (21/5/2020).

Berdasarkan pantauan TribunSolo.com, gerai yang berada di Jalan Gatot Subroto Nomor 27-28, Kelurahan Kemlayan, Kecamatan Serengan, Kota Solo itu tampak ramai pada pukul 19.40 WIB.

Matahari Singosaren menawarkan pakaian-pakaian yang diobral dengan harga miring menjelang masa Lebaran 2020.

Baca: Pakar Ungkap Alasan Mendasar Virus Corona Berasal dari Alam, Bukan Buatan Manusia

Baca: Pasang Harga Rp 4000K, Seorang Penjual Es Duren Legit Jadi Viral, Diduga karena Tak Tahu

Mulai dari diskon kecil sampai besar dapat ditemui, hal tersebutlah yang sekiranya menyedot animo masyarakat Solo untuk berbelanja.

Para pengunjung yang datang cukup bervariasi, dari anak-anak, orang dewasa hingga muda mudi.

Sebagian dari mereka tampak menggunakan masker sesuai anjuran pemerintah.

Pihak pengelola Matahari Singosaren pun juga menerapkan protokol kesehatan Covid-19, mulai dari pengecekan suhu badan setiap pengunjung yang masuk hingga menyediakan hand sanitaizer.

Tangan-tangan pengunjung tampak lihai memilih pakaian yang ingin dibelinya.

Adapun pengunjung yang telah menjatuhkan pilihannya harus mengantre berjarak di depan kasir.

Seorang pengunjung, Prasetyo menuturkan, meski suasana mall terlihat cukup padat namun ia tak terlalu merisaukannya.

Asal suhu badannya tak tinggi, ia merasa sehat dan tidak berpotensi tertular atau menularkan virus Corona.

"Yang penting pakai masker, tadi saat pengecekan suhu juga normal, jadi saya tidak khawatir," kata dia.

Bahkan dia tidak risau sehingga tetap berburu baju lebaran di tengah pandemi Corona.

Ternyata belanja baju lebaran di tengah pandemi Covid-19 punya risiko, pakar imbau harus lakukan hal ini. (Kompas.com)

Ia yakin jika badannya sehat, tak akan membawa atau tertular virus bernama ilmiah SARS-CoV2 itu.

Prasetyo menuturkan ia selalu rutin berbelanja di Matahari Singosaren tatkala menjelang Lebaran. 

"Tiap mau lebaran saya rutin ke sini," ujar Prasetyo.

Menurutnya, Matahari Singosaren selalu menyediakan apa yang dibutuhkannya untuk berlebaran nanti. 

Mulai dari baju muslim, celana, sampai urusan alas kaki. 

Ia mengaku selalu memilih Matahari Singosaren karena diskon yang selalu menggiurkan daripada pusat perbelanjaan lain.

2. Pembeli di Matahari Klaten Membludak

Sejumlah pusat perbelanjaan di Kabupaten Klaten kembali berdenyut meski pandemi Corona belum kelar. 

Pasalnya, masyarakat mulai memadati pusat-pusat perbelanjaan, tak terkecuali Matahari Klaten. 

Dari pantauan TribunSolo.com, pusat perbelanjaan yang berada di Jalan Pemuda, Tegalmulyo, Kecamatan Klaten Tengah itu tampak dipadati pengunjung sekira pukul 19.35 WIB. 

Mereka tampak asyik memilih-milih pakaian yang dipajang di pusat perbelanjaan itu. 

Baca: Soal Perbedaan Mall Tetap Buka dan Masjid Tidak, Ustaz Yusuf Mansur: Tak Perlu Membanding-bandingkan

Baca: Mahfud MD Beri Jawaban Atas Kekecewaan MUI Soal Masjid Ditutup Tetapi Mall Tetap Dibuka

Mata mereka nampak teliti memastikan harga pakaian yang dipilihnya sesuai kantong. 

Pengunjung tampak berburu baju Lebaran yang sedang diobral di Matahari Klaten. 

Adapun, sejumlah pengunjung juga tampak mengantre di bagian kasir Matahari Klaten. 

Antrean tampak mengular lantaran penerapan physical distancing yang diterapkan pengelola Matahari Klaten. 

Ya, protokoler kesehatan Covid-19 yang dianjurkan pemerintah pun diterapkan pengelola.  

Itu supaya meminimalisir penularan Covid-19 di Matahari Klaten.

3. Polisi pantau Mall di Solo Baru

Suasana pusat perbelanjaan Matahari Singosaren, Kelurahan Kemlayan, Kecamatan Serengan, Kota Solo, Rabu (20/5/2020). (TRIBUNSOLO.COM/ ILHAM OKTAFIAN)

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, masyarakat tetep memadati pusat perbelanjaan meskipun pandemi Corona belum usai.

Tidak hanya mengincar kebutuhan pokok, masyarakat juga banyak yang menyambangi toko baju seperti yang tampak di sejumlah malla di di Solo Baru, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.

Meski belum seramai tahun lalu, namun jajaran Polsek Grogol tetap melakukan sidak untuk menertibkan pengunjung yang ada di Hartono Mall Solo Baru, Selasa (19/5/2020) sore.

Menurut Kapolsek Grogol Iptu Sopian Rahmadyanto, hal ini dilakukan agar pengunjung dan pekerja yang ada di mall tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Kami berikan sosialisasi kepada pengunjung di Hartono Mall agar tetap memperhatikan protokol kesehatan, karena saat ini di Sukoharjo masih dalam kondisi Pandemi Covid-19," katanya saat dihubungi TribunSolo.com, Rabu (20/5/2020).

Pihak kepolisian juga mengatur agar masyarakat tetap memperhatikan jarak aman atau sosial distancing.

Sopian juga menghimbau agar pengunjung tidak pergi ke tempat yang sudah ramai, agar phisical distancing bisa terjaga.

"Kita juga mewajibkan para pengunjung mall untuk mengenakan masker, untuk mencegah penyebaran Covid-19," jelasnya.

Sosialisasi juga dilakukan dengan media publikasi yang ada didalam mall, agar seluruh pengunjung tetap menataati protokol kesehatan.

Baca: Viral Barang-barang Bermerek Diselimuti Jamur karena Mall Ditutup Selama Pandemi Virus Corona

Baca: Pedagang Pasar Tradisional Menangis ketika Jalani Rapid Test: Jika Hasilnya Positif Bagaimana?

Selain pengunjung, pengelola mall juga diberikan sosialisasi agar tetap memperhatikan protokol kesehatan.

"Diharapkan dengan kegiatan woro-woro ini, masyarakat dapat lebih waspada dan selalu mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah," harapnya.

Terpisah, Asisten Administrasi Umum Sekda Sukoharjo Eko Adji Arianto mengatakan, pusat perbelanjaan memang tidak dilarang beroperasi.

Untuk menyiapkan lonjakan aktivitas masyarakat jelang Idul Fitri, pihaknya berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan Satpol PP untuk memantau pusat perbelanjaan modern dan tradisional.

"Kami telah melakukan koordinasi dengan Satpol PP, TNI, dan Polri, agar masyarakat yang beraktivitas di luar rumah tetap mematuhi protokol kesehatan," katanya.

"Kita juga menghimbau ke pengusaha, agar prorokol kesehatan diperhatikan," imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga akan menempatkan petugas Satpol PP disetiap pusat perbelanjaan.

(Tribunnewsiwki.com/Ris)

Artikel ini sebagian sudah tayang di Tribunnews.com dengan judul Saya Tak Khawatir Corona, Kata Pengunjung Mal di Solo Meski Pembeli Membludak.



Penulis: Haris Chaebar
Editor: haerahr
BERITA TERKAIT

Berita Populer