VIRAL Video Habib Umar Assegaf Berontak Ditegur Petugas karena Langgar PSBB, Teriak & Dorong Polisi

Penulis: Niken Nining Aninsi
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Viral video pria berjubah putih adu mulut dengan petugas PSBB di pos check point exit Tol Satelit Surabaya.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pelanggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terus terjadi di sejumlah wilayah.

Tak hanya di ibu kota, tidakan tidak patuh aturan PSBB juga terjadi di Surabaya, Jawa Timur.

Sebuah video menampilkan rekaman seorang pria bergamis yang marah hingga saling pukul dengan petugas Satpol PP yang menegurnya.

Dikutip dari TribunnewsBogor.com, insiden pria bergamis marah tak terima aturan PSBB terjadi di check point PSBB Exit Tol Satelit, Surabaya.

Pria bergamis putih tersebut menumpangi mobil Toyota Camry warna hitam dengan nomor polisi N 1 B.

Menurut Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko dari hasil pemeriksaan plat nomor kendaraan, pria bergamis itu adalah Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil.

Habib Umar Assegaf merupakan pengasuh Majelis Roudhotus Salaf, Bangil, Pasuruan.

Habib Umar Assegaf marah karena distop oleh petugas.

Petugas mendapati jumlah penumpang di dalam mobil Toyota Camry Habib Umar Assegaf melebih aturan PSBB.

Baca: Kronologi Petugas SPBU Perempuan di Jabar Ditampar Sopir Pikap, Pelaku Tak Terima Ditegur

Baca: PSBB Jakarta Diperpanjang Lagi, Anies Harap Ini yang Terakhir: Ini akan Menjadi Penghabisan

Selain itu, ada satu penumpang yang tak menggunakan masker.

"Pemeriksaan dilakukan karena plat mobil N, bukan L atau W. Saat PSBB plat nomor selain L dan W memang diminta putar balik saat masuk ke Surabaya," kata Trunoyudo dikutip dari Kompas.com.

Melansir Tribun Jatim, Kasatlantas Polrestabes Surabaya Kompol Teddy Chandra menerangkan, kronologi insiden percekcokan antara pria berjubah putih itu dengan sejumlah aparat petugas gabungan di lokasi.

Insiden tersebut terjadi sekira pukul 16.45 WIB.

Saat itu, petugas sedang melakukan razia kendaraan jenis mobil yang hendak melintas di depan pos check point exit Tol Satelit.

Ilustrasi Polisi bertugas selama masa PSBB (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Tibalah sebuah mobil jenis sedan hitam yang diketahui Toyota Camry bernopol N 1 B.

"Kendaraan dilakukan pemeriksaan pelanggaran PSBB yang didapati adalah tidak menggunakan masker, ada yang tidak menggunakan masker," ujarnya saat dikonfirmasi TribunJatim.com, Kamis (21/5/2020).

Kedua, muatan penumpang melebihi kapasitas yang telah diatur dalam aturan PSBB Surabaya.

"Kedua pelanggaran PSBB-nya itu adalah kapasitas penumpang untuk jenis mobil tersebut sudah melebihi batas 50 persen. Kalau jenis kendaraan sedan berarti kan kapasitasnya hanya 3 orang satu di depan dan 2 di belakang dengan ada spasi kanan kiri, tengah kosong," terangnya.

Saat petugas sedang memberi pemahaman, Habib Umar Assegaf keluar dari mobil.

"Bapak kami hormati ya. Bapak dengar baik baik," ujar petugas polisi ke arah Habib Umar.

Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil terlibat betrok dengan petugas Satpol PP di exit tol Satelit Surabaya.

Bukannya menuruti permintaan petugas.

Habib Umar itu justru membalas dengan merutuki petugas.

"Saya jauh lebih baik," tukasnya.

Namun balasan itu tak membuat petugas gentar.

Petugas polisi itu justru terus berupaya memberikan pemahaman kepada si pria tersebut.

"Saya udah bilang baik-baik. Kalau yang lain itu nurut pak. Yang tidak pakai masker, mulai sana dipakai," ujar petugas polisi seraya mengarahkan tangannya ke jalan raya di belakangnya.

Mendengar pernyataan dari sang polisi, pria tersebut kemudian menjawab dengan nada bicara yang terdengar berat.

Baca: Ribuan Pelanggar PSBB di Tangerang Jalani Rapid Test, Sebanyak 21 Orang Dinyatakan Reaktif

"Penyakit itu orang yang tidak sembahyang," tukas Habib Umar itu seraya melenggang meninggalkan si petugas polisi.

Tak ingin kalah, sang polisi kembali menyodorkan argumen bantahan.

"Siapa yang tidak sembahyang. Apakah bapak sendiri yang sembahyang," jelasnya.

Di lain sisi, petugas satpol PP yang turut menghentikan mobil hitam yang diduga ditumpangi oleh pria berjubah, juga ikut andil memberikan pengertian terhadap pria berjubah tersebut.

"Bapak ini juga sudah melebihi muatan. Bapak ini saya ingatkan," ujar petugas Satpol PP dengan nada bicara melenguh payah.

Tapi Habib Umar itu malah makin berang.

Berkali-kali ia meneriakkan kata mundur memberikan intruksi pada sopir mobil warna hitam itu yang tampak masih duduk di bangku kabin kemudi.

"Mundur. Mundur," pekik parau Habib Umar.

Sang polisi sebelumnya pun kembali muncul.

Ia kembali menyampaikan pengertian kepada Habib Umar.

"Muatannya 5, tidak boleh pak. Pak ini ketentuan. Jangan marah. Jangan mentang-mentang bapak," ujarnya dengan nada meninggi.

Namun tak disangka, ternyata Habib Umar tetap berang, dengan menyebut petugas menggunakan idiom yang terbilang bermakna kasar.

Lantaran pria itu terus ngotot dan membantah imbauan petugas.

Teddy mengungkapkan, para petugas memilih alternatif solusi mengimbau pada pengemudi mobil tersebut untuk kembali.

"Mungkin pertimbangan anggota daripada ribut daripada nanti malah lebih ini, ya sudah diputarbalikkan," ungkapnya.

(Tribunnewsbogor.com/Sanjaya Ardhi, TribunnewsWiki.com/Niken)

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Habib Umar Assegaf Saling Pukul di Check Point PSBB, Marah ke Polisi : Sakit Itu yang Gak Sembahyang.



Penulis: Niken Nining Aninsi
Editor: Archieva Prisyta
BERITA TERKAIT

Berita Populer