Tak Punya CCTV, Rumah Mewah di Kuningan Dibobol: Emas 5 Kg dan Uang 1,2 M Raib

Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tak punya CCTV, rumah mewah di Kuningan dibobol perampok, 5 kg emas dan uang Rp 1,2 M raib, FOTO: Kondisi rumah korban perampokan di Kuningan.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sebuah rumah mewah yang tak memiliki CCTV di Desa Pangkalan Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, dibobol perampok

Buntut kejadian tersebut, Kapolres Kuningan AKBP Lukman Syafri Dandel Malik meminta kepada para pemilik rumah mewah untuk memasang CCTV (closed circuit televisioan,red).

"Rumah kemarin (dibobol maling, red) memang tak ada CCTV, nihil," kata Lukman saat ditemui dalam kunjungan pengawasan jalur Kuningan kota, Selasa (19/5/2020).

Baca: Mobil dr Tirta Dibobol Kacanya Dipecahkan Maling, Laptop dan Dokumen Penting Raib

Pemasangan alat pengintai, kata dia, tentu sangat membantu dalam melakukan pengamanan swakarsa di lingkungan sekitar.

"Di samping itu, kegiatan siskamling juga harus diberlakukan dan jangan lupa melakukan patroli," kata dia.

Lukman mengatakan, terkait aksi rampok kemarin, petugas telah mengumpulkan sejumlah saksi keterangan dan melakukan penyidikan.

"Hingga saat ini kami melakukan pendalaman terhadap kasus kemarin," kata dia.

Ilustrasi narapidana yang dibebaskan dari penjara. (pixabay.com)

Dalam buruan terhadap komplotan pembobol rumah mewah, Lukman menegaskan, pencarian terus dilakukan melalui tim gabungan yang telah terbentuk.

"Ada anggota kami dan petugas dari Polda juga melakukan pengungkapan terhadap kasus ini," ujar Lukman.

Terpisah, pantauan di tempat kejadian perkara terlihat sepi dari aktivitas biasanya.

"Oh, Teh Haji waktu tadi memang masih di toko," ungkap Dede Sembada yang juga adik korban pemilik rumah mewah tersebut.

Politisi sekaligus Anggota DPRD Kuningan yang akrab disapa Desem ini mengatakan, memahami atas kejadian hari sebelumnya.

"Ini menjadi catatan bagi keluarga. Terutama tidak harus banyak simpan uang di rumah," ujarnya.

Baca: Tak Ambil Uang, Maling di Lamongan Justru Curi 366 Buku Nikah yang Masih Kosong di KUA Deket

Alasan itu, kata dia, ini merupakan kali kedua musibah yang menimpa pengusaha aneka sandang.

"Dulu waktu tahun 2011, saudaranya kehilangan banyak harta. Sebanyak 5 kg emas dan uang sekitar Rp 1.2 miliar," kata Desem.

Bobot emas hingga seberat 5 kg itu sebagian dari warisan orang tua dan hasil pengumpulan sendiri.

"Emas warisan seberat 3 kg dan sisa dari Teh Haji bareng A Haji kukumpul," ujarnya.

ilustrasi (Kompas.com)

Ditanya soal lapak usaha, Desem mengatakan, aneka sandang bergerak dalam usaha penjualan kain dan sembako.

"Untuk tempat usaha tersebar di Wilayah III Cirebon dan ada juga di daerah Purwokerto," ujarnya.

Ditanya soal kondisi kesehatan, Desem mengemuka bahwa saat ini saudara kandungnya yakni Hj Eti dan H Udin sudah terbiasa melakukan aktivitas seperti sebelum-sebelumnya.

Halaman
12


Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Archieva Prisyta

Berita Populer